PKRS RSST – Sudah divaksin COVID-19 nih… Apa masih tetap harus memakai masker kemana-mana? Masih harus rajin mencuci tangan? Dan masih belum boleh kumpul-kumpul dengan teman? Masih perlu mematuhi protokol kesehatan?

Dalam sebuah akun media sosial menggunggah informasi yang mengklaim bahwa vaksin dibuat untuk membuat kekebalan tubuh terhadap penyakit tertentu sehingga orang yang telah menjalani vaksinasi COVID-19 tidak perlu lagi mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak karena sudah kebal terhadap virus COVID-19.

Informasi tersebut adalah sesuatu tidak benar. Meskipun vaksin dapat memberikan manfaat berupa menumbuhkan antibodi, namun belum diketahui efektivitasnya dalam mencegah transmisi atau penularan terhadap orang lain. Oleh karena itu, seseorang yang telah divaksin harus tetap mematuhi protokol kesehatan 3M (Memakai masker, Mencuci tangan, dan Menjaga Jarak).

Selain itu, dampak vaksin COVID-19 terhadap pandemi akan bergantung pada beberapa faktor. Salah satunya seperti faktor efektivitas vaksin. Pemerintah menargetkan setidaknya 60% penduduk Indonesia secara bertahap akan mendapatkan vaksin COVID-19 agar mencapai kekebalan kelompok (herd immunity).

Efek perlindungan vaksin sampai saat ini berdasarkan hasil uji klinis fase I dan II, vaksin yang tersedia terbukti aman dan meningkatkan kekebalan terhadap COVID-19.

Perlindungan yang akan diberikan vaksin COVID-19 nantinya, perlu tetap diikuti dengan kepatuhan menjalankan protokol kesehatan 3M, memakai masker dengan benar, menjaga jarak dengan menjauhi kerumunan, serta mencuci tangan pakai sabun.

Vaksinasi merupakan upaya pencegahan yang efektif dari penularan penyakit dan menjadi kewajiban pemerintah menjamin ketersediaan vaksin.

Setelah vaksinasi COVID-19, seseorang minimal membutuhkan waktu 14 hari untuk mengetahui apakah antibodi atau kekebalan telah terbentuk di dalam tubuh. Sehingga, dalam kurun waktu tersebut peluang terinfeksi virus masih ada apalagi protokol kesehatan tidak dilakukan dengan baik dan benar sesuai anjuran pemerintah.

Salah satu tujuan vaksinasi adalah untuk mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok. Sementara itu, kekebalan kelompok atau herd immunity ini baru bisa terjadi kalau 70% rakyat Indonesia divaksin, sehingga bisa melindungi 30% rakyat lainnya yang tidak bisa divaksin atau yang rentan kesehatannya.

Oleh karenanya pentingnya edukasi ke masyarakat terkait dengan vaksinasi yang mungkin dapat menyebabkan persepsi / anggapan yang salah terkait tentang vaksinasi sendiri di masyarakat, sehingga diharapkan berita yang benar tentang vaksinasi benar-benar diterima oleh masyarakat. Meskipun seseorang sudah menjalani vaksinasi diharapkan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, mulai dari memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. (Dn&Hn)

 

 

 

 

 

Referensi :

  1. https://covid19.go.id/
  2. Buku Saku #Infovaksin 2020.
  3. Rahmi Yuningsih. 2020. Uji Klinik Coronavac dan Rencana Vaksinasi COVID-19 Massal di Indonesia. Pusat Penelitian Badan Keahlian DPR RI. Jakarta.