Tim Promkes RSST – Vaksin COVID-19 merupakan “senjata” yang ampuh untuk melawan wabah penyakit akibat Virus Corona. Beberapa orang mungkin merasa ragu atau enggan divaksinasi karena potensi efek samping yang ditimbulkannya. Namun, COVID-19 juga memiliki risiko kesehatan yang jauh lebih serius dan merugikan dibandingkan efek samping vaksin. Menurut World Health Organization (WHO), vaksin COVID-19 yang resmi dan disetujui untuk digunakan telah melalui semua tahap untuk memastikan keamanan, kemanjuran, dan kualitas. WHO mengingatkan bahwa semua obat-obatan dan vaksin memiliki potensi efek samping. Dalam kebanyakan kasus, efek samping vaksin COVID-19 tergolong ringan. Setiap orang yang mendapatkan vaksin COVID-19 akan memperoleh banyak manfaat, salah satunya adalah penurunan risiko mengalami gejala COVID-19 yang parah. Pemberian vaksin merupakan salah satu upaya yang dinilai paling efektif untuk mengatasi pandemi COVID-19 yang masih terus berlangsung. Mari kita ketahui apa saja manfaat vaksin COVID-19 dan apa saja jenis vaksin yang dipakai di Indonesia.

Jenis Vaksin COVID-19 yang Ditetapkan

Penetapan itu tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/9860/2020 tanggal 3 Desember 2020.

  1. Bio Farma (Vaksin Merah Putih)

Sementara ini Indonesia melalui Biofarma menempuh 2 (dua) jalur pengadaan vaksin COVID-19. Pertama, menjalin kerjasama pengadaan dan pengembangan vaksin COVID-19 antara Bio Farma dengan perusahaan vaksin asal China, Sinovac. Kedua, pengadaan vaksin COVID-19 dalam negeri dengan nama ‘Vaksin Merah Putih’ yang tengah dikembangkan sejumlah peneliti Indonesia. Vaksin Merah Putih ditargetkan bakal diproduksi sekitar triwulan IV di tahun 2021 atau selambat-lambatnya diproduksi dan digunakan pada tahun 2022 mendatang.

  1. AstraZeneca

AstraZeneca mengumumkan hasil uji coba terhadap vaksin COVID-19 yang mereka kembangkan dengan menunjukkan efektivitas 90 persen dalam satu rejimen dosis, ketika vaksin diberikan kepada 2.741 orang sebagai setengah dosis, diikuti dengan dosis penuh setidaknya sebulan kemudian.

  1. Sinopharm

China National Pharmaceutical Group Corp yang dikenal sebagai Sinopharm merupakan perusahaan farmasi milik pemerintah China belum lama ini mengklaim hampir 1 juta orang telah diinjeksi vaksin Virus Corona buatannya dalam rangkaian uji coba klinis, dengan metode inactivated vaccine dalam pengembangan vaksin COVID-19.

  1. Moderna

Moderna telah mengajukan permohonan untuk mendapatkan izin penggunaan darurat di Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa setelah hasil lengkap uji klinis tahap akhir menunjukkan vaksin itu 94,1 persen efektif tanpa masalah yang serius.

  1. Pfizer Inc and BioNTech

Pfizer, perusahaan kesehatan yang bermarkas di New York, Amerika Serikat ini telah mengumumkan vaksin buatannya efektif melindungi tubuh dari Virus Corona atau COVID-19 hingga 95 persen. Vaksin berisi mRNA itu menggunakan potongan kecil kode genetik COVID-19 untuk mulai memproduksi virus di dalam tubuh.

  1. Sinovac Biotech Ltd.

Perusahaan yang bermarkas di Beijing, Tiongkok, itu kini sudah berhasil mengirimkan 1,2 juta dosis vaksin ke Indonesia. Sebelum vaksin finalnya tiba di tanah air, vaksin Sinovac ini telah melalui uji klinis di Bandung sejak Agustus 2020 lalu. Sebanyak 1,620 relawan melakukan uji coba suntik vaksin asal Tiongkok itu untuk penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia.

Manfaat Vaksin COVID-19

Ada banyak manfaat yang bisa diperoleh jika Anda mendapat vaksin COVID-19, di antaranya :

  1. Membangun Perlindungan Tubuh

Penelitian telah menunjukkan bahwa vaksinasi memberikan dorongan yang kuat untuk membangun perlindungan pada orang yang telah pulih dari COVID-19. Meski demikian, orang yang belum pernah terinfeksi COVID-19 pun dapat terlindungi oleh vaksinasi.

  1. Memperoleh Kekebalan Tubuh

Vaksin COVID-19 dapat memberikan kekebalan tubuh, meski CDC mengaku belum mengetahui berapa lama perlindungan yang mampu diberikan oleh vaksin. Hal yang diketahui pasti adalah COVID-19 telah menyebabkan banyak sekali kematian di berbagai negara sehingga penularannya harus segera dihentikan, salah satunya melalui vaksinasi.

  1. Menurunkan Angka Kesakitan dan Kematian Akibat COVID-19

Seperti yang disebutkan sebelumnya, vaksin COVID-19 dapat memicu sistem imunitas tubuh untuk melawan Virus Corona. Dengan begitu, risiko Anda untuk terinfeksi virus ini akan jauh lebih kecil. Kalaupun seseorang yang sudah divaksin tertular COVID-19, vaksin bisa mencegah terjadinya gejala yang berat dan komplikasi. Dengan begitu, jumlah orang yang sakit atau meninggal karena COVID-19 akan menurun. Orang yang sudah mendapatkan vaksin COVID-19 memiliki risiko yang lebih rendah untuk terkena gejala serius jika terinfeksi COVID-19. Sebagaimana uji klinis vaksin Pfizer-BioNTech dan Moderna yang menunjukkan bahwa vaksin ini 100 persen efektif dalam mencegah penyakit yang parah.

  1. Mendorong Terbentuknya Herd Immunity

Seseorang yang mendapatkan vaksin COVID-19 juga dapat melindungi orang-orang di sekitarnya, terutama kelompok yang sangat berisiko, seperti lansia di atas 70 tahun. Hal ini karena kemungkinan orang yang sudah divaksin untuk menularkan virus Corona sangatlah kecil. Bila diberikan secara massal, vaksin COVID-19 juga mampu mendorong terbentuknya kekebalan kelompok (herd immunity) dalam masyarakat. Artinya, orang yang tidak bisa mendapatkan vaksin, misalnya bayi baru lahir, lansia, atau penderita kelainan sistem imun tertentu, bisa mendapatkan perlindungan dari orang-orang di sekitarnya. Kendati demikian, untuk mencapai herd immunity dalam suatu masyarakat, penelitian menyebutkan bahwa minimal 70% penduduk dalam negara tersebut harus sudah divaksin.

  1. Meminimalkan Dampak Ekonomi dan Sosial

Manfaat vaksin COVID-19 tidak hanya untuk sektor kesehatan, tetapi juga sektor ekonomi dan sosial. Jika sebagian besar masyarakat sudah memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik untuk melawan penyakit COVID-19, kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat bisa kembali seperti sediakala.

 

 

 

 

 

Referensi               :

  1. Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor H01.07/Menkes/9860/2020 tentang Penetapan 6 (Enam) Jenis Vaksin yang Akan Dipakai, 2020.
  2. Surat Edaran nomor HK.02.02/I/1727/2021 tentang Vaksinasi Tahap 3 bagi Masyarakat Rentan, Masyarakat Umum Lainnya, dan Anak Usia 12-17 tahun. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, 2021.
  3. Marselina I, Tan. 2021. Memahami Kerja Sistem Imun dan Pengembangan Vaksin COVID-19. Jurnal Pengabdian Masyarakat, Sekolah Teknik Hayati Institut Tehnologi Bandung.
  4. Anderson, R. M., et al. 2020. Challenges in Creating Herd Immunity to SARS-CoV-2 Infection by Mass Vaccination. The Lancet, 396(10263), pp 1614-1616.
  5. Shin, M. D., et al. 2020. COVID-19 Vaccine Development and a Potential Nanomaterial Path Forward. Nature Nanotechnology.
  6. World Health Organization. COVID-19 Vaccines. Centers for Disease Control and Prevention (2021). Benefits of Getting Vaccinated.
  7. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2020. Juknis Pelayanan Vaksinasi COVID-19.
  8. Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. 2020. Mengapa Vaksinasi COVID-19 Diperlukan?