PKRS RSST – Sejak dikabarkan bahwa vaksin COVID-19 sudah tiba di Indonesia, muncul berbagai isu yang membuat masyarakat ragu tentang keamanan dan kehalalannya. Ditambah lagi, banyak orang belum paham mengenai proses distribusinya ke seluruh Indonesia. Agar tidak termakan isu atau hoax, simak fakta-fakta tentang vaksin COVID-19 berikut ini.

Mengawali tahun 2021, angka kasus COVID-19 masih menjadi momok terbesar bagi masyarakat dunia. Data global di seluruh dunia, terdapat 93.194.922 orang dinyatakan terkonfirmasi positif Virus Corona per tanggal 17 Januari 2021.

Di samping penerapan protokol kesehatan, pemberian vaksin COVID-19 merupakan cara yang paling tepat untuk memutus mata rantai penularan virus ini. Pemerintah Indonesia telah mendatangkan 3 juta vaksin COVID-19 yang diproduksi oleh produsen Sinovac dari China dalam dua tahap. Sebanyak 1,2 juta dosis telah tiba pada 6 Desember 2020 lalu, kemudian 1,8 juta dosis sampai di Indonesia pada 31 Desember 2020.

Fakta-fakta Penting Vaksin COVID-19

Kedatangan vaksin COVID-19 di Indonesia menimbulkan berbagai isu-isu atau berita hoax yang justru membuat masyarakat resah. Beredar informasi di media sosial bahwa vaksin COVID-19 tidaklah aman digunakan atau mengandung bahan yang tidak halal dan berbahaya bagi kesehatan. Selain itu, masih banyak lagi informasi keliru yang beredar dan perlu diluruskan.

Berikut ini adalah fakta penting vaksin COVID-19 yang harus diketahui :

  1. Vaksin COVID-19 aman dan halal digunakan.

Tidak sedikit masyarakat yang meragukan keamanan dan kehalalan vaksin COVID-19. Namun, perlu diketahui bahwa vaksin yang akan disebarkan di Indonesia harus dipastikan lulus uji klinis dan evaluasi dari BPOM terlebih dahulu.

Mengenai kandungannya, vaksin COVID-19 buatan Sinovac mengandung virus yang sudah dimatikan (in-activated virus), bukan virus yang hidup maupun dilemahkan. Vaksin ini pun tidak mengandung boraks, formalin, merkuri, dan pengawet.

Selain itu, bahwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan vaksin COVID-19 mengandung bahan yang tidak halal merupakan informasi yang telah dipastikan salah atau hoax. Keamanan vaksin juga tentunya akan terus dipantau, baik saat diberikan maupun setelahnya. Jadi diharapkan masyarakat untuk tidak khawatir secara berlebihan. Ini merupakan wujud ikhtiar untuk penanggulangan COVID-19.

  1. Vaksin COVID-19 yang akan diedarkan bukan untuk uji klinis.

Beredar informasi di masyarakat yang menyebutkan bahwa vaksin COVID-19 yang akan digunakan dalam program vaksinasi hanyalah untuk uji klinis. Faktanya, vaksin ini bukanlah untuk uji klinis dan bahkan telah memperoleh izin penggunaan dari BPOM.

  1. Distribusi vaksin COVID-19 akan rampung selama 15 bulan.

Distribusi vaksin COVID-19 ke seluruh Indonesia dikabarkan butuh waktu 3,5 tahun. Fakta sebenarnya adalah waktu tersebut merupakan penyelesaian vaksinasi ke seluruh dunia, bukan untuk Indonesia.

Pemerintah menyatakan bahwa dibutuhkan waktu selama 15 bulan untuk merampungkan vaksinasi ke seluruh pelosok Indonesia, yaitu mulai dari Januari 2021 hingga Maret 2022.

  1. Tahapan kelompok penerima vaksin ID-19.

Pasokan vaksin COVID-19 tidak cukup untuk diberikan ke seluruh masyarakat Indonesia sekaligus dalam satu waktu. Jadi, pemberian vaksin COVID-19 oleh pemerintah akan dilakukan secara bertahap. Periode pertama akan dimulai dari Januari hingga April 2021, dan periode kedua pada April 2021 hingga Maret 2022.

Ada beberapa kelompok yang diprioritaskan untuk menerima vaksin terlebih dahulu. Menurut WHO, petugas kesehatan, petugas publik, dan orang yang berisiko tinggi untuk tertular atau sakit parah akibat COVID-19, misalnya karena memiliki penyakit penyerta, merupakan kelompok prioritas.

Itulah berbagai fakta penting vaksin COVID-19 yang perlu kita pahami. Di era digital saat ini, informasi dapat menyebar dengan sangat cepat dan tanpa batas. Jadi, kita perlu lebih waspada dan bijak dalam menyaring informasi, termasuk informasi tentang vaksin COVID-19. Selain itu, perlu diingat bahwa vaksin adalah salah satu langkah pencegahan, bukan pengobatan. Jadi, meski akan menerima vaksin COVID-19, kita tetap harus menerapkan protokol pencegahan COVID-19 lainnya, seperti rutin mencuci tangan, memakai masker dengan benar, dan jaga jarak serta menghindari keramaian.

Tentunya bagi masyarakat yang memiliki pertanyaan terkait seputar vaksin COVID-19 atau informasi lain terkait hal ini, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter. Dengan bijak dalam memilih dan menyebarkan informasi, kita bisa menyelamatkan masyarakat Indonesia dari dampak negatif berita hoax. Dengan adanya pemberitaan seputar vaksin yang benar, diharapkan kepada masyarakat luas memiliki pemahaman yang cukup tentang vaksinasi.

Terkait dengan adanya beberapa kelompok masyarakat yang menolak vaksinasi menjadi sebuah tantangan besar bagi pemerintah, untuk dapat mengedukasi masyarakat tentang vaksinasi yang secara garis besar dapat menjadikan vaksinasi sendiri sebagai salah satu alternatif dalam mencegah penyebaran Virus COVID-19 ini. (Dn & Hn)

 

 

 

 

 

Referensi               :

  1. https://covid19.go.id/
  2. https://s.id/juknis-vaksinasi-c19
  3. Buku Saku #Infovaksin. November 2020.
  4. Tim Komunikasi Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional. 2020.