Tim Promkes RSST – Perlu kita ketahui bersama, bahwa dengan pergi tidur pada waktu yang sama setiap malam tidak hanya baik untuk anak-anak, tetapi juga bagi orang dewasa. Apalagi di saat pendemi COVID-19 ini, penting untuk dilakukan sebagai antisipasi dalam penurunan imunitas tubuh seseorang. Kualitas tidur harus dijaga dengan baik karena berpengaruh terhadap kesehatan tubuh secara keseluruhan. Untuk mendapatkan tidur yang berkualitas, ada beragam cara yang bisa dilakukan, mulai dari menerapkan pola tidur yang benar hingga konsumsi produk herbal.

Meski terlihat sepele, kebiasaan tidur yang buruk bisa membahayakan kesehatan, apalagi jika terus dilakukan dalam waktu yang lama. Penelitian menunjukkan bahwa orang dengan kualitas tidur yang buruk memiliki daya tahan tubuh yang lebih lemah, sehingga lebih rentan mengalami infeksi.

Kualitas tidur seseorang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya yaitu kondisi lingkungan, fisik, aktivitas, dan gaya hidup. Kebiasaan olahraga merupakan bentuk aktivitas fisik yang dapat mempengaruhi tidur seseorang (Sulistiyani, 2012).

Bahaya Akibat Kualitas Tidur yang Buruk

Tidur yang berkualitas adalah tidur yang bisa membuat kita merasa segar ketika bangun di pagi hari. Waktu tidur yang ideal bagi orang dewasa adalah 7-8 jam setiap malamnya. Dengan tidur yang berkualitas seseorang mempunyai imunitas yang lebih baik jika dibandingkan dengan seseorang dengan kualitas tidur yang buruk.

Bahaya yang mengintai di balik kualitas tidur yang buruk ada beragam, di antaranya :

Menyebabkan Stres

Tidur yang cukup dan berkualitas penting untuk meningkatkan konsentrasi dan produktivitas. Bahkan tidak heran, orang yang kualitas tidurnya buruk cenderung kurang produktif, kurang bisa memecahkan masalah dengan baik, dan kecenderungan mengalami stres yang berlebihan dalam kehidupan sehari-hari yang dapat berpengaruh dalam imunitas tubuh.

Kenaikan Berat Badan

Orang yang kurang tidur cenderung memiliki berat badan berlebih dibandingkan orang yang tidurnya cukup. Sebuah studi memperlihatkan bahwa anak-anak dan orang dewasa dengan waktu tidur yang pendek lebih berisiko untuk mengalami obesitas. Dampak kurangnya waktu tidur terhadap kenaikan berat badan diyakini dipicu oleh sejumlah faktor, termasuk gangguan pada keseimbangan hormon, peningkatan nafsu makan, dan penurunan motivasi untuk berolahraga.

Tekanan Darah Tinggi

Sesorang yang mempunyai kecenderungan kualitas tidur yang buruk berdampak sangat jelas pada tekanan darah seseorang, yaitu tekanan darah cenderung tinggi hal ini disebabkan siklus tidur yang kurang baik dan berkualitas.

Dalam sebuah penelitian menunjukkan bahwa tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari adalah gaya hidup yang lebih sehat. Sebuah penelitian menemukan bahwa manfaat tidur teratur tidak hanya untuk anak-anak, tetapi juga untuk orang dewasa. Para peneliti mempelajari pola tidur dari hampir 2.000 orang dewasa yang mengenakan alat pelacak tidur selama tujuh hari dan juga harus mengisi jurnal tidur.

Hasilnya menunjukkan bahwa waktu tidur yang teratur membuat jantung dan metabolisme tetap sehat. Orang-orang yang pergi tidur pada waktu yang tidak teratur lebih berisiko menyebabkan stres, kelebihan berat badan, memiliki gula darah tinggi dan tekanan darah tinggi. Mereka juga lebih mungkin mengalami serangan jantung atau stroke daripada yang memiliki pola tidur teratur.

Para peneliti percaya bahwa tidur, kesehatan jantung dan metabolisme saling mempengaruhi. Tetapi mereka tidak yakin apakah kehilangan waktu tidurlah yang menyebabkan kenaikan berat badan, atau justru sebaliknya.

Sedangkan pada umumnya manusia juga membutuhkan istirahat dengan cara tidur untuk mengembalikan kebugaran ataupun sekedar mengistirahatkan organ-organ tubuh setelah melakukan aktivitas olahraga. Pada kondisi tidur, tubuh melakukan proses pemulihan untuk mengembalikan stamina tubuh hingga berada dalam kondisi yang optimal (Sarfriyanda, Karim, & Dewi, 2015).

Cara Meningkatkan atau Menjaga Kualitas Tidur

Agar tetap fit dan bugar terutama di masa pandemi COVID-19 ini, pastikan untuk memperhatikan kualitas tidur. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas tidur, antara lain :

  • Tidur dan bangun tidur secara teratur setiap harinya, tentunya dengan waktu tidur yang cukup.
  • Tidak tidur siang lebih dari 30 menit, kecuali jika harus bekerja di malam hari atau usai lembur.
  • Membatasi aktivitas menjelang tidur, terutama olahraga berat dan bermain gadget, setidaknya 1-3 jam sebelum tidur.
  • Mengelola stres dan overthinking dengan melakukan teknik relaksasi sederhana menjelang waktu tidur.
  • Tidak mengonsumsi makanan berat dan minuman berkafein beberapa jam sebelum tidur, karena hal ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman di perut dan mengganggu kualitas tidur.
  • Menciptakan suasana tidur yang nyaman dan tenang, misalnya dengan mematikan lampu kamar, menyalakan AC atau kipas angin, dan mematikan TV. (Dn)

 

 

 

 

 

Referensi               :

  1. Sarfriyanda, J. Karim, D., & Dewi, A. P. 2015. Hubungan Antara Kualitas Tidur dan Kuantitas Tidur Dengan Prestasi Belajar Mahasiswa. Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Keperawatan, 2(2), 1178-1185. Retrieved from https://jom.unri.ac.id/index.php/JOMPSIK/article/view/8282.
  1. Sulistiyani, C. 2012. Beberapa Faktor yang Berhubungan Dengan Kualitas Tidur Pada Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 1(2), 280-292. https://doi.org/10.1007/s13398-014-0173-7.2
  2. Instagram p2ptm.kemkes.go.id