PKRS RSST – Masa remaja termasuk masa transisi dari anak-anak ke masa dewasa dimana remaja sedang mengalami perubahan, baik fisik maupun psikologis. Masa remaja ialah masa cepatnya pertumbuhan dengan perubahan dramatis dalam ukuran dan proporsi tubuh. Cepat dan besarnya perkembangan remaja tersebut mengikuti tahap setelah melewatkan masa pertumbuhan bayi dan anak-anak.

Salah satu hal yang sangat awal diketahui saat remaja perempuan telah menginjak masa pubertas adalah datangnya mestruasi. Menstruasi pertama dapat membuat remaja panik, hal ini disebabkan karena kurang atau salahnya informasi yang didapat mengenai menstruasi ini. Jangka waktu menstruasi biasanya sekitar 3-5 hari, tetapi pada wanita normal menstruasi bisa saja terjadi selama 1 hari hingga 8 hari lamanya.

Siklus mestruasi merupakan bagian awal dari kesehatan reproduksi pada remaja putri. Masalah yang sering timbul terkait kesehatan reproduksi pada remaja adalah tidak dapat mengaplikasikan bagaimana cara merawat bagian reproduksi ‘miss V’, khususnya pada saat menstruasi. BKKBN (2011) menyatakan bahwa rendahnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi akan memungkinkan perempuan tidak berperilaku hygiene pada saat menstruasi yang dapat membahayakan kesehatan reproduksi sendiri. Kebiasaan menjaga kebersihan terutama pada bagian reproduksi merupakan awal dari usaha menjaga menjaga kesehatan. Dimana pada saat menstruasi atau ‘si merah’ ini datang, pembuluh darah dalam rahim terbuka sehingga sangat mudah terkena infeksi.

Salah satu perilaku yang sangat ditekankan bagi perempuan yang tengah mengalami menstruasi adalah pemeliharaan kebersihan diri. Personal hygiene pada saat menstruasi dapat dilakukan dengan cara mengganti pembalut setiap 2 jam sekali atau 3 sampai 4 kali dalam sehari. Pembalut tidak boleh dipakai lebih dari 6 jam atau harus diganti sesering mungkin bila sudah penuh darah menstruasi agar terhindar dari infeksi. Setelah mandi atau buang air, vagina harus dikeringkan dengan tissu atau handuk agar tidak lembab. Selain itu pemakaian celana dalam hendaknya bahan yang terbuat dari yang mudah menyerap keringat, sehingga ketika digunakan saat menstruasi lebih nyaman.

Beberapa tips kebersihan ‘miss V’ saat ‘si merah’ datang :

Vagina atau ‘miss V’ merupakan organ tubuh wanita yang dapat membersihkan dirinya sendiri. Meski demikian, bukan berarti hal tersebut membuat kita lalai dalam menjaga kebersihannya. Berikut tips menjaga kebersihan miss V, terutama pada saat menstruasi :

  • Membersihkan miss V secara rutin.

Membersihkan miss V sangat penting untuk dilakukan secara rutin dan benar, terutama saat memasuki siklus menstruasi. Bersihkan miss V setiap selesai buang air kecil dan buang air besar. Pastikan membersihkan miss V dari depan ke belakang (dari arah vagina menuju anus), bukan sebaliknya. Hal ini untuk menghindari perpindahan bakteri dari anus ke vagina. Sesekali, kita juga bisa menggunakan tisu bersih dan tidak beraroma untuk mengeringkan miss V agar tidak lembab.

  • Jangan malas mandi.

Meskipun kondisi banyak darah menstruasi keluar dan terasa nyeri, bukan berarti kita tidak mandi. Jangan malas dan mengabaikan pentingnya membersihkan tubuh selama menstruasi. Mandi berarti membersihkan tubuh dari kotoran dan kuman sehingga tubuh lebih bersih.

  • Menggunakan pembersih kewanitaan dengan bijak.

Kita juga bisa menggunakan sabun kewanitaan untuk membersihkan miss V. Namun, hindari penggunaan sabun kewanitaan yang mengandung pewangi atau parfum. Sebab, pemakaian sabun dengan pewangi hanya akan membuat kulit di sekitar miss V mengalami iritasi. Selain itu, hindari penggunaan vaginal douching karena justru dapat mengganggu keseimbangan pH, sehingga pertumbuhan bakteri baik di area miss V menjadi terganggu. Kita cukup menggunakan air bersih untuk membersihkannya.

  • Gunakan pakaian dalam yang menyerap keringat.

Selalu gunakan celana dalam berbahan katun yang mudah menyerap keringat dan tidak terlalu ketat. Penggunaan celana dalam seperti ini, bisa membantu menjaga miss V tetap kering sehingga tidak terlalu lembab dan menjadi gatal.

  • Konsumsi makanan sehat.

Perhatikan asupan makanan yang kita konsumsi, karena pola makan yang sehat akan turut menjaga kesehatan miss V. Makanan yang dianggap baik untuk kesehatan area kewanitaan di antaranya yoghurt, ikan, buah beri, dan makanan yang mengandung kedelai.

  • Cuci tangan sebelum dan sesudah mengganti pembalut atau pantyliner.

Kegiatan yang sederhana ini sering sekali dilupakan para wanita. Padahal, mencuci tangan berguna untuk mencegah perpindahan bakteri yang mungkin ada di tangan ke miss V, sehingga memperkecil terjadinya infeksi. Pastikan selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah mengganti pembalut atau pantyliner.

  • Ganti pembalut atau pantyliner setiap 2-4 jam sekali.

Pastikan kita mengetahui kapan waktu yang tepat untuk mengganti pembalut atau pantyliner. Karena saat menstruasi, darah dan cairan di sekitar miss V dapat menjadi media pertumbuhan mikroorganisme penyebab infeksi dan iritasi. Pembalut yang tidak kunjung diganti dapat menimbulkan bau dan infeksi yang diakibatkan oleh darah haid. Oleh karena itu, disarankan mengganti pembalut setidaknya setiap 3-4 jam sekali, bahkan jika volume darah tidak terlalu banyak.

  • Gunakan pembalut yang berdaya serap baik.

Gunakan pembalut yang memiliki daya serap baik. Penggunaan pembalut yang berdaya serap baik memungkinkan miss V tetap kering, sehingga terlindungi dari pertumbuhan bakteri dan jamur, serta mencegah munculnya bau tidak sedap selama haid. Jadi, temukanlah pembalut yang sesuai dengan kebutuhan.

  • Gunakan pembalut yang tidak beraroma.

Disarankan memilih pembalut yang tidak mengandung pewangi atau parfum, terlebih jika kulit kita sensitif. Tambahan parfum pada pembalut hanya akan membuat kulit area kewanitaan rentan mengalami gatal-gatal dan terjadi keputihan. Disarankan memilih produk pembalut yang berlabel hipoalergenik, karena produk jenis ini dianggap lebih aman untuk pemilik kulit sensitif.

  • Pembalut dengan antibakteri alami.

Untuk mendapatkan perlindungan ekstra, kita bisa menggunakan pembalut yang memiliki kandungan bahan alami, salah satunya adalah daun sirih. Daun sirih sudah sejak lama diketahui memiliki kandungan antiseptik. Tak heran bila kandungan yang terdapat di dalam daun sirih kerap digunakan untuk mencegah infeksi dan iritasi pada luka. Meski demikian, bukti klinis terkait efektivitas daun sirih dalam mencegah iritasi dan infeksi masih perlu diteliti lebih lanjut.

Apabila mengalami tanda infeksi atau iritasi pada miss V, sesegera mungkin berkonsultasi ke dokter. Selalu jaga kebersihan organ kewanitaan atau miss V kita secara rutin, terutama saat menstruasi. (Hn)

 

 

 

 

 

Referensi               :

  1. Riska Phonna, Farah Diba, Yuswardi, Maulina. 2017. Upaya Menjaga Kebersihan Saat Menstruasi pada Remaja Putri. Idea Nursing Journal, Vol. IX No. 2 2017, ISSN : 2087-2879.
  2. Kyle & Susan. 2014. Buku Ajar Keperawatan Pediatrik. Edisi 2, Volume 1. Jakarta. EGC.
  3. Rohan, Siyoto. 2013. Buku Ajar Kesehatan Reproduksi. Yogyakarta : Nuha Medika.
  4. Suryati. 2012. Perilaku Kebersihan Remaja Saat Menstruasi. Jurnal Health Quality Vol. 3 No. 1, Nop 2012, Hal. 54 – 65.