Posted by Sub Bagian Hukormas at November 14, 2018 2:32 pm Informasi Kesehatan

Klaten – Penyakit infeksi masih menjadi masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian khusus. Salah satu tatalaksana untuk penyakit infeksi adalah dengan pemberian antimikroba. Dengan semakin luasnya pemakaian antimikroba,khususnya antibiotic, telah menyebabkan timbulnya masalah resistensi terhadap antibiotik. Program pengendalian resistensi antimikroba (PPRA) adalah program untuk mengendalikan penggunaan antimikroba yang bertujuan untuk menekan resistensi antimikroba. Dalam SNARS 2018, disebutkan bahwa PPRA harus melaksanakan program yaitu meningkatkan pemahaman staf, pasien dan keluarga tentang resistensi antimikroba, pengendalian penggunaan antibiotik, surveilans pola penggunaan antibiotik, surveilans pola resistensi antimikroba, dan forum kajian pasien terintegrasi.

Upaya untuk mencegah meningkatnya mikroba resisten dapat dilakukan dengan mencegah munculnya mikroba resisten akibat proses seleksi melalui penggunaan antibiotic secara bijak dan mencegah penyebaran mikroba resisten melalui penerapan kewaspadaan standar. Untuk menambah wawasan dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya penggunaan antibiotic secara bijak dalam upaya mencegah meningkatnya masalah resistensi terhadap antibiotik maka pada hari ini, Rabu (14/11), RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro melalui Tim PPRA dan Bagian Pendidikan Dan Pelatihan menyelenggarakan kegiatan In House Training Pengendalian Resistensi Antimikroba.

Kegiatan yang bertempat di Aula Gedung IGD Lantai 3 ini dibuka langsung  oleh Direktur Umum, SDM dan Pendidikan, Drs. Amrizal M, Apt, M.Kes, MARS, dengan peserta sebanyak 60 orang yang terdiri dari Dokter Umum, Dokter Spesialis, Perawat dan Apoteker.