Imun Tubuh dan Herd Immunity

PKRS RSST – Pandemi global COVID-19 belum berakhir. Namun, sikap dan kepatuhan masyarakat dalam menjaga protokol selama pandemi sangat minim dan menimbulkan isu akan “herd immunity”. Apa sebenarnya herd immunity, dan bagaimana sebenarnya sistem imunitas tubuh bereaksi pada COVID-19?

Jumlah penderita Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) atau COVID-19 di Indonesia hingga Selasa, 24 November 2020 mencapai 506.302 orang dan menyebabkan 16.111 kematian.

Proses pengembangan dan penemuan vaksin COVID-19 yang belum selesai serta kepatuhan masyarakat yang minim, menimbulkan isu akan “herd immunity”. Herd immunity merupakan kekebalan kawanan / kekebalan kelompok / populasi atau kekebalan tidak langsung yang diperoleh kelompok minoritas dari suatu populasi terhadap suatu penyakit infeksi dan mewakili sejauh mana masyarakat rentan atau tidak terhadap penyakit menular sebagai akibat dari anggota populasi telah memperoleh kekebalan aktif, baik dari infeksi sebelumnya atau profilaksis imunisasi (Reid and Goldberg, 2012).

Adanya umpan balik pada dinamika penyakit menular, menyebabkan risiko infeksi dari satu individu secara bersamaan akan meningkat untuk orang lain di suatu populasi, tetapi juga mengurangi jumlah individu yang rentan terjangkit karena itu individu yang terinfeksi akan memiliki kekebalan individu (Metcalf, Graham, Grenfell, and Ferrari, 2015).

Sebuah mikroorganisme (bakteri / virus) harus menginfeksi suatu populasi hingga melebihi ambang populasi rentan agar berhasil menyebar. Sebaliknya, jika populasi itu telah memiliki imun (dengan vaksinasi atau infeksi alami) melebihi ambang insiden dari patogen akan menurun. Akibatnya kecil kemungkinan seorang individu terkena infeksi (Metcalf, Graham, Grenfell, and Ferrari, 2015).

Herd immunity tidak bisa dikatakan sebagai penanganan yang relevan untuk COVID-19. Herd immunity sesungguhnya merupakan sesuatu yang harusnya didapatkan melalui langkah imunisasi. Butuh ambang minimal imunitas yang besar untuk mencapai herd immunity, dan ini sangat tidak etis untuk dilakukan karena kita harus membiarkan individu dalam jumlah besar (rata-rata 80% individu harus terinfeksi) untuk terinfeksi (Murti, 2019).

Pandemi COVID-19 terjadi karena ada penemuan dan mutasi baru dari virus SARS-CoV menjadi sangat infeksius dan virulensi tinggi, ini menjadi tantangan masyarakat karena pasien yang dalam masa inkubasi dan terdeteksi negatif palsu dapat menyebarkan virus. Langkah pencegahan menjadi poin utama yang harus dipahami semua orang.

Tenaga kesehatan dan mayoritas masyarakat harus memahami sistem imunitas tubuh dan mekanisme alamiah virus di dalam tubuh.

Pada masa pandemi seperti ini, sistem kekebalan tubuh atau imunitas tubuh yang merupakan kekuatan pertahanan tubuh untuk melawan bakteri / virus harus ditingkatkan. Karena meningkatkan imunitas tubuh adalah salah satu kunci agar tidak tertular Virus COVID-19.

Hal-hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh, adalah sebagai berikut :

Makan makanan bergizi seimbang.

Makan makanan bergizi sangat penting untuk membangun kekebalan tubuh yang kuat agar terlindung dari infeksi virus serta memberikan perlindungan ekstra bagi tubuh.

Cuci tangan dengan air mengalir dan sabun.

Mencuci tangan merupakan pilar utama untuk mencegah infeksi yang masuk melalui tangan karena tangan merupakan sumber penularan kuman secara langsung ataupun tidak langsung.

Rutin berolahraga

Berolahraga dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan sistem metabolisme. Berolahraga secara teratur dapat meningkatkan produksi antibodi. Selain itu berolahraga membantu mengeluarkan racun dari tubuh.

Upayakan untuk meningkatkan imunitas tubuh serta selalu patuhi protokol kesehatan 3M (Memakai masker dengan benar, Menjaga jarak dan jauhi kerumunan, serta Mencuci tangan pakai air mengalir dan sabun), untuk melindungi diri dan keluarga dari COVID-19… (Hn)

 

 

 

 

 

Referensi               :

  1. Rina Tri Handayani, Dewi Arradini, Aquartuti Tri Darmayanti, Aris Widiyanto, Joko Tri Atmojo. 2020. Pandemi COVID-19, Respon Imun Tubuh, dan Herd Immunity. Jurnal Ilmiah Permas : Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Volume 10 No 3, Hal 373- 380.
  2. Kementerian Kesehatan RI. Panduan Gizi Seimbang Pada Masa Pandemi COVID-19 (Lindungi Keluarga). 2020.
  3. https://www.instagram.com/kemenkes_ri/
  4. https://covid19.go.id/