PKRS RSST – Angka kasus COVID-19 di Indonesia semakin meningkat dari hari ke hari. Per 15 Desember 2020, 629.429 pasien dinyatakan terkonfirmasi positif COVID-19. Tercatat sudah 34 provinsi dan 501 kabupaten/kota yang terinfeksi virus COVID-19.

Di tengah pandemi COVID-19 ini pun banyak hoax-hoax yang beredar di masyarakat. Data dari Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) telah menemukan informasi 163 hoax yang berkaitan dengan Virus Corona di Indonesia.

Akhir-akhir ini juga beredar informasi mengenai “Minum Minyak Kayu Putih Sembuhkan COVID-19?

Informasi yang berkembang yaitu mengoleskan minyak kayu putih ke dada dan meminum secangkir teh panas yang sudah diteteskan minyak kayu putih dapat menyembuhkan pasien positif COVID-19.

Benarkah demikian?

HOAX

Kenapa hoax? Yang pasti ada yang perlu diluruskan dari informasi ini. Sebab, hingga saat ini, belum ada penelitian ilmiah yang menunjukkan bahwa minyak kayu putih bisa membunuh virus COVID-19.

Minyak kayu putih berasal dari tanaman asli Australia, eucalyptus atau kayu putih. Minyak kayu putih digunakan sebagai antiseptik alami, pengharum, hingga bahan kosmetik.

Eucalyptus merupakan genus tanaman dari famili Myrtaceae. Eucalyptus sering digunakan sebagai tanaman obat. Salah satu spesies yang digunakan sebagai obat yaitu Eucalyptus globulus. Tanaman ini berasal dari Australia dan Tasmania serta terdistribusi di daerah tropis dan subtropis. Minyak esensial yang diperoleh dari daun Eucalyptus globulus, dimanfaatkan daunnya sebagai obat TBC paru-paru, diabetes, obat pilek, antiseptik, asma, desinfektan, terapi malaria, antibakteri, antifeedant, anti fungi, pengusir serangga atau repellant sedangkan untuk batang dimanfaatkan sebagai antivirus.

Pernah ada penelitian bahwa eucalyptus efektif untuk membunuh virus betacorona, tetapi bukan virus COVID-19, SARS-CoV-2. Virus Corona, SARS-CoV-2 memang termasuk dalam virus betacorona, tetapi ini termasuk betacorona yang lebih baru dan khusus. Jadi penelitian itu bersifat in vitro, (eucalyptus) membunuh virus betacorona, tetapi baru sebatas itu. Dan hingga saat ini pun belum ada pembuktian klinis untuk validasinya sebagai obat COVID-19. Masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut bahwa bahan baku minyak kayu putih, dapat membunuh virus COVID-19, yakni SARS-CoV-2.

Jadi, meminum minyak kayu putih tidak dapat menyembuhkan COVID-19. Bahkan, jika diminum dalam jumlah banyak dapat menimbulkan efek keracunan, seperti keringat berlebihan, meningkatkan denyut jantung, mual, muntah, diare, pusing kepala, gangguan pernapasan, gangguan aliran darah, hingga alergi dermatitis kontak udara.

Tetap hati-hati dengan hoax. Penting untuk selalu teliti terlebih dahulu sumbernya dan saring sebelum sharing. (Hn)

 

 

 

 

 

Referensi               :

  1. Liza Fauziyyah Koswandy, Zelika Mega Ramadhania. 2016. Kandungan Senyawa Kimia dan Bioaktivitas dari Eucalyptus Globulus Labill. Diambil dari http://jurnal.unpad.ac.id/farmaka/article/view/10815.
  2. https://covid19.go.id
  3. https://kominfo.go.id