Agus Suharto, S.Kep.Ners – Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit jenis baru yang disebabkan oleh Virus SARS-CoV-2. Angka kejadian kasus COVID-19 semakin meningkat, gejala-gejala yang dialami biasanya bersifat ringan dan muncul secara bertahap. Gejala COVID-19 yang paling umum adalah demam, rasa lelah, dan batuk kering. Menurut data dari negara-negara yang terkena dampak awal pandemi, 40% kasus akan mengalami penyakit ringan, 40% akan mengalami penyakit sedang termasuk pneumonia, 15% kasus akan mengalami penyakit parah, dan 5% kasus akan mengalami kondisi kritis. Pada kasus berat akan mengalami Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS), sepsis dan syok septik, gagal multi-organ, termasuk gagal ginjal atau gagal jantung akut hingga berakibat kematian. Orang lanjut usia (lansia) dan orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya seperti tekanan darah tinggi, gangguan jantung dan paru, diabetes dan kanker berisiko lebih besar mengalami keparahan.

Pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit membutuhkan perawatan isolasi rata-rata lebih dari 14 hari. Isolasi membuat beberapa pasien berdampak pada psikologi, seperti takut dan kecemasan.

Pengertian Kecemasan

Kecemasan merupakan suatu perasaan subjektif, kecemasan adalah rasa takut atau khawatir pada situasi tertentu yang sangat mengancam yang dapat menyebabkan kegelisahan karena adanya ketidakpastian dimasa mendatang serta ketakutan bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi.

Gejala Kecemasan :

  1. Gejala behavioral : berperilaku menghindar, terguncang, melekat dan dependen.
  2. Gejala kognitif : khawatir tentang sesuatu, perasaan terganggu akan ketakutan terhadap sesuatu yang terjadi di masa depan, keyakinan bahwa sesuatu yang menakutkan akan segera terjadi, ketakutan akan ketidakmampuan untuk mengatasi masalah, pikiran terasa bercampur aduk atau kebingungan, sulit berkonsentrasi mengenai ketegangan mental yang menggelisahkan sebagai reaksi umum dari ketidakmampuan mengatasi suatu masalah atau tidak adanya rasa aman.
  3. Gejala-gejala yang bersifat fisik : jari tangan dingin, detak jantung makin cepat, berkeringat dingin, kepala pusing, nafsu makan berkurang, tidur tidak nyenyak, dada sesak.
  4. Gejala yang bersifat mental : ketakutan merasa akan ditimpa bahaya, tidak dapat memusatkan perhatian, tidak tenteram, ingin lari dari kenyataan.

Salah satu cara dalam menurunkan angka kecemasan adalah dengan hipnoterapi. Hipnoterapi merupakan salah satu cabang ilmu psikologi yang mempelajari pemanfaatan sugesti untuk mengatasi masalah psikologis yang meliputi pikiran, perasaan dan perilaku. Hipnoterapi merupakan suatu aplikasi modern dalam teknik kuno yang mengaplikasikan trance-hypnosis. Penerapan hipnoterapi akan membimbing klien untuk memasuki kondisi trance (relaksasi pikiran) agar dapat dengan mudah menerima sugesti yang diberikan oleh hipnoterapis. Dalam kondisi trance, pikiran bawah sadar klien akan diberikan sugesti positif guna melakukan penyembuhan gangguan psikologis atau dapat pula digunakan untuk mengubah pikiran, perilaku, dan perasaan agar menjadi lebih baik (As’adi, 2011).

Tahap Hipnoterapi :

  1. Preparation

Pada tahap ini, hipnoterapis melakukan pendekatan terhadap klien untuk membangun hubungan positif dan rasa saling pengertian antara klien dan hipnoterapis.

  1. Therapeutic Trance

Pada tahap ini hipnoterapis memberikan sugesti kepada klien untuk menemukan cara pemecahan masalah oleh klien sendiri. Pada tahap ini hipnoterapis memberikan pandangan-pandangan positif kepada klien agar dapat mencapai keadaan penerimaan diri yang baru dan memunculkan kreativitas dalam diri mereka.

  1. Ratification of Therapeutic Change

Pada tahap ini hipnoterapis memastikan sejauh mana sugesti memberikan pengaruh terhadap pemahaman dan perubahan perilaku klien.

Manfaat Hipnoterapi

Erickson dan Rossi mengemukakan bahwa hipnoterapi bermanfaat untuk :

  1. Mengubah fungsi sensori-perseptual (masalah nyeri dan kenyamanan).
  2. Mampu mengatasi rasa sakit, dan membuat seseorang merasa nyaman.
  3. Mampu mengatasi penyakit somatic berupa trauma akibat kecelakaan fisik, operasi, kanker dan sebagainya.
  4. Mampu mengatasi masalah psikosomatik berupa kecemasan, mengatasi masalah trauma dan mengatasi phobia.

Berdasarkan pemapaan di atas terdapat begitu banyak manfaat yang dapat diperoleh dari hipnoterapi mulai dari masalah kejiwaan hingga gangguan kesehatan. Hipnoterapi dapat menurunkan skor kecemasan pasien COVID-19 yang dilakukan isolasi di rumah sakit.

 

 

 

 

 

Referensi :

  1. Arif, A. 2011. The Handbook of Hypnotherapy. Jakarta : Gramedia.
  2. As’adi, M. 2011. Melakukan Hipnoterapi Agar Daya Ingat Anda Sekuat Cakram. Yogjakarta : Diva Pers.
  3. Cascella M, Rajnik M, Cuomo A, Dulebohn SC, Di Napoli R. 2020. Features, Evaluation and Treatment Coronavirus (COVID-19). StatPearls.
  4. Kemenkes RI. 2020. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (COVID-19). Germas.
  5. Home C., Types HC. 2020. Human Coronavirus Types Common Human Coronaviruses Other Human Coronaviruses.