Agus Suharto, S.Kep.Ners – Dysmenorrhea berasal dari bahasa Yunani, dys yang berarti sulit, nyeri, abnormal, meno berarti bulan, dan rrhea berarti aliran. Dysmenorrhea atau dismenorea dalam bahasa Indonesia berarti nyeri pada saat menstruasi. Hampir semua wanita mengalami rasa tidak enak pada perut bagian bawah saat menstruasi. Namun, istilah dismenorea hanya dipakai bila nyeri begitu hebat sehingga mengganggu aktifitas dan memerlukan obat-obatan. Uterus atau rahhim terdiri atas otot yang juga berkontraksi dan relaksasi. Pada umumnya, kontraksi otot uterus tidak dirasakan, namun kontraksi yang hebat dan sering menyebabkan aliran darah ke uterus terganggu sehingga timbul nyeri. Salah satu cara dalam menurunkan dismenorea adalah dengan hipnoterapi. Hipnoterapi menyebabkan relaksasi, sehingga tubuh akan mengeluarkan hormon endokrin yang menghambat signal nyeri di subtansia galatinosa (cornudorsalis medula spinalis). Hipnoterapi adalah salah satu penyembuhan yang menyeimbangkan sistem harmonisasi tubuh dengan mengatur kembali polapola negatif yang sering dilakukan, baik secara sadar maupun tidak secara sadar oleh terapis. Dengan memasuki pikiran bawah sadar klien, pola-pola negatif yang selama ini di lakukan oleh klien bisa dikoreksi dan di program kembali memberikan pandangan-pandangan baru yang bisa memberikan kenyamanan dan ketenangan secara jangka panjang. Menurut Gunawan (2012) manusia mempunyai dua macam pikiran, yaitu pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Peran dan pengaruh pikiran sadar terhadap diri kita adalah sebesar 12%, sedangkan pikiran bawah sadar mencapai 88%. Pikiran sadar dan bawah sadar sebenarnya saling mempengaruhi dan bekerja dengan kecepatan yang sangat tinggi. Hipnoterapi terdapat berbagai macam-macam fase dimana fase tersebut sangat mempengaruhi kinerja apa yang di inginkan untuk penyembuhan pasien.

Fase Hipnoterapi :

  1. Pre induction yaitu proses awal sebelum sesi hipnoterapi yang sangat penting dan bersifat kritis, serta menentukan kesuksesan sesi hipnoterapi.
  2. Induction sugesti untuk membawa klien dari normal state ke hipnotis state, atau dengan kata lain induksi akan membuat concious dari klien “sangat rilek”.
  3. Deepening merupakan cara membimbing klien untuk berimajinasi melakukan sesuatu kegiatan atau berada di suatu tempat yang mudah dirasakan oleh klien atau membimbing klien memasuki trance level lebih dalam. Deepening dapat berubah berimajinasi berada di alam atau tempat yang disukai.
  4. Depth level test dapat diartikan sebagai tingkat kedalaman hypnosis.
  5. Suggestion therapy adalah salah satu metode hipnoterapi yang paling sederhana. Prinsip suggestion therapy berupa cerita atau saran disampaikan oleh klien berkaitan dengan permasalahan klien dan biasanya dilakukan selama 15-20 menit.
  6. Hypnotherapeutic adalah suatu teknik hipnoterapi yang sesuai dengan permasalahan dan kondisi klien. Seluruh teknik hypnotherapeutic ini dapat dimanfaatkan secara bersama-sama untuk menghasilkan efek penyembuhan hipnotherapy dan dapat dimodifikasi sesuai dengan kultur atau belief dari klien.
  7. Termination suatu tahapan untuk mengakhiri proses hipnosis, konsep dasar termination untuk memberikan sugesti atau perintah agar seorang klien tidak mengalami kejutan psikologis ketika terbangun dari tidur hipnosis. Standar dari proses terminasi adalah membangun sugesti positif yang akan membuat tubuh seorang klien lebih segar dan rileks. Hipnoterapi dapat dipengaruhi oleh 2 (dua) faktor yaitu faktor fisiologis dan psikologis dimana faktor fisiologis yang berkaitan dengan kondisi fisik seseorang dan faktor psikologis dimana faktor tersebut berkaitan dengan kondisi mental atau emosi seseorang. Faktor psikologi merupakan cara yang digunakan untuk mengenali perasaan mereka, mengumpulkan dan menganalisis informasi, merumuskan pikiran dan pendapat dalam mengambil tindakan. Manusia mempunyai 2 (dua) macam pikiran, yaitu pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Peran dan pengaruh pikiran sadar terhadap diri kita adalah 12%, sedangkan pikiran bawah sadar mencapai 88%. Melalui hipnosis, pikiran atau ingatan seseorang dapat dieksplorasi yaitu hal-hal tidak menyenangkan yang mungkin disembunyikan pikiran sadar. Hipnosis akan mencari sumber dimana awal respon seseorang terhadap suatu hal. Ketika sesuatu terjadi pada seseorang, maka hal itu akan di ingat oleh tubuh dan emosi. Respon terhadap hal tersebut akan dilakukan berdasarkan ingatan awal kemudian respon yang dianggap tidak baik akan diganti dengan sesuatu yang baru atau pemograman positif sehingga menghasilkan perilaku baru seseorang. Ketika tahap pemikiran terpenting yang berkaitan dengan masalah, hipnoterapis akan memberikan saran dan masukan yang positif sehingga klien akan diminta untuk mengikuti saran-saran tersebut dan klien akan dikembalikan ke alam sadar dengan bimbingan hipnoterapis dan merilekskan klien sesudah dilakukannya hipnoterapi (The Indonesian Board of Hypnotrapi IBH, 2015). Menurut National Center for Complementary an Alternative Medicine (2012) Hipnoterapi merupakan penanganan nyeri yang dapat digunakan dalam penanganan dismenorea dengan efektif dan efisien. Hipnoterapi termasuk kedalam jenis terapi komplementer mind and body interventions. Hipnoterapi adalah aplikasi hipnosis dalam menyembuhkan gangguan mental dalam meringankan gangguan fisik. Dalam praktek di lapangan hipnosis telah terbukti secara medis bisa mengatasi berbagai macam gangguan psikologi maupun fisik. Menurut Gunawan (2012) hipnoterapi dapat menurunkan intesitas dismenorea dengan dua mekanisme. Mekanisme pertama adalah dengan menahan impuls nyeri di medulla spinalis sehingga impuls nyeri tidak dihantarkan ke thalamus. Tahap induksi dan deepening dalam kondisi relaksasi yang bertujuan agar otak memiliki gelombang theta. Pada kondisi relaksasi ini merangsang tubuh memproduksi analgetik endogen yaitu endophrin yang dapat menahan impuls nyeri di mudula spinalis. Mekanisme kedua adalah dengan mengubah persepsi nyeri di kortex serebri. Tahap sugesti dalam hipnoterapi merupakan tindakan untuk memberikan data baru masuk ke pikiran bawah sadar di system Data yang dimasukkan adalah data bahwa rangsang kontraksi yang dirasakan akan dipersepsikan sebagai rasa bahagia, rasa nyukur dan rasa yang diharapkan. Dalam kondisi tersadar dari sugesti, pikiran bawah sadar akan mempengaruhi kortek serebri. Ketika kortek serebri mendapatkan impuls kontraksi maka impuls itu akan dipersepsikan sebagai rasa bahagia dan rasa syukur.

 

 

 

 

 

Referensi :

  1. Arif, A. 2011. The Handbook of Hypnotherapy. Jakarta : Gramedia.
  2. As’adi, M. 2011. Melakukan Hipnoterapi Agar Daya Ingat Anda Sekuat Cakram. Yogjakarta : Diva Pers.
  3. Gunawan, A. W. 2012. Hypnotherapi The Art of Subconscious Restructuring. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.
  4. Susianti, D. A. 2015. Teori dan Konsep Dasar Hipnotherapy. Yogyakarta : Visi Media.
  5. Rival Yahya. 2017. Pengaruh Hipnoterapi Terhadap Penurunan Dismenorea Primer Pada Siswi SMA 1 Muhammadiyah Malang. FIK Universitas Muhamadiyah Malang.