Tim Promkes RSST – Data WHO 2015 menunjukkan 70% kematian di dunia disebabkan oleh Penyakit Tidak Menular, 45% nya disebabkan oleh penyakit jantung dan pembuluh darah, yaitu 17.7 juta dari 39,5 juta kematian. Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian utama di Indonesia dengan angka kematian (death rate) 37% di tahun 2013. Tahun 2030 diprediksi akan tetap sebagai penyebab utama kematian di dunia (23.3 juta orang). Negara dengan pendapatan rendah seperti Indonesia memiliki kontribusi terbesar, sekitar 80%.

Penyakit kardiovaskular atau yang biasa disebut penyakit jantung umumnya mengacu pada kondisi yang melibatkan penyempitan atau pemblokiran pembuluh darah yang bisa menyebabkan serangan jantung, nyeri dada (angina) atau stroke. Kondisi jantung lainnya yang mempengaruhi otot jantung, katup atau ritme, juga dianggap bentuk penyakit jantung (American Heart Association, 2017).

Jenis-jenis penyakit jantung menurut WHO (2016) ada beberapa jenis penyakit jantung, antara lain adalah :

  1. Penyakit Jantung Koroner

Penyakit  jantung  koroner  adalah  kelainan  pada  pembuluh  darah  yang menyuplai  otot  jantung.  Kondisi  yang  menjadikan  jantung  tidak  dapat memompa darah dengan baik merupakan hal yang sangat menakutkan untuk dialami  manusia  pada  umumnya.  Menjalani  pemeriksaan  rutin  merupakan tindakan utama untuk dapat terhindar dari terkena serangan penyakit jantung koroner ini.

  1. Penyakit Serebrovaskular

Serebrovaskular  (CVD) adalah  kelainan  pada  pembuluh  darah  yang menyuplai otak yang berupa penyumbatan, terutama arteri otak. Penyakit ini disebabkan oleh adanya gangguan pada  pembuluh darah otak, berupa penyumbatan ataupun pecah pembuluh darah otak, dan bukan disebabkan oleh penyakit lain seperti tumor otak, infeksi otak ataupun gangguan saraf perifer.

  1. Penyakit Arteri Perifer

Penyakit arteri perifer adalah sebuah kondisi penyempitan pembuluh darah arteri yang menyebabkan aliran darah ke kaki menjadi tersumbat. Penyempitan ini  disebabkan  oleh  timbunan  lemak  pada  dinding arteri  yang  berasal  dari kolesterol  atau zat  buangan lain (artheroma). Dalam kondisi  ini, kaki tidak menerima aliran darah yang memadai sehingga kaki terasa sakit, terutama saat berjalan (klaudikasio). Kendati demikian, penyakit arteri perifer yang paling ringan sekali pun mengindikasikan adanya masalah pada arteri di bagian lain pada tubuh, khususnya jantung.

  1. Penyakit Jantung Rematik

Jantung rematik adalah kerusakan pada otot jantung dan katup jantung dari demam rematik, yang disebabkan oleh bakteri streptokokus. Bagian jantung yang terkena dapat meliputi katup jantung maupun otot jantung. Gejala penyakit ini umumnya  terjadi  antara 1 hingga 6 bulan setelah bakteri streptokokus menyerang.

  1. Penyakit Jantung Bawaan

Penyakit  jantung  bawaan adalah kelainan struktur jantung  yang dialami sejak bayi dilahirkan. Kelainan ini terjadi pada saat janin berkembang dalam kandungan. Penyakit jantung bawaan  yang paling banyak ditemukan adalah kelainan pada septum bilik jantung atau dikenal dengan sebutan Ventricular Septal Defect  (VSD) dan kelainan pada septum serambi jantung atau lebih dikenal dengan nama Atrial Septal Defect (ASD).

  1. Gagal Jantung

Gagal jantung adalah kondisi saat otot jantung menjadi sangat  lemah sehingga tidak bisa memompa cukup darah ke seluruh tubuh pada tekanan yang tepat.

Berdasarkan American  Heart  Association  (2014)  faktor-faktor  penyebab penyakit jantung adalah sebagai berikut :

  1. Diet tidak sehat
  2. Kurang aktivitas
  3. Obesitas
  4. Minum-minuman beralkohol
  5. Merokok
  6. Tekanan darah tinggi
  7. Kolesterol tinggi
  8. Diabetes Mellitus
  9. Genetika dan riwayat keluarga
  10. Usia
  11. Ras atau etnisitas

Dengan perilaku dan aktivitas CERDIK diharapkan mampu mencegah terjadinya atau semakin parahnya Penyakit Tidak Menular (PTM), khususnya penyakit kardiovaskuler atau penyakit jantung.

Hidup sehat bebas penyakit jantung, pembuluh darah (kardiovaskuler), dan penyakit lainnya bisa kita dapatkan apabila menerapkan gaya hidup sehat ala CERDIK. “CERDIK” merupakan  akronim  dari  “Cek  kesehatan  secara  berkala,  Enyahkan asap rokok, Rajin aktifitas fisik, Diet sehat dengan kalori  seimbang, Istirahat yang cukup, dan Kelola stres”.

  • Cek Kesehatan Secara Berkala

Monitor tekanan darah, berat badan, tinggi badan, lingkar perut, dan perhatikan denyut nadi. Selain itu cek kadar kolesterol dan gula darah secara teratur.

  • Enyahkan Asap Rokok

Tidak ada salahnya bila mulai saat ini berhenti merokok, demi kehidupan yang lebih baik.

  • Rajin Aktivitas Fisik / Olahraga

Berolahragalah secara rutin setidaknya minimal selama 30 menit per hari sebanyak 3-5 kali per minggu.

  • Diet Sehat dan Seimbang

Konsumsi buah dan sayur 5 porsi per hari. Batasi konsumsi gula tak lebih dari 4 sendok makan per hari per orang dan garam tak lebih dari 1 sendok teh per orang per hari. Batasi pula konsumsi lemak atau minyak tak lebih dari 5 sendok makan per hari per orang.

  • Istirahat Cukup

Bagi orang dewasa, istirahatlah yang cukup dengan tidur selama 7-8 jam sehari.

  • Kelola Stres

Sering-seringlah rekreasi, relaksasi, berpikiran positif,dan bercengkrama dengan orang lain. (Hn)

 

 

 

 

 

Referensi :

  1. American Heart  Association.    Heart  Disease  and  Stroke  Statistics. AHA Statistical Update, p. 205.
  2. Bambang Dwiputra. 2018. Mengenali Tanda dan Gejala Serangan Dini Penyakit Jantung Koroner.
  3. Ivon Valentin, Sudirman, dan Ahmad Yani. Penyakit Jantung Koroner. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Palu.
  4. Yayuk Andriana. 2018. Determinan Perilaku “CERDIK” Sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Tidak Menular Pada Masyarakat Peserta Posbindu PTM. Jember.
  5. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2017 tentang Rencana Aksi Nasional Penanggulangan Penyakit Tidak Menular Tahun 2015-2019.
  6. http://promkes.kemkes.go.id/