Hari AIDS Sedunia

PKRS RSST – 1 Desember… Hari AIDS Sedunia diperingati setiap tanggal 1 Desember setiap tahunnya. Istilah HIV/AIDS pasti sudah sering kita dengar atau banyak kita temui di media sosial.

HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah sejenis virus yang menyerang / menginfeksi sel darah putih yang menyebabkan turunnya kekebalan tubuh manusia. AIDS atau Acquired Immune Deficiency Syndrome adalah sekumpulan gejala penyakit yang timbul karena turunnya kekebalan tubuh yang disebabkan infeksi oleh HIV. Akibat menurunnya kekebalan tubuh, maka orang tersebut akan sangat mudah terkena berbagai penyakit infeksi (infeksi oportunistik) yang sering berakibat fatal.

HIV dapat ditularkan melalui hubungan seks, transfusi darah, berbagi jarum suntik dan penularan ibu ke bayi (perinatal). Faktor risiko heteroseksual adalah yang tertinggi, yaitu 82,8%, diikuti oleh homoseksual sebesar 7,4% dan perinatal sebesar 4,0%. (Dwi and Tri, 2018).

Untuk kasusnya, di seluruh dunia pada tahun 2013 ada 35 juta orang hidup dengan HIV yang meliputi 16 juta perempuan dan 3,2 juta anak berusia <15 tahun. Jumlah infeksi baru pada tahun 2013 sebesar 2,1 juta yang terdiri dari 1,9 juta dewasa dan 240.000 anak berusia <15 tahun. Jumlah kematian akibat AIDS sebanyak 1,5 juta yang terdiri dari 1,3 juta dewasa dan 190.000 anak berusia <15 tahun.

Gejala-gejala HIV bervariasi tergantung pada tahap infeksi. Meskipun orang yang hidup dengan HIV cenderung paling menular dalam beberapa bulan pertama, banyak yang tidak menyadari status mereka sampai tahap selanjutnya. Beberapa minggu pertama setelah infeksi awal, individu mungkin tidak mengalami gejala atau penyakit seperti influenza termasuk demam, sakit kepala, ruam, atau sakit tenggorokan. Ketika infeksi semakin memperlemah sistem kekebalan, seorang individu dapat mengembangkan tanda dan gejala lain, seperti kelenjar getah bening yang membengkak, penurunan berat badan, demam, diare dan batuk. Tanpa pengobatan, mereka juga bisa mengembangkan penyakit berat seperti tuberkulosis, meningitis kriptokokus, infeksi bakteri berat dan kanker seperti limfoma dan sarkoma kaposi.

Pencegahan Penularan HIV/AIDS :

Secara Umum :

Lima cara pokok untuk mencegah penularan HIV (A, B, C, D, E) yaitu :

  1. A : Abstinence – memilih untuk tidak melakukan hubungan seks berisiko tinggi, terutama seks pra nikah.
  2. B : Be faithful – saling setia.
  3. C : Condom – menggunakan kondom secara konsisten dan benar.
  4. D : Drugs – menolak penggunaan NAPZA.
  5. E : Equipment – jangan pakai jarum suntik bersama.

Untuk Pengguna Napza :

Pecandu yang IDU dapat terbebas dari penularan HIV/AIDS jika mulai berhenti menggunakan Napza sebelum terinfeksi, tidak memakai jarum suntik bersama.

Untuk Remaja :

Tidak melakukan hubungan seks sebelum menikah, menghindari penggunaan obat-obatan terlarang dan jarum suntik, tato dan tindik, tidak melakukan kontak langsung percampuran darah dengan orang yang sudah terpapar HIV, menghindari perilaku yang dapat mengarah pada perilaku yang tidak sehat dan tidak bertanggung jawab. (Hn)

 

 

 

 

 

Referensi               :

  1. Kementerian Kesehatan RI. 2014. Pusat Data dan Informasi. Jakarta.
  2. Dwi, A. dan Tri, E. 2018. Correlation Analysis of HIV Stadium With Opportunistic Infection In Pregnant Women at Ibnu Sina General Hospital Gresik, a Person’s HIV positive status can only be proven by a voluntary blood test conducted by VCT (Voluntary Counseling and Testing). Communities can only know if PLWHA discloses HIV positive status to counselor with confidentiality. VCT is a major component i, 3 (2), pp. 76-83.
  3. World Health Organization-HIV Department. 2016. Global Summary of The HIV/AIDS Epidemic. Diambil dari : http://www.who.int/hiv/data/epi_core_2016.png?ua=1.
  4. http://repository.unimus.ac.id/2643/3/BAB%20II.pdf.
  5. http://eprints.undip.ac.id/43845/3/ELIZABETH_FAJAR_P.P_G2A009163_bab_2_KTIpdf.
  6. http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/2238/3/BAB%20II.pdf.