Tim Promkes RSST – Air bersih adalah salah satu kebutuhan dasar manusia yang seharusnya dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat tanpa terkecuali. Ketersediaan air yang mudah dijangkau dan berkelanjutan berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat, produktivitas ekonomi dan kualitas kehidupan masyarakat secara keseluruhan.

Air adalah salah satu elemen utama di bumi yang menjadi bagian tidak terpisahkan bagi seluruh manusia. Makhluk hidup tidak dapat hidup jika tidak ada air, sehingga air sangat dibutuhkan untuk menjaga kelangsungan makhluk hidup.

Manfaat air bersih dalam kehidupan sehari-hari adalah :

  1. Memenuhi cairan dalam tubuh.
  2. Membantu kegiatan sehari-hari.
  3. Terhindar dari berbagai jenis penyakit.
  4. Sebagai irigasi pertanian.

Salah satu bentuk Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah dengan menggunakan air bersih sehari-hari. Karena kualitas air dapat mempengaruhi kesehatan dan kehidupan sehari-hari.

Air yang digunakan sehari-hari antara lain untuk minum, memasak, mandi dan sebagainya harus dalam keadaan bersih sehingga dapat terhindar dari penyakit yang disebabkan karena kualitas air buruk (water borne dissease). Air mempunyai peranan penting dalam menularkan penyakit-penyakit yang disebut “Water Borne Disease” antara lain penyakit kolera, typoid fever, paratyphoid fever, disentri basiler, gatroenteritis, infantil diare dan leptospirosis. Di antara water borne disease yang sering menimbulkan epidemi ialah penyakit kolera, typhoid dan paratyphoid fever (Volk & Wheeler, 1989).

Dengan menggunakan air bersih dapat terhindar dari penyakit seperti diare, kolera, disentri, tipes, cacingan, penyakit kulit hingga keracunan. Maka sebaiknya bagi seluruh anggota keluarga dalam menggunakan air bersih setiap hari dan menjaga kualitas air tetap bersih di lingkungannya.

Di bawah ini beberapa kiat untuk menjaga kualitas air bersih antara lain :

  1. Pisahkan jarak antara sumber air dengan jamban dan tempat pembuangan sampah minimal 10 meter.
  2. Sumber mata air harus dilindungi dari bahan pencemar.
  3. Sumur gali, sumur pompa, kran umum dan mata air harus dijaga bangunannya supaya tidak rusak.
  4. Lantai sumur sebaiknya kedap air (diplester) dan tidak retak, bibir sumur dan dinding sumur harus diplester dan sumur ditutup.
  5. Ember penampung air dilengkapi dengan penutup dan gayung bertangkai, dijaga kebersihannya.
  6. Air harus dijaga kebersihannya dengan tidak ada genangan air di sekitar sumber air, dan dilengkapi dengan saluran pembuangan air, tidak ada kotoran, tidak ada lumut, pada lantai / dinding sumur.

Referensi        :

  1. Azhar Khadijah, Ika Dharmayanti, Athena Anwar. 2014. Pengaruh Akses Air Minum terhadap Kejadian Penyakit Tular Air (Diare dan Demam Tifoid). Pusat Teknologi Intervensi Kesehatan Masyarakat. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan Volume 17 Nomer 2.  Hal 108.
  2. https://promkes.kemkes.go.id/
  3. http://eprints.ums.ac.id/16359/3/