Tri Catur Nugrahasari, S.Gz – Tujuan Pembelajaran :

  1. Mengetahui makanan yang baik untuk ibu nifas / ibu menyusui (makanan untuk meningkatkan produksi ASI).
  2. Mengetahui seberapa penambahan makanan yang dibutuhkan untuk ibu menyusui.

Gizi Seimbang untuk Ibu Menyusui :

Sumber Karbohidrat

–      Saat 6 (enam) bulan pertama menyusui, kebutuhan ibu meningkat sebesar 65 gr per hari atau setara dengan 1 ½ porsi nasi.

Sumber Protein

–      Sangat diperlukan untuk peningkatan produksi air susu. Ibu menyusui membutuhkan tambahan protein 17 gr atau setara dengan 1 porsi daging (35 gr) dan 1 porsi tempe (50gr).

Sumber Lemak

–      Lemak berfungsi sebagai sumber tenaga dan berperan dalam produksi ASI serta pembawa vitamin larut lemak dalam ASI. Kebutuhan minyak dalam tumpeng gizi seimbang sebanyak 4 porsi atau setara dengan 4 sendok teh minyak (20gr). Lemak yang diperlukan untuk ibu menyusui yaitu lemak tak jenuh ganda seperti omega-3 dan omega-6.

Sumber Vitamin dan Mineral

–      Ibu menyusui membutuhkan lebih banyak vitamin dan mineral dari ibu hamil. Kadar vitamin dalam ASI sangat dipengaruhi oleh vitamin yang dimakan ibu, jadi suplementasi vitamin pada ibu akan menaikkan kadar vitamin ASI.

Beberapa pantangan makanan yang beredar di masyarakat :

Bagaimana dengan KAFEIN?

Kafein yang terdapat dalam kopi dan teh yang dikonsumsi ibu akan masuk ke dalam ASI sehingga akan berpengaruh tidak baik terhadap bayi karena metabolisme bayi yang belum siap untuk mencerna kafein. Konsumsi kafein pada ibu menyusui juga berhubungan dengan rendahnya pasokan ASI. Selain itu, ibu menyusui yang mengkonsumsi kafein lebih dari batas yang dianjurkan memiliki kandungan zat besi dalam ASI-nya 30% lebih rendah daripada ibu menyusui yang tidak minum kafein.

Namun, bila dikonsumsi masih dalam batas, kafein yang terdapat di dalam teh dan kopi akan dilewatkan ke dalam ASI dan kebanyakan bayi tidak terganggu oleh itu. Jika bayi Anda tidak tidur dengan baik atau mudah marah, Anda mungkin bisa mulai membatasi atau menghindari kafein. Bayi yang baru lahir mungkin lebih sensitif terhadap kafein dibanding bayi yang lebih tua.

Rangkuman :

  1. Makanlah sumber protein sebanyak 2-3 kali sehari seperti daging, telur, tempe dan kacang-kacangan.
  2. Makanlah 3 porsi perhari dari sayur-sayuran berwarna hijau hingga kuning.
  3. Makanlah 2-5 porsi buah perhari.
  4. Masukkan biji-bijian seperti roti gandum, pasta, sereal oatmeal dalam pengaturan makan anda.
  5. Dianjurkan untuk minum 1 atau 2 gelas susu setiap hari atau mengonsumsi produk susu sebanyak 3 porsi perhari.
  6. Pantangan dari kehamilan tidak berlaku untuk ibu menyusui.