Gizi Seimbang untuk Ibu Hamil, Mencegah Stunting Sejak Awal di 270 Hari Pertama Kehidupan

Tri Wiji Utami, S.Gz – Ibu dan anak merupakan sasaran utama Gerakan 1000 HPK. Intervensi 1000 HPK dilakukan pada 270 hari (9 bulan) masa kehamilan ibu dan 730 hari (usia 0-2 tahun). Bila pada periode ini kecukupan pangan yang bergizi dan berkualitas tidak diberikan maka pertumbuhan otak tidak optimal, imunitas yang kurang sehingga pada saat dewasa cenderung menderita penyakit tidak menular sehingga berpotensi menjadi tidak produktif.

Pengaruh Gizi pada Kehamilan

Keadaan gizi sebelum dan selama hamil mempengaruhi status gizi ibu dan anak. Pertumbuhan dan perkembangan janin sangat dipengaruhi oleh asupan gizi ibu, karena kebutuhan gizi janin berasal dari ibu. Kekurangan berbagai macam zat gizi selama masa kehamilan ini akan mempengaruhi status gizi ibu hamil. Beberapa risiko dapat terjadi jika ibu mengalami kurang gizi di antaranya adalah perdarahan, abortus, bayi lahir mati, bayi lahir dengan berat badan rendah, dan sebagainya. Kenaikan berat badan yang rendah selama kehamilan dan lingkar lengan yang kurang dari 23,5 cm merupakan penyebab langsung retardasi pertumbuhan intrauteri. Ketika seorang perempuan mengalami status gizi kurang (underweight) pada ibu hamil juga berdampak pada berat bayi lahir rendah (BBLR). Kelompok anak-anak yang berat badan waktu lahir <2500 gram cenderung prevalensi pendeknya lebih tinggi dari pada kelompok anak yang lahir normal.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa status gizi dan pola makan merupakan faktor yang mempengaruhi penambahan berat badan ibu hamil. Penelitian tentang hubungan status gizi dan pola makan terhadap penambahan berat badan ibu hamil yang dilakukan oleh Leny Budhi Harti, dkk di wilayah kerja Puskesmas Penujak Kecamatan Praya Barat Nusa Tenggara Barat menyimpulkan ada hubungan yang signifikan antara pola makan makanan pokok dan lauk hewani terhadap penambahan berat badan ibu hamil.

Nutrisi atau zat-zat gizi merupakan faktor penting yang mempengaruhi tumbuh kembang anak sejak awal kehidupan, karena nutrisi yang tepat dan seimbang mendukung perkembangan otak, sistem daya tahan tubuh dan pertumbuhan sejak dalam kandungan agar tetap optimal. Pada awal kehamilan, di rahim ibu (uterus) dibentuklah plasenta, kantong amnion dan tali pusar. Plasenta yang sehat diperlukan untuk memungkinkan janin bertumbuh kembang dengan baik.

Kenaikan berat badan bisa dijadikan indikator kesehatan ibu dan juga janinnya. Menurut Pudjiadi (2005) selama kehamilan, ibu akan mengalami kenaikan berat badan sekitar 10-12 kg, sementara ibu hamil dengan tinggi badan kurang dari 150 cm kenaikan berat badan cukup sekitar 8,8-13,6 kg (Arisman, 2001). Selama trimester I pertambahan berat badan sebaiknya sekitar 1-2 kg (350-400 gram/minggu), sementara trimester II dan III sekitar 0,34-0,5 kg/minggu. Untuk dapat mencapai kenaikan berat badan optimal, ibu hamil harus mengkonsumsi makanan yang seimbang dengan bahan makanan bervariasi.

Kebutuhan Zat Gizi Ibu Hamil

Kebutuhan gizi ibu hamil setiap semester berbeda, hal ini disesuaikan dengan pertumbuhan dan perkembangan janin serta kesehatan ibu. Ibu hamil memerlukan tambahan energi dan protein sesuai dengan usia kehamilan. Berikut merupakan jumlah penambahan yang harus dipenuhi selama hamil :

Selain energi dan protein, berikut zat gizi lain yang berperan penting selama masa kehamilan :

Pengaturan Makanan Selama Kehamilan

Untuk memenuhi kebutuhan zat gizi yang bertambah, diperlukan konsumsi makanan yang beragam dan memegang prinsip gizi seimbang. Gizi seimbang adalah susunan pangan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman pangan, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih dan memantau berat badan secara teratur dalam rangka mempertahankan berat badan normal untuk mencegah masalah gizi.

Pembagian Makanan Sehari

Bahan Makanan Sumber Zat Gizi

Sumber karbohidrat yaitu padi-padian atau serealia seperti beras, jagung, dan gandum; sagu; umbi-umbian seperti ubi, singkong, dan talas; serta hasil olahannya seperti tepung-tepungan, mi, roti, makaroni, havermout, dan bihun.

Sumber protein, yaitu sumber protein hewani, seperti daging, ayam, telur, susu, dan keju; serta sumber protein nabati sepeerti kacang-kacangan berupa kacang kedelai, kacang tanah, kacang hijau, kacang merah, dan kacang tolo; serta hasil oalahannya seperti tempe, tahu, susu kedelai, dan oncom.

Sumber zat pengatur berupa sayuran dan buah. Sayuran diutamakan berwarna hijau dan kuning jingga, seperti bayam, daun singkong, daun katuk, kangkung, wortel, dan tomat; serta sayur kacang-kacangan, seperti kacang panjang, buncis, dan kecipir. Buah-buahan diutamakan yang berwarna kuning jingga, kaya serat dan yang berasa asam, seperti pepaya, mangga, nanas, nangka, nangka masak, jambu biji, apel, sirsak dan jeruk.

Contoh Menu Sehari

Tips dan Pesan Gizi Seimbang untuk Ibu Hamil :

  1. Mengonsumsi aneka ragam pangan lebih banyak berguna untuk memenuhi kebutuhan energi, protein dan vitamin serta mineral sebagai pemeliharaan, pertumbuhan dan perkembangan janin serta cadangan selama masa menyusui.
  2. Membatasi makan makanan yang mengandung garam tinggi untuk mencegah hipertensi karena meningkatkan risiko kematian janin, terlepasnya plasenta, serta gangguan pertumbuhan.
  3. Minum air putih lebih banyak mendukung sirkulasi janin, produksi cairan amnion dan meningkatnya volume darah, mengatur keseimbangan asam basa tubuh, dan mengatur suhu tubuh. Asupan air minum ibu hamil sekitar 2-3 liter perhari (8-12 gelas sehari).
  4. Membatasi minum kopi, kandungan kafein dalam kopi meningkatkan buang air kecil yang berakibat dehidrasi, tekanan darah meningkat dan detak jantung meningkat. Konsumsi kopi yang dianjurkan paling banyak 2 cangkir kopi/hari.