Marjudi, A.Md.Gz – Generasi milenial yaitu mereka yang lahir antara tahun 1980 hingga 2000. Kemajuan jaman dan teknologi informasi membuat generasi ini akrab dengan semua hal yang cepat dan praktis pula, termasuk dalam hal makanan. Pola makan generasi ini pun akhirnya terbentuk sedemikian rupa mengikuti perkembangan yang terjadi.

Di era jaman yang semakin modern dan berkembangnya industri kuliner saat ini bisa dipastikan sebagian besar berangkat dari kebiasaan makan dari para generasi milenial. Pasalnya, generasi milenial sekarang bukan hanya menjadikan kegiatan makan sebagai salah satu kebutuhan pokok, melainkan juga sebagai kegiatan untuk mencari pengalaman baru. Nah, ingin tahu seperti apa pola makan dari generasi milenial? Berikut ini fakta-faktanya.

  • Paling sering makan makanan restoran.
  • Gemar minum minuman instan, botolan dan softdrink.
  • Mengganti makan berat dengan ngemil.
  • Hobi mencari makanan yang unik, enak, bahkan kalau bisa organik.
  • Sering melakukan diet yang salah.
  1. Makanan Cepat Saji

Makanan adalah kebutuhan pokok manusia. Dengan asupan makanan manusia dapat menghasilkan energi untuk beraktifitas sehari-hari. Pada era milenial saat ini, masyarakat dominan  memilih makanan cepat saji (fast food). Makanan cepat saji (fast food) ini menjadi sangat konsumerisme, mengapa? karena makanan tersebut sangatlah praktis dalam penyajian dan enak rasanya walaupun minim gizi.

Makanan siap saji tergolong makanan yang sangat digemari oleh masyarakat terutama kalangan remaja. Makanan tersebut mulai dari makanan ringan hingga makanan yang termasuk dalam makanan utama. Yang tergolong makanan siap saji, antara lain : hamburger, pizza, ayam goreng, spagetty, nugget, kentang goreng, dan lain lain.

Remaja merupakan golongan paling mudah terkena pengaruh dari luar. Makanan cepat saji cenderung lebih mengutamakan cita rasa enak dibanding kandungan gizi yang baik dan seimbang. Maka dari itu, makanan cepat saji lebih banyak peminat dari kalangan remaja terutama mahasiswa. Alasannya hanyalah cita rasa yang nikmat dilidah.

Faktor yang berpengaruh terhadap konsumsi makanan cepat saji :

  1. Uang saku, jika si remaja menyalahgunakan pemakaian uang yang untuk hal-hal yang kurang mendukung, maka peran uang adalah hanya sebagai pemuas hawa nafsu saja.
  2. Nongkrong, hanya menghabiskan waktu secara sia-sia, jika diambil sisi positifnya nongkrong berarti mengisi waktu luang dengan berdiskusi. Dan apabila dilihat dari sisi negatifnya nongkrong hanyalah sebagai pelepas penat saja dengan cara bekumpul dengan teman teman.

Dampak makanan siap saji :

Makanan siap saji menyebabkan beragam penyakit (merusak tubuh secara fisik. Dampak buruk dari kesehatan seperti obesitas, kenaikan berat badan, kadar gula darah tinggi, tekanan darah meningkat dan peningkatan kolestrol. Makanan cepat saji (fast food) memiliki kalori tinggi tapi nilai gizinya sedikit alias minim atau sama sekali tidak ada nilai gizinya. Makanan cepat saji biasanya lebih banyak mengandung kalori, gula, garam, dan lemak yang sangat tinggi.

Sebagai konsumen yang selektif makanan hendaknya mengutamakan nilai gizi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia. Informasi tentang gizi dan tentang kesehatan terkait dengan makanan siap saji yang diketahui oleh seorang konsumen sangat terbatas. Dan peluang mendapatkan informasi seputar kesehatan sangatlah terbatas.

Cara mengurangi makanan cepat saji yaitu dengan memilih menu nasi sebagai makanan pokok, kurangi porsi, minumlah banyak air putih atau jus buah, jangan mengkonsumsi makanan yang berlemak, mintalah salad buah sebagai tambahan asupan sayuran, kurangi kadar saus dan mayonise, kurangi frekuensi makanan cepat saji.

Asupan makanan yang mengandung tinggi serat sangat bermanfaat dan membantu memperlambat rasa lapar, sehingga menekan keinginan untuk tidak mengkonsumsi makanan berlemak dan menjadi dasar untuk menahan hasrat untuk menikmati makanan akan tertunda.

  1. Melakukan Diet yang Salah

Banyak orang melakukan diet dengan harapan bisa mendapatkan bentuk tubuh yang lebih ideal. Sayangnya, kurangnya pengetahuan tentang cara diet yang benar membuat banyak orang melakukan diet yang salah. Diet yang salah justru tidak akan membawa hasil dan manfaat. Malah sebaliknya, bisa berakibat buruk bagi tubuh dan kesehatan. Berikut ini ada berbagai kebiasaan diet yang salah yang sebaiknya kita hindari.

  1. Tidak sarapan pagi. Melewatkan waktu sarapan bukanlah cara diet yang dianjurkan. Pasalnya, hal ini membuat kita justru makan lebih banyak dengan porsi yang besar di siang harinya. Selain itu, melewatkan sarapan juga dapat menurunkan mood dan meningkatkan risiko obesitas. Keseimbangan gula dan insulin dalam tubuh juga akan terganggu sehingga tubuh selalu merasa lapar.
  2. Tidak menghiraukan kalori dari minuman. Minuman cepat saji mengandung kalori yang cukup tinggi. Bahkan, minuman yang berlabel “jus buah” pun bisa mengandung kalori dan gula yang sangat tinggi sehingga dapat menambah asupan kalori harian. Padahal saat melakukan diet, membatasi asupan kalori menjadi hal wajib yang perlu kita lakukan.
  3. Makan terlalu banyak protein dan lemak. Membatasi asupan karbohidrat dan meningkatkan protein serta lemak secara berlebih dapat membahayakan tubuh. Kondisi ini dapat merusak ginjal dan meningkatkan kadar kolesterol yang berakibat pada penyakit jantung serta stroke.
  4. Makan tanpa garam. Diet tanpa garam menjadi diet yang sedang populer. Namun, makan tanpa menambahkan garam sedikit pun justru dapat membahayakan tubuh. Pasalnya, tubuh tetap membutuhkan asupan garam terutama untuk produksi hormon tiroid, memelihara keseimbangan cairan tubuh, menjaga aktivitas sel saraf, kontraksi serta relaksasi otot, dan meningkatkan fungsi otak. Namun, asupan garam harian tidak boleh sampai berlebihan. Kelebihan garam juga bisa meningkatkan risiko hipertensi, stroke, jantung, dan juga masalah ginjal.
  5. Kekurangan serat. Diet dengan membatasi asupan kalori harian tanpa sadar juga menurunkan asupan serat harian. Padahal, serat sangat dibutuhkan untuk membantu menurunkan berat badan dengan cara menahan rasa kenyang lebih lama. Selain itu, serat juga berfungsi membantu melancarkan pencernaan.
  6. Memuntahkan kembali makanan yang telah dimakan. Kebiasaan memuntahkan kembali makanan yang telah dimakan secara paksa merupakan gangguan psikologis yang bisa membahayakan. Nantinya, efek samping yang dialami cukup serius seperti kulit dan rambut yang kusam, kerusakan kelenjar air liur, osteoporosis, gangguan menstruasi, gangguan irama jantung, sembelit, hingga gangguan emosi.
  7. Minum obat pelangsing tanpa pengawasan dokter. Banyak orang menggunakan berbagai cara untuk menurunkan berat badan; termasuk mengonsumsi obat pelangsing tanpa pengawasan atau resep dari dokter. Kebiasaan ini sangat membahayakan karena kandungan di dalam obat yang belum pasti aman justru dapat merusak organ tubuh hingga menimbulkan kematian.

Apa tandanya jika diet yang dilakukan ternyata salah?

Saat melakukan diet dengan cara yang tidak tepat, tubuh akan menunjukkan berbagai gejala penolakan seperti :

  • Perut yang kembung dan begah sepanjang hari.
  • Sembelit atau diare.
  • Merasa lapar sepanjang waktu.
  • Mood selalu buruk bahkan mudah mengalami depresi.
  • Merasa lelah dan tidak berenergi sepanjang hari.
  • Mudah kedinginan
  • Mudah lupa
  • Mudah terserang penyakit.
  • Kulit menjadi kusam.
  • Bibir pecah-pecah.
  • Rambut mudah rontok.

Lalu, seperti apa diet yang aman dan sehat?

  • Diet yang aman dan sehat adalah diet yang menerapkan gizi seimbang. Gizi seimbang yang dimaksud adalah mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral setiap hari dengan porsi dan jadwal yang sesuai.
  • Diet yang optimal juga tidak ditempuh dengan cara yang instan atau kilat. Tubuh perlu menyesuaikan diri dengan perubahan pola makan baru supaya hasilnya awet dan berat badan tidak cepat naik lagi.
  • Selain itu, dalam diet seimbang tak hanya jenis makanan yang perlu diperhatikan. Cara memasak juga membutuhkan perhatian khusus seperti mengurangi memasak dengan cara menggoreng dan lebih banyak memasak dengan cara direbus atau dikukus.