Geriatri Sehat, Kurangi Risiko Jatuh dengan Menari

Catarina Budi P, SST.FT, M.Fis – Proses penuaan (aging) adalah suatu proses menghilangnya secara perlahan-lahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri atau mengganti diri serta mempertahankan struktur dan fungsi normalnya, sehingga tidak dapat bertahan terhadap jejas (termasuk infeksi) dan memperbaiki kerusakan yang diderita. Proses penuaan dialami semua manusia secara alamiah. Penuaan ditandai perubahan yang terjadi pada sistem-sistem tubuh manusia seperti pada sistem muskuloskeletal, sistem persyarafan, sistem kardiovaskuler, dan panca indera.

  1. Gangguan pada saraf tepi, yang paling sering adalah neuropati. Secara khusus dipercaya adanya gangguan proprioseptis terkait pertambahan umur.
  2. Gangguan mata terkait penuaan berpengaruh pada kemampuan dan akurasi fungsi penglihatan. Beberapa penyakit yang sering dijumpai misalnya glaukoma dan katarak.
  3. Telinga, semakin tua terjadi penurunan fungsi dengar, ini berpotensi pada gangguan keseimbangan. Sistem keseimbangan pada lansia lebih rentan terganggu oleh trauma, infeksi dan penggunaan obat-obatan, serta iskemia.
  4. Reseptor sendi, bersama proses penuaan terjadi gangguan pada persendian (misalnya artritis) sehingga berdampak pada fungsi reseptor sendi dan berpengaruh pada penjagaan keseimbangan.
  5. Susunan Saraf Pusat, pada lansia terjadi gangguan yang berkaitan dengan proses penuaan seperti iskemia, demensia dan kerusakan otak karena hipertensi sehingga berdampak pada melambatnya pemrosesan input sensori di otak dan berdampak pada keseimbangan.
  6. Pada otot-otot postural biasa terjadi penurunan kekuatan seiring bertambahnya umur. Hal ini biasanya berhubungan dengan penurunan aktifitas, penyakit, pengobatan (misalnya dengan steroid), serta berkurangnya massa otot karena proses penuaan.

Pada lansia salah satu atau beberapa hal tersebut bisa terjadi. Adanya perubahan pada otot skeletal lansia juga menyebabkan bergesernya pusat gravitasi (center of gravity).

Perubahan-perubahan tersebut berdampak pada timbulnya gangguan pada lansia seperti gangguan keseimbangan, gangguan koordinasi, serta gangguan kognitif. Hal-hal tersebut menimbulkan berbagai permasalahan pada lansia, terutama masalah keseimbangan yang berdampak meninggiya resiko jatuh, penurunan performa akifitas hingga berkurangnya produkifitas lansia bahkan kematian.

Kejadian jatuh adalah hal yang biasa namun tidak bisa dianggap sepele karena kejadian ini dialami oleh sepertiga manusia di dalam tempat tinggalnya setiap tahun. Kejadian ini mengakibatkan rasa takut, cedera, ketergantungan, kebutuhan akan perawatan khusus, serta kematian. Beberapa kejadian jatuh dapat dicegah sehingga dampaknyapun dapat diminimalkan (Cayea, 2010).

Lansia memiliki rasa takut akan mengalami jatuh karena bisa mengakibatkan patah tulang dan rasa sakit, kematian, atau kemungkinan mengalami keterbatasan fisik dan psikologis. Jatuh juga  berkaitan  dengan kerentanan atau penyakit akut, sehingga hal ini menjadi masalah yang serius terhadap kesehatan masyarakat pada umumnya (Serra et al, 2016).

Latihan yang baik untuk meningkatkan keseimbangan lansia adalah latihan aktifitas dinamis (dynamic activities). Latihan fisik untuk lansia sangat diperlukan. Tanpa latihan bisa jadi kegiatan harian atau kejadian / hal yang tidak disadari seperti terpeleset, permukaan lantai / tanah yang tidak rata, perjalanan dan bahkan kebutuhan gerak sederhana seperti bangkit dari toilet pun akan menjadi sesuatu yang berat untuk dilakukan oleh lansia (Skeleton dan Dinan, 1999).

Beberapa literatur menyebutkan bahwa latihan pada lansia hendaknya merupakan latihan berulang yang intensif dan berkelanjutan (Douris et al, 2007). Untuk penatalaksanaan pencegahan jatuh yang efektif diperlukan latihan dengan intensitas, durasi dan frekwensi yang memadai, serta dilakukan pada kelompok target yang khusus. Latihan hendaknya juga bersifat spesifik (untuk masing-masing target) (Skeleton dan Dinan, 1999).

Program latihan pencegahan jatuh yang meliputi latihan mobilisasi dan kebugaran tubuh telah berhasil menurunkan angka kejadian jatuh pada lansia sebesar 35%-54%. Latihan-latihan ini dilakukan baik secara perseorangan, dalam kelompok maupun kombinasi dari keduanya yang dilakukan beberapa kali seminggu dengan target latihan kekuatan dan keseimbangan, terkadang ditambah dengan latihan endurance seperti berjalan (Hafstrom et al, 2015). Penelitian lain telah menemukan bahwa latihan tersupervisi bagi lansia harus meliputi latihan peningkatan aerobik, kekuatan, fleksibilitas, dan keseimbangan (Wong et al, 2001).

Latihan untuk lansia harus dilakukan tidak saja untuk mencegah kejadian jatuh tapi juga untuk mengurangi ketakutan akan jatuh dan depresi, yang mana kedua hal tersebut adalah masalah yang jamak dihadapi oleh mereka yang sering mengalami jatuh (Skeleton dan Dinan, 1999). Oleh karenanya perlu adanya rancangan latihan pencegahan jatuh yang menyenangkan dan mudah diingat oleh para lansia sehingga tujuan dan target yang diharapkan dapat dicapai dan berhasil dengan baik.

Salah satu yang dapat dilakukan adalah latihan dengan menari. Latihan dengan gerakan tarian adalah sesuatu yang menyenangkan bagi lansia, yang mana hal ini penting bagi mereka. Resnick dan Spielberg (2000) menunjukkan bahwa salah satu yang menyebabkan para lansia berhenti mengikuti latihan adalah karena bosan dan takut. Sebaliknya, mereka lebih memerlukan latihan yang menyenangkan untuk program latihan fisik mereka. Sebagaimana telah ditemukan bahwa latihan dengan gerakan tari dapat meningkatkan kemampuan fungsional tubuh, keseimbangan, koordinasi, fleksibilitas dan kecepatan gerak. Dalam penelitian lain juga dikemukakan bahwa latihan fisik termasuk dengan gerak tari dapat memberikan manfaat terhadap keseimbangan dan mobilitas sehingga dapat menurunkan resiko jatuh pada lansia (Mierzwa et al, 2016). Aktifitas fisik dengan tari tradisional dapat meningkatkan keseimbangan (Serra et al, 2016). Latihan gerak / menari secara aktif melibatkan otak melalui tubuh dengan intervensi yang berdampak pada peningkatan fungsi baik secara fisik maupun psikologis (Homann, 2010).