dr. Lucky Taufika Yuhedi, Sp.Onk.Rad – Alat deteksi COVID-19 dengan metode hembusan nafas yang dikenal dengan nama GeNose C19 saat ini sudah tersedia di poliklinik PIE (Penyakit Infeksi Emerging) RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten sejak April 2021.

Alat tersebut merupakan temuan tim ilmuwan dari Universitas Gajah Mada (UGM) untuk mendeteksi penyakit COVID-19 dengan cepat dan murah. Dimana sebelumnya alat ini diberi nama E-Nose yang merupakan sensor deteksi bau untuk mendeteksi kualitas produksi pertanian seperti kopi dan vanili lalu dikembangkan lagi untuk mendeteksi penyakit tuberkulosis paru dan pengguna narkoba. Penambahan G didepan E-Nose menjadi GeNose merupakan wujud dedikasi terhadap Universitas Gajah Mada.

Adapaun cara penggunaannya yaitu seseorang yang akan diperiksa diminta menarik nafasnya lalu menghembuskannya ke dalam kantung udara sebanyak 3 (tiga) kali. Alat ini dapat dipakai untuk mendeteksi dalam waktu kurang dari 4 menit sudah termasuk proses pengambilan udara hasil hembusan nafas. Sehingga jika dalam 1 (satu) jam dapat dilakukan pemeriksaan sebanyak 15 orang, maka dalam 6 jam alat ini dapat memeriksa 90 orang. Alat ini juga tidak memerlukan reagen kimia tertentu, hanya perlu alat diagnostik GeNose dengan software Deep Neural Network dan kantong udara saja.

Alat GeNose COVID-19 telah mendapatkan ijin edar dari Kementerian Kesehatan per tanggal 24 Desember 2020 dan juga didukung oleh Kementerian Riset dan Tekhnologi.

GeNose menggunakan piranti elektronik yang dilengkapi kecerdasan buatan yang dapat mempelajari (deep learning) sehingga semakin tinggi jam terbangnya akan meningkatkan akurasi hasil. Klaim dari para peneliti akurasi GeNose memiliki sensitivitas hingga 92% dan spesifisitas mencapai 96%. Alat ini mendeteksi virus COVID-19 melalui hembusan nafas dimana disitu terdapat hasil metabolisme virus atau Volatile Organic Compound (VOC). Jadi ada pola hembusan nafas yang berbeda antara orang yang sehat dengan orang yang terinfeksi COVID-19.

Jika seseorang dinyatakan positif paska pemeriksaan hembusan nafas dengan alat uji GeNose ini maka harus melanjutkan dengan pemeriksaan PCR swab untuk konfirmasi diagnosa.

Sejak awal Maret 2021 alat tersebut telah didistribusikan kebeberapa daerah, utamanya digunakan di beberapa institusi layanan publik mulai dari klinik kesehatan, laboratorium, rumah sakit, lembaga pendidikan, pemerintah daerah dan badan usaha milik negara, salah satunya di stasiun-stasiun kereta api yang memberlakukan pemeriksaan GeNose 19 sebagai syarat untuk menaiki kereta perjalanan jarak jauh.

Hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat pelaksanaan pemeriksaan adalah memastikan tidak ada risiko kontaminasi mengingat penularan COVID-19 sangat mudah, jangan sampai terjadi penularan pada saat pengujian sampel seorang pasien dengan pasien lainnya.

Saat ini alat GeNose juga telah diserahkan ke WHO untuk daat disertifikasi, sedangkan hingga saat ini alat deteksi yang masih menjadi standar adalah swab tes antigen, sedangkan untuk pemeriksaan yang menjadi baku emasnya adalah PCR swab. Di Indonesia sendiri saat ini berlaku aturan untuk pelaku perjalanan luar daerah yaitu wajib menunjukkan salah satu dari 3 hal berikut, yaitu :

  1. Hasil PCR Swab yang berlaku 3×24 jam.
  2. Hasil Swab Antigen yang berlaku 2×24 jam.
  3. Hasil Uji GeNose yang berlaku 1×24 jam.

GeNose merupakan piranti diagnosis hasil riset lokal anak bangsa Indonesia, semoga dengan semakin seringnya penggunaannya di lapangan membuat tim ilmuwan dapat membuat perbaikan-perbaikan berarti pada sistem kecerdasan buatan alat GeNose sehingga alat ini semakin sempurna.

Jika Anda memerlukan pemeriksaan GeNose di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten Anda dapat mengakses link pendaftaran http://bit.ly/GeNosersst, waktu pelayanan tiap hari Senin – Jumat jam 10.00 – 12.00 WIB dengan tarif Rp 40.000 (empat puluh ribu rupiah).

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Poli PIE (Penyakit Infeksi Emerging) di Nomer Telepon (0272) 321020 Ekstensi 156.