Posted by Instalasi Promosi Kesehatan dan Pemasaran at Januari 18, 2023 1:54 pm Informasi Kesehatan

Klaten, Senin 16 Januari 2022, Tim Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan siaran kesehatan dengan tema “Epistaksis atau Mimisan”. Narasumber Dr. dr. Budi Santosa, M.Sc, Sp.THT-KL,. Acara diselenggarakan di ruang radio sentral RSST.

Mimisan adalah perdarahan di dalam rongga hidung, bisa keluar lewat hidung depan maupun belakang, dapat terjadi pada segala umur yaitu anak-anak dan orang tua. Mimisan dapat terjadi pada salah satu atau kedua lubang hidung, lamanya bisa berbeda-beda, ada yang berlangsung selama beberapa detik. Umumnya mimisan bersifat ringan dan sering dapat berhenti sendiri tanpa memerlukan bantuan medis tetapi pada kasus yang berat walaupun jarang mimisan dapat menjadi suatu kegawatdaruratan bagian THT yang dapat berakibat fatal bila tidak segera ditangani.

Penyebab

  1. Lokal: Manipulasi jari, cabut bulu hidung, kelainan rongga hidung, trauma, hewan masuk
  2. Sistemik : Hipertensi, kelainan darah, kelainan pembuluh darah, badan panas dan lain- lain
  3. Lingkungan: alergi, kondisi lingkungan kering dan lain- lain
  4. Obat – obatan: anti nyeri, anti penggumpalan darah dan lain- lain
  5. Paparan bahan kimia yang menyebabkan iritasi pada hidung
  6. Penyakit : tumor, cidera

Gejala

Gejala yang muncul yaitu keluar darah dari hidung atau merasa ada rasa asin di tenggorok dan meludah ada darah.

Faktor risiko

a) Umur : anak, lansia

b) Penyakit lokal : tumor hidung

c) Penyakit sidtemik : Hipertensi, kelainan darah (Thalasemia)

Komplikasi

a) Kehilangan darah

b) Sumbatan nafas

c) Kurang darah / anemia

Pemeriksaan dokter

a) Anamnesis / pertanyaan terkait mimisan

b) Pemeriksaan fisik hidung: speculum hidung, endoskopi

c) Pemeriksaan darah

d) CT – Scan

Penanganan

  1. Penanganan mandiri: posisi duduk tegak, kepala agak diangkat, hidung dipencet, hidung disumbat, pernafasan melalui mulut
  2. Pengobatan rawat jalan : sumbat hidung (tampon), obat anti perdarahan, antibiotik, anti nyeri
  3. Perawatan di rumah sakit : sumbat hidung (tampon), ligase, Kauterisasi, anti perdarahan, antibiotik, anti nyeri.
  4. Perawatan di rumah sakit: sumbat hidung (tampon), ligase, kauterisasi, anti perdarahan, antibiotik, anti nyeri.

Pencegahan

1.Tidak mengorek lubang hidung

2.Hindari trauma hidung

3.Tidak membuang ingus terlalu kencang

4.Hindari tempat panas

5.Hindari bersin terlalu keras

6.Hindari aspirin

7.Minum obat alergi

8.Rutin minum obat seperti obat untuk pasien Thalasemia, Hipertensi

9.Melakukan pemeriksaan kesehatan anak secara rutin, terutama jika anak memiliki alergi

Daftar Pustaka

  • Husni T. R Teuku, Zikral Hadi. 2019. Pendekatan Diagnosis dan Tatalaksana Epistaksis. Bagian Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala dan Leher Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala RSUD Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Jurnal Kedokteran Nanggroe Medika Volume 2 Nomer 2.
  • Zulfiani Vina, dkk. 2017. Pria Usia 66 Tahun Dengan Epistaksis Posterior Et causa Hipertensi Derajat II. Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Medula Volume 7 Nomor 4.