dr. Prahesta Adi Wibowo, Sp.OT (K) Spine – ‘Saraf kejepit’ pada tulang belakang atau spinal stenosis lumbal merupakan suatu kondisi adanya penyempitan pada tulang belakang Anda. Kelainan ini memiliki tanda dan gejala antara lain : nyeri boyok yang menjalar sampai kaki, kesemutan pada kaki, dan cepat merasa capek dan sakit jika berjalan. Keadaan ini tentunya akan sangat mengganggu aktivitas sehari hari anda.

Kelainan saraf kejepit ini memiliki faktor risiko antara lain : pada pasien dengan aktivitas yang sering angkut-angkut barang, pasien yang sering bepergian jauh dengan motor sehari-hari, pasien dengan obesitas, pasien yang sering mengalami trauma ringan secara terus menerus, seperti pada pekerja bangunan. Hal ini tentunya membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Penanganan saraf kejepit tentunya telah mengalami perkembangan dari tahun ketahun. Penanganan pertama kali adalah dengan pemberian obat dan fisioterapi. Tentunya pasien dengan saraf kejepit yang ditangani dengan obat dan fisioterapi memiliki gejala yang ringan. Jika pemberian obat dan fisioterapi ini tidak membaik, maka pasien memerlukan penanganan lebih lanjut.

Saat ini sudah ada teknik terbaru untuk menangani saraf kejepit dengan metode endoskopi tulang belakang. Metode ini merupakan metode minimal invasive yaitu teknik pembebasan saraf kejepit dengan sayatan kecil (kurang lebih hanya 1 cm) dengan menggunakan bantuan kamera. Metode endoskopi tulang belakang ini tidak memerlukan implant (pen) sehingga pasien akan merasa lebih nyaman dan akan lebih cepat pulih untuk beraktivitas kembali.

Gambar 1. Gejala ‘saraf kejepit’ (spinal stenosis)

Gambar 2. Skematis saraf kejepit

Gambar 3. Teknik endoskopi tulang belakang

Gambar 4. Endoskopi tulang belakang di RSST