Her Kurniawati, A.Md.Gz – Diet penyakit ginjal kronik dengan hemodialisa adalah diet yang diberikan pada penderita ginjal kronik yang mendapat terapi pengganti Hemodialisa.

Tujuan Diet :

  • Mencukupi kebutuhan zat gizi sesuai kebutuhan perorangan agar status gizi optimal.
  • Menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit.
  • Menjaga agar penumpukan produk sisa metabolisme protein tidak berlebihan.

Syarat Diet :

  • Kalori harus cukup agar protein tidah pecah menjadi energi.
  • Protein diberikan cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh dan mengganti protein yang hilang pada setiap proses HD.
  • Membatasi bahan makanan sumber kalium terutama bila urin kurang dari 400 ml atau apabila kalium darah lebih dari 5,5 mg/liter.
  • Membatasi garam dan sumber natrium, bila ada penimbunan air dalam tubuh dan tekanan darah tinggi.
  • Konsumsi cairan disesuaikan dengan jumlah air kemih satu hari ditambah dengan 500 ml air.
  • Vitamin dan mineral harus ditambahkan dalam bentuk obat.

Bahan Makanan yang Dianjurkan :

  • Sumber energi : nasi, lontong, bihun, mie, makaroni, jagung, makanan yang dibuat dari tepung.
  • Sumber protein : dipilih yang bernilai biologik tinggi seperti telur, susu, daging, ikan, ayam.
  • Sumber vitamin dan mineral : seperti terung, tauge, buncis, kangkung, kacang panjang, selada, wortel, jamur, dan lain-lain dalam jumlah sesuai anjuran.

Bahan Makanan yang Dibatasi :

  • Sumber protein : kacang-kacangan dan hasil olahannya : tahu, tempe, kacang, kedelai, kacang hijau, kacang tolo.
  • Sumber vitamin dan mineral : sayur dan buah yang tinggi kalium.
  • Bahan makanan yang diawetkan : kornet, sarden.

Cara Mengatur Diet :

  • Makanlah secara teratur, porsi kecil tapi sering, ±  6 kali sehari.
  • Hidangkan makanan yang sebaik-baiknya dan menarik sehingga menimbulkan selera makan.
  • Pilihlah makanan sumber protein hewani sesuai jumlah yang ditentukan.
  • Makanan sumber protein nabati mempunyai mutu protein lebih rendah dibanding protein hewani => dibatasi.
  • Makanan tinggi kalori : madu, permen, sirup.
  • Makanan sumber kalium dibatasi, yaitu sayuran, buah-buahan, umbi-umbian.
  • Menghindari makanan berkadar kalium tinggi, yaitu kacang-kacangan, bayam, pisang, air kelapa/degan, alpukat, durian, nangka, kembang kol.
  • Bila jumlah air seni kurang dari normal, maka perlu membatasi cairan yang berasal dari makanan dan minuman.

Cara Mempersiapkan dan Mengolah Makanan :

  • Mengurangi kadar kalium dalam bahan makanan :

     Potong kecil-kecil bahan makanan.

     Rendam dalam air hangat minimal selama 2 jam.

     Buang air perendaman .

  • Cuci bahan makanan dalam air mengalir.
  • Semua sayuran harus dimasak dan tidak dianjurkan dimakan dalam keadaan mentah (lalapan).
  • Jika ada pembatasan garam, gunakan lebih banyak bumbu-bumbu seperti gula, asam dan bumbu dapur lainnya.
  • Untuk membatasi cairan, masakan lebih baik dibuat dalam bentuk tidak berkuah, seperti ditumis, dipanggang, dikukus, dibakar, digoreng.