Klaten, Rabu 11 Mei 2022, Tim Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan penyuluhan kesehatan dengan judul “Diet Penyakit Ginjal Kronik Dengan Hemodialisa ”. Narasumber Mawar Lestari, S.Gz. Acara diselenggarakan di ruang tunggu hemodialisa RSST.

Sahabat sehat mari kita ketahui apa yang dimaksud dengan diet penyakit ginjal kronik dengan hemodialisa adalah diet yang diberikan pada penderita ginjal kronik yang mendapat terapi pengganti Hemodialisa. Dengan tujuan mencukupi kebutuhan zat gizi sesuai kebutuhan perorangan agar status gizi optimal, menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit, menjaga agar penumpukan produk sisa metabolisme protein tidak berlebihan.

Apa saja syarat diet penyakit ginjal kronik dengan hemodialisa ?

-Kalori harus cukup agar protein tidah pecah menjadi energi

-Protein diberikan cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh dan mengganti protein yang hilang pada setiap proses HD

-Membatasi bahan makanan sumber Kalium terutama bila urin kurang dari 400 ml atau apabila Kalium darah lebih dari 5,5 mg/liter

-Membatasi garam dan sumber Natrium, bila ada penimbunan air dalam tubuh dan tekanan darah tinggi

-Konsumsi cairan disesuaikan dengan jumlah air kemih satu hari ditambah dengan 500 ml air

-Vitamin dan mineral harus ditambahakan dalam bentuk obat

Berikut ini adalah bahan makanan yang dibatasi :

-Sumber protein : kacang-kacangan dan hasil olahannya : tahu, tempe, kacang, kedelai, kacang hijau, kacang tolo.

-Sumber vitamin dan mineral : sayur dan buah yang tinggi Kalium

-Bahan makanan yang diawetkan : kornet, sarden

Antusias peserta sangat baik serta ada umpan balik pertanyaan dari pasien kepada narasumber.