dr. Kurnianto, Sp.P – Penyakit asma dalam bahasa Inggris disebut Reactive Way Disease (RAD) atau orang awam biasanya menyebut penyakit ini dengan ‘bengekan”. Penyakit asma merujuk pada sebuah kelainan dalam bentuk alergi yang memicu ketegangan, peradangan dan iritasi pembuluh bronchial sehingga berakibat timbul sesak nafas, batuk atau napas yang berbunyi.

Penyakit Asma dapat digolongkan sebagai berikut :

  1. Penyakit Asma Akibat Aspirin, yakni penyakit asma yang dipicu karena mengkonsumsi aspirin dan zat yang sejenis lainnya.
  2. Penyakit Asma Intrinsik, yakni penyakit asma yang disebabkan oleh infeksi dengan kombinasi rangsangan dari luar.
  3. Penyakit Asma Ekstrinsik, yaitu penyakit asma ini disebabkan oleh alergen yang sifatnya dihirup seperti serbuk bunga, bulu, jamur dan lain-lain.
  4. Penyakit Asma Campuran merupakan gabungan antara penyakit asma intrinsik dan penyakit asma ekstrinsik.
  5. Penyakit Asma Okupasi yaitu penyakit asma yang dipicu oleh alergi debu, gas dan berbagai asap buangan industri.

Penyakit Asma yang terjadi pada anak-anak sangat unik. Anak yang cenderung mengalami penyakit asma adalah anak-anak yang membawa gen tertentu pula sehingga hal ini menyebabkan alergi pada paru mereka.

Apabila saah satu dari orang tua memiliki riwayat pnyakit asma ataupun alergi, maka risiko salah satu penyakit ini diturunkan keanak mereka adalah 50%. Namun demikian jika keduanya pernah mengalami salah satu dari dua jenis penyait itu maka risiko diturunkan pada anak akan meningkat menjadi 80%.

Alergen yang memicu terjadinya asma yang umum terjadi pada anak-anak adalah debu, udara dingin, serbuk sari, bulu binatang pemeliharaan, jamur dan lainnya. Setiap anak memiliki kepekaan yang berbeda terhadap alergen tersebut. Faktor lain yang menjadi penyebab terjadinya penyakit asma adalah adanya infeksi virus. Infeksi virus juga menjadi salah satu pemicu penyakit asma yang tidak boleh dianggap sepele.

Berikut beberapa deteksi dini yang bisa dilakukan, dengan mengenali gejala asma pada anak  :

  1. Pada awalnya anak akan menderita sesak napas namun kondisi ini terjadi secara periodik, bukan hanya itu sesak napas ini juga akan disertai dengan nafas yang berbunyi.
  2. Rasa gatal mulai menyerang daerah dada atau tenggorokan.
  3. Batuk kering mulai menyerang di malam hari disertai pula dengan pilek.
  4. Gejala lebih lanjut dan parah adalah penderita sulit bernapas, terjadinya letargi yaitu kesadaran yang mulai menurun dan timbulnya warna biru pada kulit akibat kurang oksigen.

Jika ditemukan gejala-gejala seperti di atas, hendaknya orang tua membantu anak untuk melakukan penegakan diagnosis di dokter yang terpercaya. Selanjutnya baru bisa dicari metode pengobatan yang tepat guna bagi sang anak.

Penyakit asma ringan pada anak yang tidak terlalu sering berhadapan dengan alergen, biasanya dokter akan memberikan obat untuk menghilangkan gejala nafas berbunyi, nafas pendek, dan batuk. Bronchodilator biasanya diberikan pada anak dengan gejala penaykit asma ringan untuk melonggarkan aliran udara yang tersumbat.

Penyakit Asma yang lebih akut dan sering kambuh dimungkinkan sudah mulai terjadi peradangan. Oleh sebab itu obat anti radang biasa ditambahkan sebagai terapi pengobatan. Obat anti radang yang dipilih umumnya dari jenis steroid atau cortisteroid.

Pengobatan penyakit asama harus menyeluruh dan terukur. Kenapa? Pengobatan yang ala kadarnya hanya akan meninggalkan sesak napas, batuk serta napas berbunyi. Asma yang tidak diobati bisa menimbulkan kerusakan paru.

Peran orang tua dalam hal ini adalah mengetahui kondisi penyakit asma pada anak, jenis yang memicunya dan apa saja alternatif pengobatannya. Jika belum terlambat, pencegahan asma nantinya bisa diupayakan. Pencegahan asma yang pertama selalu dilakukan dengan menghindari alergen yang memicu terjadinya alergi, sebagai contoh jika anak elergi terhadap bulu kucing maka jangan perbolehkan anggota keluarga untuk memelihara binatang tersebut. Yang kedua adalah dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Kebersihan ini akan mencegah anak terhindar dari serangan infeksi saluran pernapasan jika asma mulai menyerang.

Bagaimana jika alergen sulit untuk dihindari? Alergen seperti serbuk bunga atau cuaca sangat sulit untuk bisa dihindari, oleh sebab itu maka penggunaan obat-obatan untuk asma mutlak diperlukan.

Beberapa tindakan pencegahan lain yang bisa anda lakuka apabila anak anda terserang penyakit asma.

  1. Dibutuhkan kesabaran, perencanaan yang ekstra keras dan hati-hati untuk mengelola pemicu asma yang untuk mencegah serangan asma.
  2. Hindari pemicu semaksimal mungkin, hindari alergen dan iritan yang dokter anak anda identifikasi sebagai pemicu asma.
  3. Larang merokok di sekitar anak anda. Paparan asap tembakau pada masa bayi merupakan faktor risiko yang kuat untuk asma anak, serta umumnya memicu serangan asma.
  4. Dorong anak anda untuk aktif. Selama asma anak anda terkontrol dengan baik, aktivitas fisik secara teratur dapat mengkondisikan paru untuk bekerja lebih efisien.
  5. Memiliki rencana, kerjasama dengan dokter anak anda untuk mengembangkan rencana tindakan asma, dan pastikan semua perawat anak anda -penyedia penitipan anak, guru, pelatih dan orang tua dari teman-teman anak anda- memiliki salinannya.

Beberapa rencana menggunakan peak flow meter yang dapat mendeteksi penurunan fiungsi paru-paru sebelum anak anda merasa gejala, memberikan anda informasi penting tentang cara untuk mengobati asma anak anda dari hari ke hari.