Tim PKRS RSST – Berdasarkan data angka sebaran kasus COVID-19 di Indonesia per tanggal 6 September 2020, jumlah kasus positif mencapai 194.109, sembuh 138.575, dan meninggal dunia 8.025. Semakin hari angka sebaran semakin mengalami peningkatan meskipun upaya pencegahan dan pengendalian COVID-19 sudah ditempatkan pada prioritas yang paling utama dalam segala kebijakan pemerintahan. Di sini pemerintah sudah berusaha dengan sangat luar biasa untuk menghadapi pandemi ini.

Virus Corona memang benar-benar tak pandang bulu, siapa saja bisa terkena selama ketahanan tubuh lemah. Miskin dan kaya, tua dan muda, dari rakyat jelata, atlet dan aktor ternama, hingga pemimpin negara dan keluarga kerajaan tidak ada yang luput dari COVID-19.

Beberapa pemberitaan dan literatur menyatakan COVID-19 akan berpengaruh besar kepada orang dengan usia lanjut. Namun, Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan beberapa peneliti sudah menyatakan anak-anak muda pun juga rentan terkena COVID-19 ini.

COVID-19 menyerang hampir seluruh kalangan usia tanpa memandang latar belakang. Meskipun usia di atas 50 tahun usia yang paling rentan, usia muda juga harus waspada. Di beberapa kasus, gejala Virus Corona pada usia muda kadang tidak terdeteksi dan infeksi Virus Corona pada anak muda umumnya tidak terlihat parah. Di sisi lain, hal ini menjadi kekhawatiran tersendiri. Dikarenakan anak muda menjadi faktor penyebab dalam penyebaran Virus Corona.

Hal pertama yang perlu diketahui adalah Virus Corona dapat menginfeksi semua kelompok umur dan jenis kelamin. Seluruh kalangan masyarakat harus sama-sama patuh dalam menerapkan protokol kesehatan, antara lain sebagai berikut :

Protokol Pencegahan dan Kontrol Terhadap Populasi Tertentu (LANSIA)

  1. Pastikan bahwa lansia memperoleh kesadaran akan perlindungan pribadi, langkah-langkah, persyaratan kebersihan tangan, hindari berbagi barang pribadi, memperhatikan ventilasi, dan menerapkan langkah-langkah disinfektan. Dorong lansia untuk sering mencuci tangan.
  2. Ketika lansia memiliki gejala yang mencurigakan seperti demam, batuk, sakit tenggorokan, sesak dada, dispnea, kelelahan, mual dan muntah, diare, konjungtivitis, nyeri otot, dan lain-lain. Langkah-langkah berikut harus diambil :
  3. Karantina sendiri dan hindari kontak dekat dengan orang lain.
  4. Status kesehatan harus dinilai oleh staf medis dan mereka yang memiliki kondisi kesehatan abnormal akan dipindahkan ke lembaga medis. Mengenakan masker bedah diperlukan dalam perjalanan ke rumah sakit, menghindari mengambil kendaraan umum jika memungkinkan, pendaftaran segera serta menerima observasi medis.
  5. Mengurangi pertemuan yang tidak perlu, pesta makan malam, dan grup lainnya.
  6. Jika ada lansia dengan gejala yang mencurigakan didiagnosis COVID-19, mereka yang berhubungan dekat harus menerima pengamatan medis selama 14 hari. Setelah pasien pergi (seperti rawat inap, kematian, dan lain-lain). Ruangan tempat dia tinggal dan kemungkinan bahan yang terkontaminasi harus diterapkan desinfeksi terminal tepat waktu. Prosedur disinfeksi khusus harus dioperasikan atau diinstruksikan oleh para profesional dari CDC lokal, atau pihak ketiga yang berkualifkasi. Tempat tinggal tanpa disinfeksi tidak disarankan untuk digunakan.

Protokol Pencegahan dan Kontrol Terhadap Populasi Tertentu (Anak-anak)

  1. Jangan pergi ke tempat-tempat ramai, dan jangan menghadiri pesta.
  2. Kenakan masker saat pergi keluar, dan ingat untuk mengingatkan orang tua dan kakek nenek untuk melakukannya.
  3. Pertahankan jadwal teratur dan diet sehat. Cuci tangan dengan seksama sebelum makan dan setelah buang air besar. Ikuti lebih banyak latihan di rumah bersama orang tua.
  4. Tutupi mulut dan hidung dengan handuk atau siku saat bersin atau batuk.
  5. Dengarkan orang tua dan cari perawatan medis segera jika demam atau sakit. (Hn)

 

 

 

 

 

Referensi :

  1. https://covid19.go.id/FG
  2. Pedoman Umum Menghadapi Pandemi COVID-19 Bagi Pemerintah Daerah (Pencegahan, Pengendalian, Diagnosis dan Manajemen). Tim Kerja Kementerian Dalam Negeri untuk Dukungan Gugus Tugas COVID-19.
  3. https://tirto.id/bagaimana-anak-muda-bisa-terinfeksi-corona-covid-19-tanpa-gejala-eHla.