Tim Promkes RSST – Dalam masa pandemi ini kita sebaiknya terus menjalankan dan menerapkan 3M sebagai protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19. Sedangkan pemerintah menjalankan 3T. 3T adalah Tracing, Testing, Treatment dengan dukungan dari masyarakat.

Menurut laman covid19.go.id, 3M dan 3T adalah satu upaya yang tidak dapat dipisahkan untuk memutus rantai penularan COVID-19. Hanya saja, penerapan praktik 3T masih perlu ditingkatkan pemahamannya di masyarakat, mengingat masyarakat lebih mengenal 3M yang kampanyenya dilakukan terlebih dahulu dan gencar.

3T adalah upaya untuk menekan penyebaran virus COVID-19, pemerintah juga memiliki gerakan 3T yaitu :

  1. Testing
  2. Tracing
  3. Treatment

Aksi 3T hendaknya dilakukan oleh otoritas terkait untuk melakukan pengujian, pelacakan, kemudian tindakan pengobatan atau perawatan kepada orang yang terpapar virus tersebut.

Dengan 3M dan 3T merupakan satu kesatuan, kita berupaya memutus mata rantai penularan COVID-19 dengan kita melindungi diri dan melindungi sesama.

3T dikenal dengan Testing, Tracing, dan Treatment atau dalam Bahasa Indonesia disebut dengan tes, telusur, dan tindak lanjut. Berikut adalah penjelasan dari 3T yaitu :

  1. T yang pertama : Testing (Tes)

Adalah pemeriksaan dini guna mengetahui kondisi seseorang sudah terjangkit COVID-19 atau tidak. Hal ini sangat penting agar tindakan lebih lanjut atau perawatan dapat diterima / dilakukan dengan cepat. Dengan testing potensi penularan dapat diperkecil.

Tes (pemeriksaan) dilakukan bila kontak erat atau kontak langsung dengan penderita COVID-19. Masyarakat diharapkan bersedia melakukan tes atau pengecekan kesehatan jika diperlukan.

Bila merasa tidak enak badan sebaiknya datang ke Puskesmas atau ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan. Setelah menjalani tes dan bila hasilnya positif (COVID-19) beberapa hal yang perlu dilakukan yaitu :

Informasikan kepada keluarga yang tinggal serumah :

  • Melapor kepada aparat setempat (petugas kesehatan, pak RT / RW, tim satgas setempat).
  • Informasikan kepada tim satgas setempat siapa saja yang berkontak erat.
  • Siapkan diri untuk menjalani isolasi selama 14 hari. Tetap berpikir positif dan semangat.
  • Siapkan keperluan selama isolasi mandiri.
  • Membuat jadwal harian selama isolasi seperti berolah raga, makan bergizi seimbang, istirahat.
  1. T yang kedua : Tracing (Telusur)

Telusur adalah proses mengidentifikasi siapa saja orang-orang yang telah berkontak dengan pasien positif COVID-19. Ini dilakukan untuk memutus rantai penyebaran virus COVID-19.

Setelah diidentifikasi, kontak erat pasien harus melakukan isolasi / karantina. Yang dimaksud dengan kontak erat adalah orang yang berdekatan dengan pasien COVID-19 dalam radius 1 m selama lebih dari 15 menit dalam 2 hari terakhir.

Dalam Telusur ada hal yang perlu dilakukan yaitu :

  • Mengidentifikasi waktu dan tempat dari orang-orang yang berkontak dengan pasien COVID-19.
  • Menginformasikan orang yang mungkin terpapar virus COVID-19 serta jika terkonfirmasi COVID-19 segera melakukan isolasi untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.
  1. T yang ketiga adalah Treatment (Tindak Lanjut)

Tindak lanjut adalah perawatan kepada pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19. Perawatan ada 2 yaitu cara isolasi di rumah sakit atau isolasi di rumah dengan pengawasan petugas puskesmas bagi yang positif (COVID-19) tanpa gejala.

Bagi yang bergejala seperti demam, batuk, sesak nafas atau flu perawatan dilakukan di rumah sakit. Bagi yang melakukan isolasi mandiri harus disiplin selama 14 hari dengan tetap menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), selalu bergembira dan bersyukur agar segera pulih kembali.

Setiap orang harus mengambil peran untuk pencegahan COVID-19 yaitu kooperatif dalam pelaksanaan 3T. Bila 3T tidak berjalan maka penyebaran virus tidak diketahui dan sangat mungkin akan terjadi ledakan kasus COVID-19. Tentunya hal tersebut tidak diinginkan oleh kita semua. Mungkin sudah ada yang bosan, lelah, apatis dengan kondisi ini tetapi kita tidak boleh menyerah marilah kita besama-sama memerangi musuh kita yang tidak kelihatan (SARS-CoV-2). Saatnya kita menjadi pahlawan untuk diri kita sendiri, keluarga dan masyarakat dengan disiplin 3M, mendapat vaksinasi dan terbuka untuk 3T. (Tn)

 

 

 

 

 

Referensi               :

  1. https://covid19.go.id
  2. https://promkes.kemkes.go.id
  3. https://covid19.patikab.go.id
  4. Jayanto Imam, Hosea Jaya Edy. 2020. PKM di Perum Puri Kelapa Gading Paniki Atas, Talawaan, Minahasa Utara, Sulawesi Utara tentang Edukasi Mencegah Penyebaran COVID-19. Program Studi Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sam Ratulangi Manado Sulawesi Utara, Penulis Korespondensi. Jurnal Pengabdian Multidisiplin Volume 2 Nomor 2. Hal. 15.