dr. Sholahuddin Rhatomy, Sp.OT (K) Hip & Knee – Seringkali kita mendengar istilah cedera ACL atau cedera Anterior Cruciate Ligament, tetapi tidak banyak yang memahaminya. Cedera ACL adalah cedera yang terjadi pada jaringan lunak yang menghubungkan tulang paha dan tulang kering. Cedera ACL dapat berpotensi mengganggu kestabilan pada sendi lutut dan sering menjadi ancaman bagi para atlet.

Cedera ACL sering dialami oleh atlet dan semua orang yang aktif berolahraga, terutama pada manuver-manuver berikut :

  1. Perubahan arah gerakan secara cepat dan tiba-tiba (pivoting movement).
  2. Berhenti secara mendadak / melambat saat berlari (akselerasi – deselerasi).
  3. Pendaratan dengan posisi yang tidak tepat setelah melakukan lompatan.
  4. Benturan langsung pada lutut (biasa dijumpai saat bermain sepak bola).

Gejala yang mungkin dialami pada cedera ACL :

  1. Terdengar suara “pop” saat terjadi cedera.
  2. Nyeri disertai bengkak.
  3. Berkurangnya sudut / ruang gerak sendi lutut.
  4. Rasa tidak nyaman saat berjalan.
  5. Merasa lutut seperti goyang (giving away).

Penanganan pertama dengan konsep POLICE :

  1. Protection, melindungi area cedera dan beristirahat cukup selama beberapa hari pertama pasca cedera.
  2. Optimal Loading, segera memulai aktivitas fisik ringan setelah beristirahat beberapa hari.
  3. Ice, mengompres lutut dengan es.
  4. Compression, pembebatan atau membalut lutut dengan perban elastis.
  5. Elevation, meninggikan posisi kaki saat beristirahat.

Setelah penanganan pertama, segera konsultasi ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.