Zulfa Wahyundari, Apt, M.Sc – DAGUSIBU (DApatkan, GUnakan, SImpan, BUang)

Ciri-ciri obat yang rusak :

  • Tablet

Terjadi perubahan pada warna, bau dan rasa, timbul bintik-bintik noda, lubang-lubang, pecah, retak. Tablet menjadi basah, lengket satu dengan lainnya.

  • Kapsul

Cangkang kapsul menjadi lembek, terbuka sehingga isinya keluar, melekat satu sama lain, dapat juga melekat dengan kemasan.

  • Puyer

Terjadi perubahan warna, timbul bau, timbul noda bintik-bintik, lembab sampai mencair.

  • Salep / Krim / Lotion / Cairan

Terjadi perubahan warna, bau, timbul endapan atau kekeruhan, mengental, timbul gas, memisah menjadi 2 (dua) bagian, mengeras, sampai pada kemasan atau wadah menjadi rusak.

Obat seperti apa yang harus dibuang?

  • Obat yang telah lewat tanggal kadaluarsanya.
  • Obat yang sudah rusak.
  • Obat tetes mata yang sudah terbuka lebih dari satu bulan.
  • Label pada obat sudah tidak terbaca.

Kenapa obat harus dibuang dengan tepat?

  • Membuang obat sembarangan dapat menyebabkan polusi lingkungan.
  • Menghindari pemakaian obat yang telah dibuang.
  • Mencegah pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab melakukan kejahatan pemalsuan obat.

Cara membuang obat :

  • Hilangkan semua informasi yang ada pada obat yang akan dibuang dan keluarkan obat dari bungkusnya.
  • Untuk obat berbentuk tablet dan kapsul, hancurkan obat, dan campur dengan air, tanah, atau bahan lain yang tidak diinginkan, kemudian taruh ke dalam wadah atau plastik tertutup. Buang ke tempat sampah.
  • Untuk obat berbentuk sirup, dapat dibuang dengan cara diencerkan dengan air lalu dituang ke dalam saluran pembuangan air. Akan tetapi, untuk sirup antibiotik sebaiknya dibiarkan tetap berada dalam kemasan aslinya, dengan dicampur bersama air, tanah, atau bahan lain yang tidak diinginkan, kemudian ditutup rapat. Buang ke tempat sampah atau lubang tanah.

Buang obat dengan baik dan benar. Ciri obat rusak :

  • Telah lewat tanggal kadaluarsanya.
  • Telah berubah warna, bau dan rasa.

Hilangkan label dari kemasan. Antibiotik, untuk obat antibiotik dibuang dengan kemasan, hanya labelnya yang dilepaskan dari wadah.

Untuk obat berbentuk tablet dan kapsul dihancurkan dan dicampur dengan tanah, masukkan ke plastik dan buang.

Tips membuang obat dengan benar :

  • Konsultasi dengan apoteker agar dapat membuang obat dengan benar.
  • Hilangkan semua label dari wadah.
  • Untuk kapsul / tablet / bentuk padat lain hancurkan dahulu dan campur dengan tanah / bahan kotor lainnya, masukkan plastik dan buang ke tempat sampah.
  • Untuk cairan, buang pada kloset, kecuali antibiotika bersama wadahnya dengan menghilangkan label dan membuangnya ke tempat sampah.
  • Intinya : obat harus dimusnahkan dan tidak tersisa.