Tim Promkes RSST – Asma adalah suatu peradangan kronis di saluran napas yang bersifat reversibel. Tidak hanya pada orang dewasa, asma menjadi suatu penyakit yang umum pada anak-anak. Sampai dengan saat ini penyebab asma pada anak belum diketahui secara pasti. Tetapi faktor keturunan dari orangtua juga ikut berperan penting sebagai penyebab asma pada anak. Apabila orangtua punya riwayat penyakit ini, maka risiko anak akan lebih tinggi untuk mengalaminya. Selain itu penyebab asma pada anak yang paling umum adalah :

  • Zat alergen yang terhirup.
  • Infeksi saluran pernapasan atas.
  • Alergi makanan
  • Olahraga atau aktivitas fisik yang terlalu berat.
  • Efek samping obat-obatan tertentu.
  • Cuaca
  • Makanan atau minuman yang mengandung pengawet.
  • Stres dan kecemasan berlebihan.
  • Bernyanyi, tertawa atau menangis yang terlalu berlebihan.

Perbedaan asma pada anak dan orang dewasa terletak pada konsistensi gejalanya. Pada orang dewasa gejala biasanya lebih konsisten.

Faktor yang meningkatkan risiko asma pada anak antara lain

  • Memiliki infeksi pernapasan.
  • Memiliki alergi atopik tertentu.
  • Lahir dengan berat badan rendah.
  • Kelahiran prematur
  • Orangtua menderita asma atau kondisi alergi lainnya.
  • Orangtua perokok aktif.

Memiliki orangtua perokok membuat bayi berisiko empat kali terkena asma, dibanding dengan bayi yang bebas dari udara asap rokok di rumahnya.

Di bawah ini adalah efek buruk dari asma yaitu penurunan kualitas hidup, produktivitas yang menurun, peningkatan biaya kesehatan, bahkan kematian (Nugraheni, 2015).

Solusi yang dilakukan pada anak dengan asma yaitu jauhkan anak-anak dari agen yang dapat membuat asma kambuh yaitu zat allergen seperti debu, bulu binatang, perubahan cuaca dan lain-lain. Serta selalu berikan masker pada anak dan kenakan pakaian yang hangat pada anak, saat cuaca yang dingin agar tidak terjadi kekambuhan asma pada anak.

Berikut ini terdapat cara mencegah dan mengendalikan asma pada anak :

  • Hindari penggunaan kasur dan bantal kapuk.
  • Gunakan kasur dan bantal sintesis (busa, dacron).
  • Ganti sprei secara teratur (setidaknya seminggu).
  • Berhenti merokok dan menghindari asap rokok.
  • Olahraga teratur (contoh : senam asma, berenang).
  • Gizi yang cukup dan seimbang (isi piringku).
  • Patuh menggunakan obat pengontrol teratur sesuai anjuran dokter.
  • Jaga kebersihan perabotan rumah.
  • Usahakan tidak memakai karpet di dalam rumah atau kamar tidur.
  • Hindari penggunaan kipas angin karena bisa menerbangkan debu.
  • Bila menggunakan AC bersihkan filter secara rutin.
  • Gunakan masker bila menyapu lantai atau di tempat yang berisiko terkena debu atau polusi.

 

 

 

 

 

Referensi               :

  1. Adha Pelayati Sri. 2020. Literature Review : Asuhan Keperawatan Pada Anak yang Mengalami Asma Bronkial Dengan Masalah Keperawatan Ketidakefektifan Pola Nafasdi Rumah Sakit Umum Daerah Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah Tahun 2020. Politeknik Kesehatan Kemenkes Medan Jurusan Keperawatan Keperawatan Karya Tulis Ilmiah. Mahasiswa. Politeknik Kesehatan Kemenkes Medan. Mahasiswa. Hal 3.
  2. Website http://repo.poltekkes-medan.ac.id.