dr. Puska Primi Ardini, Sp.OG (K) – Nafsu makan yang meningkat ketika hamil memang wajar terjadi karena perubahan hormon, serta kebutuhan nutrisi janin. Dalam memilih cemilan, ibu hamil harus lebih teliti agar kebutuhan nutrisi dapat tercukupi tanpa harus kelebihan kalori. Cemilan dari bahan-bahan alami yang kaya nutrisi merupakan pilihan yang tepat. Perhatikan juga kemasannya agar tidak repot saat mengonsumsinya.

Semoga bumil cantik terbantu dengan tips dari kami, ya…

  1. Pilih yang bernutrisi

Yaitu cemilan yang kaya serat, protein, vitamin, dan mineral untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ibu hamil. Bahan-bahan alami, seperti gandum, chia seeds, kacang kedelai, kacang mete, yoghurt, dan buah-buahan kering, kaya akan nutrisi yang baik untuk kesehatan, serta membantu mencegah penyakit.

  1. Perhatikan jumlah kalori per konsumsi

Ibu hamil memang membutuhkan lebih banyak kalori. Konsumsi kalori yang berlebih berisiko membuat berat badan terlalu banyak bertambah. Hal tersebut dapat berujung pada hipertensi atau diabetes gestasional.

Konsumsi kalori per hari akan berbeda pada tiap trimester kehamilan. Berat badan  saat awal kehamilan dapat menjadi salah satu penentu jumlah kebutuhan kalori.

Agar lebih aman dan tidak kelebihan kalori, pilihlah cemilan rendah kalori, rendah lemak, dan bebas gula.

  1. Hindari cemilan dengan bahan tambahan

Penting sekali untuk memperhatikan bahan tambahan yang ada dalam cemilan. Biasanya, produsen menambahkan pengawet, pewarna, pewangi, serta perasa untuk menggugah selera makan. Sebaiknya pilih cemilan yang memiliki bahan alami, serta bebas bahan tambahan. Bahan tambahan terkadang membuat cemilan tersebut tidak sehat dikonsumsi, terutama untuk janin. Cemilan dengan label bebas gula dan preservative free dapat dipilih untuk ibu hamil karena tentu lebih aman.

  1. Perhatikan sertifikasi produk

Keamanan cemilan adalah hal yang sangat penting. Pastikan sudah tersertifikasi oleh BPOM. Tenang saja jika produk pilihan ibu hamil belum terdaftar pada BPOM. Produk tersebut mungkin saja sudah memiliki perizinan Produk Industri Rumah Tangga atau P-IRT. Biasanya, produsen akan mencantumkan nomor registrasi P-IRT pada kemasannya.

Jika memilih produk dari luar negeri yang belum tersertifikasi BPOM, pastikan produknya memiliki sertifikasi lain yang menjamin keamanannya. Sertifikasi lainnya meliputi HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) atau GMP (Good Manufacturing Practice).