Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fanyankes) merupakan bagian tak terpisahkan
dari upaya kesehatan secara menyeluruh dalam mewujudkan kondisi masyarakat
yang sehat dan sejahtera. Rumah Sakit Bersih adalah tempat pelayanan kesehatan
yang dirancang, dioperasikan dan dipelihara dengan sangat memperhatikan aspek
kebersihan bangunan dan halaman baik fisik, sampah, limbah cair, air bersih dan
serangga/binatang pengganggu. Untuk menciptakan kebersihan di rumah sakit
terutama yang berhubungan dengan masalah sampah merupakan upaya yang cukup
sulit dan bersifat kompleks, berhubungan dengan berbagai aspek antara lain
budaya/kebiasaan perilaku, kondisi lingkungan, sosial dan teknologi, sehingga perlu
dilakukan pengelolaan limbah atau sampah.

Pengelolaan limbah atau sampah di Rumah Sakit harus dilakukan dengan cara
memilah/memisahkan dari sumber limbah yaitu antara limbah padat medis dan non
medis karena prinsip penanganannya yang berbeda. Pada saat ini pengelolaan
limbah non medis atau sampah domestik lebih baik jika dilakukan dengan
mengedepankan prinsip atau pola 3R yaitu Reduce (Mengurangi), Reuse
(Menggunakan kembali), dan Recyle (Mendaur ulang) melalui TPS Domestik
Terpadu dengan pencacatan dan pengontrolan limbah dari hulu hingga hilir secara
terencana, terkoordinir, terpadu, dan berkelanjutan serta bertanggung jawab melalui
kegiatan Bank Sampah.

Bank Sampah merupakan salah satu Implementasi dari Green Hospital untuk
mewujudkan pengelolaan limbah domestik dengan pola 3R ini, maka dibentuklah
program Bank Sampah yaitu suatu wadah/tempat yang diperuntukkan untuk
mengurangi sampah dengan cara pengelolaan dan pemanfaatan sampah, sehingga
diperoleh lingkungan tempat kerja yang bersih dan nyaman, serta mengurangi
perilaku buang sampah sembarangan. Sistem pengelolaan sampah yang dirancang
seperti mekanisme kerja di perbankan, sampah yang dikumpulkan di bank sampah
dihargai sesuai tarif (harga) yang ditetapkan dan dibuktikan dengan nomor rekening
buku tabungan sampah.

RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro menyelenggarakan Bimbingan Teknis Kegiatan Operasional Bank Sampah dan Pengolahan Sampah Organik Menjadi Pupuk Organik dilaksanakan pada tanggal 22 Oktober 2021 dengan metode blended learning baik teori maupun praktek. Pelatihan yang bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Klaten dan CV. TIMDIS ini dibuka oleh   dr. Endang Widyaswati, M. Kes selaku Direktur Utama RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro. Adapun tujuan kegiatan ini yaitu  peserta mampu meminimalisasi limbah domestic dalam pengelolaan limbah padat dengan pola 3 R.dan  mengelola limbah domestik dengan pola 3 R dan implementasinya melalui Bank Sampah.