Tim Promkes RSST – Pada dasarnya kebersihan pada gigi dan mulut, merupakan sebuah cerminan dari sebuah kesehatan diri seseorang. Kita ketahui bahwa rongga mulut adalah pintu pertama masuknya bahan-bahan kebutuhan untuk pertumbuhan individu yang sempurna. Rongga mulut juga merupakan tempat mikroorganisme penyebab infeksi yang dapat mempengaruhi keadaan kesehatan umum. Kesehatan mulut dan kesehatan umum saling berhubungan, karena kesehatan gigi dan mulut dapat mempengaruhi kesehatan umum. Kesehatan mulut sama pentingnya dengan kesehatan tubuh umumnya. Perubahan jaringan di mulut juga menandakan perubahan status kesehatan sehingga hal tersebut dapat menjadikan seseorang lebih percaya diri. (Sugiharto, A. A., 2003)

Masalah penyakit gigi dan mulut di Indonesia sampai saat ini masih perlu mendapatkan perhatian, mengingat berbagai upaya peningkatan dan usaha untuk mengatasi masalah kesehatan gigi dan mulut yang belum menunjukkan hasil nyata bila diukur dengan indikator derajat kesehatan gigi dan mulut masyarakat, yaitu prevalensi karies gigi dan penyakit periodontal. (Kristina, D., 2003)

Namun demikian setiap orang pasti mengalami masalah pada kesehatan gigi dan mulut, Hampir semua manusia pernah mengalami problem terhadap kesehatan gigi dan mulutnya, bisa berupa gigi berlubang, radang gusi, radang penyangga gigi dan bau mulut yang dikenal dengan halitosis atau oral malodor. ( Agung, A., 2006)

Kepercayaan diri seseorang terlihat dari kebersihan diri dari kesehatan gigi dan mulut seseorang, berbeda dengan dalam keadaan Halitosis, yaitu dimana suatu kecacatan sosial yang serius bagi penderitanya yang disebabkan oleh multi faktorial. (Herawati, D., 2003)

Sumber halitosis oral disebabkan karena adanya tumpukan plak pada gigi, gusi, lidah dan gigi tiruan. Adanya sisa makanan disela-sela gigi berlubang juga merupakan penyebab halitosis. (Johnson, I., 2006)

Meski demikian, ada pula beberapa penyakit yang bisa menyebabkan bau mulut. Masing-masing penyakit tersebut menyebabkan bau mulut yang berbeda-beda, mulai dari bau manis seperti bau buah, hingga bau busuk.

Beberapa penyakit yang bisa menyebabkan bau mulut adalah :

  1. Gigi berlubang

Sisa makanan dan bakteri dapat terperangkap di lubang pada gigi dalam waktu yang cukup lama hingga membusuk. Kondisi ini menyebabkan mulut berbau busuk. Selain gigi berlubang, radang gusi dan mulut kering juga bisa menjadi penyebab bau mulut yang berbau busuk.

  1. Sinusitis

Bau mulut yang dialami penderita sinusitis dapat terjadi ketika lendir yang mengandung bakteri dari hidung turun ke tenggorokan. Bau mulut penderita sinusitis cenderung berbau seperti kotoran. Selain bau mulut, penderita sinusitis juga dapat mengalami pilek berkepanjangan, lendir hidung berwarna hijau atau kuning, demam, dan sakit kepala.

  1. Penyakit asam lambung

Jika bau mulut karena sinusitis berbau seperti kotoran, bau mulut yang disebabkan oleh penyakit asam lambung cenderung berbau asam. Hal ini dapat terjadi karena asam lambung naik ke kerongkongan sehingga menimbulkan bau asam pada mulut.

  1. Diabetes

Bau mulut yang muncul karena penyakit diabetes berbau seperti buah. Bau mulut pada penderita diabetes muncul saat jumlah insulin tidak cukup untuk mengambil gula dari darah sebagai sumber energi, sehingga tubuh membakar lemak sebagai gantinya. Dari pembakaran lemak ini, terbentuklah asam keton yang menimbulkan bau mulut menyerupai aroma buah.

  1. Penyakit ginjal

Bau mulut mungkin berkaitan dengan penyakit ginjal apabila baunya seperti urine atau berbau amis. Jika ginjal tidak berfungsi dengan baik, racun dan zat sisa metabolisme tubuh tidak dapat dibuang melalui urine. Racun dan zat sisa ini kemudian menumpuk dan menyebar ke seluruh tubuh, sehingga menimbulkan bau urine atau amis yang dapat tercium dari mulut.

Cara Mengatasi Bau Mulut

Bau mulut yang terjadi karena penyakit atau gangguan kesehatan dapat diatasi dengan pengobatan dari dokter. Pengobatan akan disesuaikan dengan penyakit yang diderita. Setelah penyakit tersebut teratasi, bau mulut umumnya juga akan hilang.

Namun untuk membantu mengurangi bau mulut, kita bisa mencoba beberapa cara berikut :

  1. Rutin menyikat gigi

Untuk mengatasi bau mulut, sikat gigi kita secara rutin setidaknya dua kali sehari, terutama setiap selesai makan. Menyikat gigi secara rutin dapat membantu mengangkat sisa makanan dan bakteri dari gigi yang menjadi penyebab bau mulut.

  1. Menggunakan benang gigi

Menyikat gigi saja tak cukup, karena sisa makanan bisa saja masih menempel di sela-sela gigi. Oleh karena itu, kita disarankan untuk membersihkan sela gigi menggunakan benang gigi, setiap selesai menyikat gigi atau setidaknya satu kali sehari.

  1. Membersihkan lidah secara rutin

Lidah juga merupakan tempat bakteri penyebab bau mulut berkembang biak, sehingga perlu untuk dibersihkan secara rutin. kita dapat menggunakan alat pembersih lidah khusus untuk mengangkat kotoran dan bakteri yang menempel pada permukaan lidah.

  1. Berkumur dengan obat kumur

Untuk menghilangkan bau mulut, kita dapat menggunakan obat kumur. Dengan berkumur, sisa makanan dan bakteri penyebab bau mulut dapat terangkat dan terbuang.

Kita bisa menggunakan obat kumur dari bahan alami yang mengandung daun saga, daun sirih, dan akar manis (licorice). Kandungan-kandungan ini dianggap mampu menghambat pertumbuhan bakteri penyebab gigi berlubang dan penyebab bau mulut, serta meninggalkan aroma menyegarkan pada mulut.

  1. Memperbanyak konsumsi air putih

Selain merawat kebersihan gigi dan mulut, kita juga disarankan untuk memperbanyak minum air putih. Minum lebih banyak air putih dapat menjaga kondisi mulut agar tidak kering, yang merupakan salah satu penyebab bau mulut. Selain itu, minum lebih banyak air putih juga dapat membantu membilas sisa makanan yang menempel di rongga mulut dan sela gigi, sehingga tidak terjadi pembusukan yang menyebabkan bau mulut.

 

 

 

 

 

Referensi               :

  1. Agung, A. 2006. Hindari Gangguan pada Gigi dan Mulut.
  2. Johnson, I. 2006 Menangkis Bau Mulut.
  3. Kristina, D. 2003. Pengaruh Komunikasi Terapiutik Terhadap Perilaku Kesehatan Gigi dan Mulut Pasien. Majalah Kedokteran Gigi, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga, Edisi Khusus Temu Ilmiah Nasional III, Surabaya: 354 – 358.
  4. Sugiharto, A. A. 2003. Hubungan Kesehatan Mulut dan Pemnyakit Sistemik. Majalah Kedokteran Gigi, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga, Surabaya, Edisi Khusus Temu Ilmiah Nasional III : 499 – 502.
  5. Jurnal Kesehatan Gigi Vol. 4 No. 1 (Februari 2016).