Tim Promkes RSST – Berat badan berlebih atau obesitas adalah suatu kondisi yang menggambarkan seseorang memiliki badan yang gemuk dan mengandung banyak lemak pada tubuhnya. Terdapat bermacam cara untuk melakukan klasifikasi terhadap kegemukan, tetapi metode yang paling banyak digunakan adalah menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT). Metode ini dilakukan dengan mengukur perbandingan antara berat badan (kilogram) dan tinggi badan (meter) kuadrat.

Obesitas merupakan penyebab penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi dan penyakit kardiovaskuler yang saat ini masih menjadi masalah kesehatan yang utama di Indonesia (Ogden et al., 2010).

Overweight dan obesitas menjadi masalah utama bagi tubuh karena efeknya akan membuat tubuh menjadi lambat bergerak. Tubuh yang tidak bergerak untuk mengolah lemak menjadi karbohidrat akan menyebabkan terjadinya penimbunan lemak terus-menerus sehingga mempengaruhi kesehatan, baik secara fisik seperti memiliki banyak lipatan pada perut, pinggang dan lengan maupun secara psikologis seperti timbulnya rasa malu dan kurang percaya diri (Sargowo & Andarini, 2011).

Terdapat berbagai macam faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kegemukan. Faktor-faktor tersebut di antaranya pola makan, riwayat keturunan, pola hidup, faktor psikis, lingkungan, individu, serta biologis yang dapat memengaruhi asupan dan pengeluaran energi (Hendra et al., 2016 dan Marcini et al, 2011).

Obesitas atau berat badan berlebih terjadi karena pola makan seseorang yang kurang baik. Hal ini dapat menyebabkan penumpukan lemak dan membuat tubuh rentan terhadap penyakit yang berdampak terhadap kesehatan.

Pemicu kegemukan di antaranya karena porsi makan dalam jumlah banyak dan kurang menyehatkan. Berikut beberapa penyakit yang dapat muncul karena obesitas antara lain diabetes mellitus, penyakit jantung, hipertensi, osteoarthritis, kanker, kolesterol.

Lalu bagaimana cara mencegah berat badan berlebih? Mari kita simak berikut ini tentang langkah pencegahan berat badan berlebih yaitu :

  1. Mengatur pola makan sehat dan bergizi, dengan mengonsumsi aneka ragam pangan, cara pengolahan pangan dan jadwal makan yang tepat.
  2. Tidak mengonsumsi gula, garam, lemak berlebih, perbanyak konsumsi buah dan sayur.
  3. Melakukan aktivitas atau latihan fisik.
  4. Tidak mengonsumsi rokok dan alkohol.
  5. Bila IMT sudah melebihi 27, konsultasikan ke dokter.

Ada beberapa sebab seseorang untuk menjaga agar tubuh tidak terlalu gemuk. Oleh karenanya sebaiknya jangan menunda untuk menjaga berat badan tetap sehat dengan menerapkan pola makan sehat dan berolahraga teratur. Dengan berat badan normal, risiko penyakit akan menurun dan kualitas hidup dapat tetap maksimal. (Tn)

 

 

 

 

 

Referensi               :

  1. Instagram : p2ptmkemenkesri
  2. Simbolon Demsa, Windy Tafrieani, Dahrizal. 2018. Edukasi Gizi dan Perubahan Berat Badan Remaja, Overweight dan Obesitas. Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Bengkulu, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Bengkulu. Jurnal Kesehatan Volume 9 Nomor 2. Hlm 289-290. Website http://ejurnal.poltekkes-tjk.ac.id/index.php/JK
  3. Praditasari Ayu Jayanti, Sri Sumarmi. 2018. Asupan Lemak, Aktivitas Fisik dan Kegemukan Pada Remaja Putri Di Smp Bina Insani Surabaya. Program Studi S1 Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga Kota Surabaya, Departemen Gizi Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga Kota Surabaya. Hlm 117-118. Website https://journal.unnes.ac.id