Tim Promkes RSST – Pada saat ini perubahan tata nilai kehidupan berjalan dengan cepat karena pengaruh globalisasi. Masyarakat menghadapi masalah yang semakin beragam sebagai akibat modernisasi dan perkembangan dunia. Masalah hubungan sosial dan tuntutan lingkungan seiring harapan untuk meningkatkan pencapaian diri ketidaksanggupan pribadi untuk memenuhi tuntutan tersebut bisa menimbulkan stres dalam diri seseorang. Beberapa faktor penyebab dari stres antara lain masalah pekerjaan, ujian, sakit, kurang tidur dan banyak lainnya.

Perubahan psikososial dapat merupakan tekanan mental (stressor psikosial) sehingga bagi sebagian individu dapat menimbulkan perubahan dalam kehidupan dan berusaha beradaptasi untuk menanggulanginya. Stres merupakan pola reaksi serta adaptasi umum, dalam arti pola reaksi menghadapi stresor, yang dapat berasal dari dalam maupun luar individu yang bersangkutan, dapat nyata maupun tidak nyata sifatnya. Stres sendiri dapat berbentuk bermacam-macam tergantung dan ciri-ciri individu yang bersangkutan, kemampuan untuk menghadapi dan sifat stresor yang dihadapinya. Stres adalah gangguan pada tubuh dan pikiran yang disebabkan oleh perubahan dan tuntutan kehidupan (Vincent Cornelli, dalam Jenita DT Donsu, 2017).

Menurut Kaplan dan Sadock ditinjau dari segi dinamik, merupakan fungsi dan ego. Mereka menekankan pula adanya sumber-sumber pribadi serta mekanisme pertahanan sebagai ciri yang khusus individu tersebut. Bila ego berfungsi baik maka semuanya berada dalam keseimbangan. Apabila stresor yang dihadapi dapat diatasi secara memadai tidak akan timbul stres. Bila terjadi ketidakmampuan, baru akan timbul stres.

Menghadapi stresor berarti memberi individu bersangkutan pelajaran agar lebih trampil di kemudian hari dengan kemungkinan memperkembangkan berbagai kemampuan dan strategi pengatasan stresor yang serupa.

Gejala yang muncul saat seseorang mengalami stres berbeda-beda, tergantung penyebab dan cara menyikapinya. Gejala atau tanda stres dapat dibedakan menjadi :

  1. Gejala emosi seperti mudah gusar, frustasi, suasana hati yang mudah berubah, sulit untuk menenangkan pikiran, rendah diri, merasa kesepian, tidak berguna, bingung dan hilang kendali, hingga tampak bingung, menghindari orang lain dan depresi.
  2. Gejala fisik seperti lemas, pusing, migrain, sakit kepala tegang, gangguan pencernaan, nyeri otot, jantung berdebar, sering batuk pilek, gangguan tidur, tubuh gemetar, telinga berdengung, kaki tangan terasa dingin dan berkeringat, atau mulut kering dan sulit menelan.
  3. Gejala kognitif seperti sering lupa, sulit memusatkan perhatian, pesimis, memiliki pandangan yang negatif dan membuat keputusan yang tidak baik.
  4. Gejala perilaku seperti tidak mau makan atau makan berlebihan, menunjukkan sikap gugup seperti menggigit kuku atau berjalan bolak-balik.

Dalam hidup sehari-hari stres dapat kita temui dalam berbagai bentuk. Stres yang akut dapat menimbulkan berbagai manifestasi ansietas yang menimbulkan ketidaknyamanan. Keadaan ini akan bertahan tergantung dari lamanya stresor itu berada. Kemudian bila stresor itu ada untuk waktu yang cukup lama kita akan jumpai keadaan kelelahan dan adanya stres yang sudah berwujud patologi, seperti patologi fisik serta kejiwaan. Lalu bagaimana cara mengatasi stres? berikut cara untuk mengatasi stres :

  1. Jagalah kesehatan dengan cara olahraga / aktifitas fisik teratur, tidur cukup, makan bergizi seimbang, terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.
  2. Melakukan kegiatan sesuaikan dengan minat dan kemampuan.
  3. Berpikir positif
  4. Tenangkan pikiran dan kembangkan hobi.
  5. Bicarakan keluhan dengan seseorang yang dapat dipercaya.
  6. Meningkatkan ibadah sesuai dengan kepercayaan masing-masing.

Selain melakukan gaya hidup yang sehat, upaya penanganan stres juga dapat dilakukan dengan cara melakukan teknik relaksasi yang dapat meredakan stres, seperti meditasi, aromaterapi ataupun yoga.

 

 

 

 

 

Referensi               :

  1. Musradinur. 2016. Stres dan Cara Mengatasinya Dalam Perspektif Psikologi. Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Ar-Raniry. Jurnal Edukasi Volume 2, Nomor 2. Hal. 183-186.
  2. http://p2ptm.kemkes.go.id
  3. https://jurnal.ar-raniry.ac.id
  4. http://eprints.poltekkesjogja.ac.id