Tri Purwanti, AMd.KL – Kita ketahui bersama air merupakan salah satu unsur penting di bumi, karena air adalah unsur yang sangat dibutuhkan oleh semua makhluk hidup untuk kehidupan mereka. Dengan begitu, bisa dikatakan bahwa air adalah sumber kehidupan sebagai tanda kehidupan.

Bisa dikatakan bahwa air merupakan senyawa netral yang keberadaannya sangat diperhatikan oleh semua jenis makhluk hidup di muka bumi ini. Dan semua makhluk hidup di muka bumi ini sangat tergantung terhadap air. Seperti  air dijadikan sebagai zat pelarut yang mana berperan penting dalam metabolisme tubuh. Tak hanya itu, untuk tumbuhan, air sangat berperan penting untuk pertumbuhan tanaman dan fotosintesis yang membutuhkan bantuan cahaya sebagai zat vitaminnya. Demikian juga untuk binatang. Kesimpulannya semua makhluk hidup sangat tergantung dengan air.

Secara kimiawi, air merupakan gabungan unsur kimia dengan rumus kimia senyawa H2O, di mana satu molekul air terdapat dua atom hidrogen yang diikat oleh satu atom oksigen. Sifat air pada kondisi normal tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak berbau. Air dalam kondisi normal dapat melarutkan beberapa unsur senyawa lainnya seperti asam, garam, dan beberapa jenis gas lainnya.

Ada berbagai macam jenis air. Tergantung dari unsur senyawa apa saja yang dicampurkan dengan air. Seperti air laut yang rasanya asin, ada juga air tawar yang tidak berasa.

Secara alami keberadaan air tidak pernah habis. Kenapa air di bumi tidak pernah habis? Hal ini dikarenakan adanya siklus air, yaitu perputaran air di mana terjadinya penguapan air laut, menjadi awan  dan jatuh atau turun menjadi hujan. Air di bumi sebagian meresap dalam tanah dan sebagian langsung bisa dimanfaatkan bagi kehidupan tumbuh-tumbuhan. Air yang ada dibumi  akan  dimanfaatkan oleh manusia sebagai kebutuhan air bersih untuk kelangsungan  kehidupannya. Air dari bumi yang sudah dimanfaatkan atau langsung dari air hujan akan mengalir ke laut kemudian terjadi penguapan, begitulah siklus air.

Namun kenyataannya dengan adanya pengaruh beberapa perubahan yang terjadi di bumi karena ulah manusia, mengakibatkan siklus air yang secara alami akan terganggu seperti terjadi penebangan pohon-pohon secara besar-besaran. Hal ini akan mengurangi daya resap air hujan di dalam tanah yang selanjutnya akan bisa berdampak pada terjadinya krisis air tanah.

Kondisi inilah yang sangat memerlukan perhatian kita semua untuk dapat menjaga keberadaan air  baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya.

Dari segi kualitas, kita harus  menjaga mutu air seperti kita tidak melakukan kegiatan yang dapat  mencemari  sumber air tanah. Sedangkan dari segi kuantitas kita harus bisa secara arif dalam memanfaatkan air.

Untuk mengatasi masalah krisis air mari kita semua mensukseskan Gerakan “Ayo Selamatkan Air Untuk Kehidupan”.

Cara-cara yang bisa kita lakukan, melalui :

  1. Konservasi Tanah dan Air

Tanah dan air adalah sumber daya alam utama yang menjadi penyokong seluruh kehidupan makhluk hidup di bumi. Diperlukan konservasi terhadap 2 (dua) komponen penting tersebut apabila terjadi kerusakan. Sebab, dua sumber daya tersebut rentan mengalami degradasi dan kerusakan, terutama akibat aktivitas manusia seperti kegiatan pertanian, perumahan, infrastruktur dan industri.

Jika tanah dan air mengalami kerusakan, maka tidak akan memberikan manfaat yang dapat menopang kehidupan. Oleh karena itu, dibutuhkan upaya konservasi tanah dan air untuk menjaga kualitas tanah dan air agar dapat digunakan secara berkelanjutan. Konservasi ini umumnya dilakukan di daerah aliran sungai dan lahan-lahan kritis.

Konservasi tanah dalam arti luas, yakni penempatan bidang tanah pada penggunaan yang sesuai dengan kemampuan tanah dan memperlakukannya sesuai dengan syarat-syarat yang diperlukan agar tidak terjadi kerusakan tanah.

Sedangkan dalam arti sempit, konservasi tanah merupakan upaya pencegahan kerusakan tanah dari erosi dan memperbaiki tanah yang rusak akibat erosi.

Kegiatan konservasi tanah bertujuan untuk mencegah erosi, memperbaiki tanah yang rusak, dan memelihara serta meningkatkan produktivitas tanah.

Konservasi air pada prinsipnya adalah penggunaan air hujan yang jatuh ke tanah untuk kegiatan pertanian secara efisien dan mengatur waktu aliran air dengan meresapkannya ke dalam tanah agar ketika musim hujan tidak terjadi banjir dan ketika kemarau masih terdapat cadangan air tanah.

Tujuan konservasi air ialah :

  • Untuk menjamin tersedianya air untuk generasi mendatang.
  • Penghematan air baik dari segi pengambilan dan pengolahan.
  • Konservasi habitat, yaitu pemanfaatan air oleh manusia harus dikelola dengan baik agar persediaan sumber air bersih untuk habitat liar dan penerimaan migrasi aliran air.

Dari kedua pengertian di atas, maka konservasi tanah memiliki kaitan dengan konservasi air. Karena perlakuan terhadap tanah akan mempengaruhi tata air pada lokasi tersebut dan tempat hilirnya.

Konservasi tanah dan air penting untuk dilakukan agar tanah tetap terpelihara dan air tetap tersedia. Jika konservasi tidak dilakukan, dikhawatirkan akan muncul masalah, sebagai berikut :

  • Unsur hara yang seharusnya terkandung dalam tanah dan bahan organik akan hilang.
  • Terjadi proses salinisasi atau terkumpulnya garam / racun dalam tanah.
  • Air tawar pada akar dan batang akan jenuh.
  • Erosi tanah

Selain itu, air juga dapat mengalami kerusakan, antara lain :

  • Mata air akan mengering atau debitnya akan berkurang.
  • Kualitas air menurun akibat sedimentasi erosi.
  • Berkumpulnya limbah atau air yang telah tercemar.
  • Terjadi eutrofikasi atau masuknya unsur hara ke badan air.

Penerapan konservasi tanah dan air yang dapat dilakukan di tingkat rumah tangga atau lingkungan perumahan secara mandiri atau kelompok :

  • Pembuatan lubang resapan biopori.
  • Pembuatan sumur resapan air hujan.
  • Pembuatan kolam resapan air hujan.
  • Pemasangan paving block untuk halaman atau gang-gang di kampung.
  • Penanaman pohon (reboisasi).
  1. Upaya Penghematan Air

Air adalah sumber daya alam yang sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Maka sebagai manusia yang akan selalu menggantungkan diri pada air kita memang sudah seharusnya untuk menjaganya. Keberadaan air bersih yang terus menyusut tiap tahunnya ini akhirnya harus membuat kita ekstra waspada akan stok atau persediaannya. Untuk menjaga stok atau persediaan air bersih ini dengan baik, mau tak mau memang harus melakukan penghematan.

Satu-satunya langkah adalah dengan jalan penghematan ini memang sedang banyak digalakkan oleh beberapa pihak, baik dari kalangan personal maupun organisasi.

Hasilnya saat ini sudah banyak gerakan mencintai dan peduli alam dengan salah satu programnya yaitu menjaga kelestarian serta penghematan persediaan air.

Secara  kita sendiri mau menjalankan penghematan air, maka kita bisa melakukan beberapa cara penghematan air dalam kehidupan sehari-hari seperti :

  • Mengurangi penggunaan untuk penyiraman tanaman, (penyiraman secukupnya).
  • Pencucian kendaraan dengan sistem dilap, tidak penyemprotan. Jika memakai penyemprotan harus dengan mesin bertekanan.
  • Memantau penggunaan air, mematikan kran setelah digunakan.
  • Memelihara sarana dan jaringan perpipaan, untuk menghindari kebocoran.
  • Kebersihan diri dengan secukupnya.
  • Penggunaan air kembali, seperti penggunaan air bekas cuci buah atau sayuran untuk penyiraman tanaman.
  1. Menjaga Mutu atau Kualitas Air Bagi Kehidupan Manusia

Dalam rangka selamatkan air untuk kehidupan selain dengan cara penggunaan dari segi kuantitas, maka perlu juga upaya dari segi kualitas atau mutu air. Yaitu suatu kegiatan penyelamatan dari tercemarnya air, sehingga air yang digunakan aman dan menyehatkan.

Upaya yang bisa dilakukan sebagai berikut :

  • Tidak membuang air limbah langsung ke sumber air baku.
  • Membuat saluran air limbah kedap air.
  • Membuat sarana pembuangan tinja (septick tank yang kedap air dan memenuhi persyaratan).
  • Memisahkan saluran air limbah dengan air hujan.
  • Membuat peresapan pembuangan air limbah yang memenuhi syarat kesehatan.