Tim Promkes RSST – Seiring dengan kemajuan teknologi, kita seolah dimanjakan dengan berbagai fasilitas yang ada, itulah sebabnya gaya hidup sedentari pada saat ini menjadi isu kesehatan. Kegiatan atau gaya hidup sedentari dapat dikatakan merupakan kebiasaan dalam kehidupan seseorang yang tidak banyak melakukan aktifitas fisik atau tidak banyak melakukan gerakan-gerakan. Kegiatan sedentari (sedentary) adalah kegiatan yang mengacu pada segala jenis aktivitas yang dilakukan di luar waktu tidur.

Sekilas gaya hidup sedentari terlihat nyaman dan enak tetapi gaya hidup sedentari dapat memicu berbagai penyakit yang dapat mengganggu kesehatan. Perilaku sedentari perlu dibatasi karena menurut penelitian memperlihatkan bahwa perilaku ini menjadi risiko munculnya obesitas.

Istilah pola hidup sedentari semakin populer ketika dikaitkan dengan masalah kesehatan. Hal ini disebabkan karena pola hidup sedentari dianggap sebagai faktor risiko terhadap masalah kesehatan.

Faktor risiko adalah hal-hal yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang menderita suatu penyakit, pola hidup sedentari juga merupakan faktor risiko terhadap masalah kesehatan seperti kelainan metabolisme.

Berikut adalah beberapa contoh kegiatan sedentari yakni :

  1. Berbaring atau duduk dalam waktu yang lama antara lain bermain video game atau duduk lama di depan komputer / menonton tv.
  2. Anak-anak pergi ke sekolah diantar menggunakan kendaraan meskipun jarak antara rumah dengan sekolah dekat.
  3. Perubahan kebiasaan misalnya orang pergi ke toko, warung atau mini market berjarak beberapa rumah dari tempat tinggalnya menggunakan mobil atau motor.
  4. Pekerjaan rumah secara total diserahkan kepada asisten rumah tangga.
  5. Menggunakan lift walaupun akses tangga tersedia.
  6. Selalu menggunakan kendaraan bermotor untuk mencapai tempat yang jaraknya dekat.
  7. Kurang berolahraga

Sebaiknya kita mulai dari diri sendiri dan mulai dari sekarang untuk membatasi kegiatan sedentari. Cara yang baik untuk meninggalkan gaya hidup sedentari yaitu dengan aktif bergerak, berolahraga adalah salah satu cara untuk mendapatkan manfaat kesehatan dari aktifitas fisik, melakukan olahraga yang kita sukai dan disesuaikan dengan waktu yang kita miliki. Menemukan hal positif dan menyenangkan dari aktivitas fisik seperti berjalan kaki, senam pagi, mengerjakan pekerjaan rumah tangga, berkebun dan lain-lain mungkin dapat meringankan langkah kita untuk memulai melakukan aktivitas fisik. Aktivitas fisik sangat penting karena memiliki manfaat baik untuk tubuh. Itulah sebabnya pemerintah Indonesia mengeluarkan Instruksi Presiden No.1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang salah satu fokusnya adalah aktivitas fisik. (Tn)

 

 

 

 

 

Referensi               :

  1. http://p2ptm.kemkes.go.id/
  2. https://rsud.tasikmalayakota.go.id
  3. Pradany Nur Risna, Nursalam, Ferry Efendi. 2020. Niat Teman Sebaya Terhadap Peningkatan Dukungan Dalam Mencegah Perilaku Sedentari Remaja. Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga. Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes Volume 11 Nomor 3. Hlm 319.