Menurut World Health Organization (WHO), hingga tahun 2015 diperkirakan ada sebanyak 360 juta (5,3%) orang di dunia mengalami gangguan pendengaran, 328 juta (91%) di antaranya orang dewasa (183 juta laki-laki dan 145 juta perempuan, serta 32 juta (9%) lainnya adalah anak-anak.

Masalah gangguan pendengaran selain terjadi pada orang dewasa juga banyak terjadi pada anak-anak usia sekolah. Hal ini disebabkan oleh paparan bising, infeksi, dan sumbatan kotoran telinga (cerumen prop). Sumbatan serumen ini dapat mengakibatkan gangguan pendengaran sehingga akan mengganggu proses proses penyerapan pelajaran bagi anak usia sekolah. Akibatnya anak menjadi sulit menerima pelajaran, produktivitas akan menurun serta biaya hidup akan semakin tinggi. Menurut survei yang telah dilakukan di beberapa sekolah yang berada di 6 (enam) kota di Indonesia, prevalensi cerumen prop pada anak sekolah cukup tinggi dengan kisaran 30-50%.

Seperti yang kita ketahui bahwa pemerintah telah mencanangkan tanggal 3 Maret sebagai Hari Kesehatan Telinga dan Pendengaran Nasional. Adanya peringatan Hari Kesehatan Telinga dan Pendengaran Nasional ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan telinga dan pencegahan gangguan pendengaran.

Sebagai upaya promotif dan preventif kepada kepada masyarakat umum khususnya di wilayah Klaten, RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro melaksanakan kegiatan sosialisasi di Radio Siaran Publik Daerah (RSPD) Kabupaten Klaten pada Rabu, 7 Maret 2018 pukul 08.00-08.30 WIB dengan narasumber Bapak Abdul Rosid, AMK.

Selain itu juga disampaikan mengenai pelayanan Poliklinik THT di RSST oleh Martha Christa Uli Br.H, AMd. Materi yang disampaikan mengenai jadwal dokter, jam pelayanan poliklinik, jam dan peraturan berkunjung, pendaftaran via SMS/WA, alat canggih di Poliklinik THT, dan lain sebagainya.