Klaten, Jumat 20 Mei 2022, Tim Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan penyuluhan dengan tema “Apa Sih Gratifikasi Itu ?”. Narasumber Tara Maulina Muredy, SE.Akt. Acara diselenggarakan di ruang tunggu Instalasi Rawat Jalan Terpadu (IRJT) RSST.

Gratifikasi adalah pemberian dalam arti luas, yang meliputi uang, barang, rabat (discount), komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas lainnya, baik yang diterima di dalam negeri maupun di luar negeri, yang dilakukan dengan mengunakan sarana elektronik atau tanpa sarana elektronik.

Apa kriteria Gratifikasi yang dilarang?

-Pegawai atau Penyelenggara Negara yang menerima Gratifikasi wajib melaporkan Gratifikasi yang diterima.

-Bila Gratifikasi yang diterima berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya,  maka Pegawai atau Penyelenggara Negara wajib menolak Gratifikasi.

Mengapa Gratifikasi itu dilarang?

-Gratifikasi pada dasarnya adalah suap yang tertunda / suap terselubung.

-Gratifikasi dapat mendorong Pegawai atau Penyelenggara Negara bersikap tidak obyektif, tidak adil dan tidak profesional, sehingga tidak dapat melaksanakan tugasnya dengan baik.

Apa yang dilakukan Pegawai / Penyelenggara Negara jika diberi Gratifikasi yang dilarang? menolak pemberian gratifikasi. Penolakan gratifikasi akan membangun kebiasaan dan budaya anti gratifikasi, yang pada akhirnya akan membangun budaya anti korupsi.

Antusias peserta sangat baik serta ada umpan balik pertanyaan dari pasien kepada narasumber.