Tim Promkes RSST – Buah dan sayur memiliki bermacam-macam manfaat bagi tubuh. Bila kurang mengkonsumsi buah dan sayur mengakibatkan tubuh mengalami kekurangan zat gizi seperti vitamin, mineral, dan serat sehingga dapat menimbulkan terjadinya berbagai penyakit. Di Indonesia, berdasarkan gizi seimbang dianjurkan untuk mengkonsumsi buah dan sayur sebanyak 5-8 porsi dalam sehari. Kurangnya konsumsi buah dan sayur dapat mengakibatkan berbagai dampak yaitu menurunnya imunitas / kekebalan tubuh.

Sayuran dan buah-buahan memiliki manfaat bagi tubuh antara lain sebagai sumber vitamin dan serat, dan yang penting adalah menopang kehidupan manusia untuk menjaga agar tubuh tetap sehat.

Buah dan sayur merupakan bahan pangan yang sangat memberi manfaat bagi tubuh. Terutama untuk mendukung kebutuhan vitamin. Vitamin merupakan kelompok senyawa organik yang tidak termasuk dalam golongan protein, karbohidrat maupun lemak. (Moch. Agus Krisno Budiyono. 2004:51).

Kebutuhan vitamin relatif kecil tetapi peranan dalam tubuh sangat penting. Perannya termasuk dalam kelompok zat pengatur pemeliharaan dan pertumbuhan. Vitamin adalah senyawa organik yang mudah rusak oleh pengolahan dan penyimpanan. Karenanya jumlah asupan sayuran dan buah ini relatif tinggi agar orang mendapatkan manfaatannya. Vitamin tidak dapat diproduksi oleh tubuh secara cukup, karena harus diperoleh dari makanan.

Bahan makanan nabati seperti sayur dan buah-buahan diperlukan oleh manusia karena kandungan seratnya. Serat merupakan komponen jaringan yang pada tanaman yang tidak dapat dicerna oleh enzim pencernaan. Artinya tidak ada enzim pencernaan yang mampu mengurai serat menjadi komponen yang mudah diserap.

Kandungan serat pada buah dan sayur sangat berguna untuk melancarkan pencernaan sehingga zat- zat racun yang membahayakan kesehatan dapat langsung keluar dari tubuh. Umumnya orang yang mengonsumsi sayuran dan buah dalam jumlah yang cukup memiliki frekuensi buang air besar yang teratur 1-2 kali sehari (Harmanto, 2006).

Di bawah ini adalah manfaat mengkonsumsi buah dan sayur :

  1. Meningkatkan daya ingat (zat antioksidan yang terkandung dalam buah dan sayur melindungi sel-sel otak dan membantu meningkatkan daya ingat).
  2. Tubuh lebih segar (buah dan sayur memiliki kandungan vitamin dan mineral yang tinggi). Vitamin bersama enzim bereaksi memproduksi energi.
  3. Melancarkan buang air besar (tingginya serat yang terkandung dalam buah dan sayur dapat meningkatkan kelancaran proses metabolisme tubuh).
  4. Mencegah dan mengurangi stres berlebih.
  5. Mencegah penyakit jantung dan kanker.
  6. Mempertahankan berat badan seimbang.
  7. Sumber energi tubuh.
  8. Membersihkan racun dalam tubuh (detoksifikasi).
  9. Mencegah kelahiran cacat.
  10. Menjaga kesehatan mata.
  11. Membuat kulit sehat.
  12. Menu makanan sehat.
  13. Sistem kekebalan tubuh yang meningkat (buah dan sayur yang kaya vitamin C membantu meningkatkan kekebalan tubuh).
  14. Menjaga kesehatan tulang dan gigi (tidak harus selalu minum susu, buah dan sayur seperti bayam, lobak, alpukat dan jeruk juga menjadi sumber kalsium yang baik).
  15. Menurunkan kolesterol dan melancarkan pencernaan (serat yang terkandung dalam buah dan sayur dapat menurunkan kolesterol, membuat cepat kenyang dan melancarkan pencernaan).

Sayur dan buah adalah bahan pangan yang penting. Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS) memberikan rambu-rambu bahwa sayur dan buah harus dikonsumsi dengan porsi : sayur 1.5 – 2 mangkuk, buah 2 – 3 potong dalam sehari. Kebutuhan ini dipenuhi dengan menyediakan sayur dan buah secara beragam. Agar pemenuhan gizinya dapat maksimal bagi kesehatan maka perlu memperhatikan mutu dan keadaan bahan pangan baik saat dimakan mentah atau dimasak.

 

 

 

 

 

Referensi               :

  1. Hamidah Siti. 2015. Sayuran dan Buah Serta Manfaatnya Bagi Kesehatan. Dosen pada Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta. Mafaza. Hal. 1-10.
  2. Ni Made Dewantari dan Ari Widiani. 2011. Fruits And Vegetables Consumption Pattern In Schoolchildren. Dosen Jurusan Gizi Poltekkes Denpasar, Alumni Jurusan Gizi Poltekkes Denpasar. Jurnal Skala Husada Volume 8 Nomor 2. Hal 120.
  3. http://p2ptm.kemkes.go.id/