Tim Promkes RSST – Masalah gizi di Indonesia saat ini memasuki masalah gizi ganda. Artinya masalah gizi kurang masih belum teratasi sepenuhnya sementara sudah muncul masalah gizi lebih. Kelebihan gizi yang menimbulkan obesitas dapat terjadi baik pada anak-anak hingga usia dewasa.

Obesitas disebabkan oleh ketidakseimbangan antara jumlah energi yang masuk dengan yang dibutuhkan oleh tubuh untuk berbagai fungsi biologis seperti pertumbuhan fisik, perkembangan, aktivitas, pemeliharaan kesehatan. Jika keadaan ini berlangsung terus menerus dalam jangka waktu cukup lama maka dampaknya adalah terjadinya obesitas. Obesitas merupakan keadaan Indeks Massa Tubuh (IMT) anak yang berada di atas persentil ke-95 pada grafik tumbuh kembang anak sesuai jenis kelaminnya.

Obesitas pada masa anak dapat meningkatkan kejadian Diabetes Mellitus (DM) tipe 2. Selain itu berisiko untuk menjadi obesitas pada saat dewasa dan berpotensi mengakibatkan gangguan metabolisme dan penyakit degeneratif.

Berikut ini faktor risiko obesitas pada anak antara lain :

  • Genetik atau faktor keturunan.

Kebiasaan makan, sering mengonsumsi makanan siap saji dan olahan. Makanan siap saji dan olahan cenderung tinggi lemak dan gula namun rendah serat. Makanan berlemak dan bergula mempunyai kepadatan energi yang tinggi.

  • Penurunan aktivitas fisik.

Dari faktor risiko obesitas pada anak dapat dijelaskan antara lain karena asupan makanan berlebih yang berasal dari jenis makanan olahan serba instan. Selain itu obesitas dapat terjadi pada anak yang ketika masih bayi tidak mengkonsumsi Air Susu Ibu (ASI) tetapi mengunakan susu formula dengan jumlah asupan yang melebihi porsi yang dibutuhkan bayi/anak. Akibatnya anak akan mengalami kelebihan berat badan saat berusia 4-5 tahun. Hal ini diikuti dengan kebiasaan yang kurang baik yakni kebiasaan mengkonsumsi makanan jajanan yang kurang sehat dengan kandungan kalori tinggi tanpa disertai konsumsi sayur dan buah yang cukup sebagai sumber serat.

Kegemukan tidak hanya disebabkan oleh kebanyakan makan dalam hal karbohidrat, lemak maupun protein tetapi juga karena kurangnya aktivitas fisik. Faktor obesitas lainnya adalah kurangnya aktivitas fisik baik kegiatan harian maupun latihan fisik terstruktur. Aktivitas fisik yang dilakukan sejak masa anak sampai lansia akan mempengaruhi kesehatan seumur hidup. Obesitas pada usia anak akan meningkatkan risiko obesitas pada saat dewasa.

Aktivitas fisik yang dilakukan setiap hari bermanfaat tidak hanya untuk mendapatkan kondisi tubuh yang sehat tetapi juga bermanfaat untuk kesehatan mental, hiburan dalam mencegah stres. Rendahnya aktivitas fisik merupakan faktor yang mempengaruhi obesitas.

Masalah gizi banyak dialami oleh golongan rawan gizi yang memerlukan kecukupan zat gizi untuk pertumbuhan. Kelompok anak hingga remaja awal (sekitar 10-14 tahun) merupakan kelompok usia yang berisiko mengalami masalah gizi baik masalah gizi kurang maupun gizi lebih.

Prevalensi obesitas anak mengalami peningkatan di berbagai negara tidak terkecuali Indonesia. Tingginya prevalensi obesitas anak disebabkan oleh pertumbuhan urbanisasi dan perubahan gaya hidup seseorang termasuk asupan energi.

Selain karena kurangnya aktifitas fisik adalah faktor nutrisional. Peranan faktor nutrisi dimulai sejak kandungan dimana jumlah lemak tubuh dan pertumbuhan bayi dipengaruhi berat badan ibu. Kenaikan berat badan dan lemak anak dipengaruhi oleh waktu pertama kali mendapat makanan padat, asupan tinggi kalori dari karbohidrat dan lemak serta kebiasaan mengkonsumsi yang mengandung energi tinggi.

Obesitas yang terjadi pada masa anak-anak dapat berisiko tinggi untuk menjadi obesitas pada masa dewasa kelak. Masa anak-anak adalah masa pertumbuhan dan perkembangan sehingga kegemukan pada masa anak menyebabkan semakin banyaknya jumlah sel otot dan tulang rangka. Anak yang mengalami obesitas pada masanya 75% akan menderita obesitas pada masa dewasanya dan berpotensi mengalami berbagai penyebab penyakit dan akibat yang ditimbulkan obesitas akan mempunyai dampak terhadap tumbuh kembang. (Tn)

 

 

 

 

 

Referensi               :

  1. Website : http://www.p2ptm.kemkes.go.id
  2. Dewi Ayu Sartika Ratu. 2011. Faktor Risiko Obesitas Pada Anak 5-15 Tahun di Indonesia. Departemen Gizi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Depok Indonesia. Makara Kesehatan Vol 15 No 1,hlm. 37-38. Website : http://journal.ui.ac.id
  3. Aprilia Ayu. 2015. Obesitas pada Anak Sekolah Dasar. Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Majority Volume 4 Nomor 7, hlm. 45-47.