Tim Gizi RSST – Sobat sehat, menurut WHO Hipertensi merupakan peningkatan tekanan sistolik lebih besar atau sama dengan 160 mmHg dan atau tekanan diastolik sama atau lebih besar 95 mmHg. Terdapat 2 (dua) klasifikasi penyebab Hipertensi yaitu :

  1. Hipertensi Primer

Penyebab : umur, stres, psikologis, hereditas, kegemukan, dan lain-lain.

  1. Hipertensi Sekunder

Penyakit lain : ginjal tidak berfungsi, oral kontrasepsi, terganggunya endokrin tubuh.

Lalu gejala apa saja yang perlu kita kenali ? antara lain :

  1. Sakit kepala
  2. Kelelahan
  3. Mual
  4. Muntah
  5. Sesak nafas
  6. Gelisah
  7. Pandangan menjadi kabur yang terjadi karena adanya kerusakan pada otak, mata, jantung dan ginjal

Hubungan Diet Hipertensi Dengan Gizi

Diet Hipertensi untuk seseorang yang mengalami Hipertensi adalah diet rendah garam. (Diet hipertensi diberikan kepada pasien dengan tekanan darah di atas normal).

Tujuan dari diet rendah garam adalah :

  • Membantu menurunkan tekanan darah.
  • Membantu menghilangkan penimbunan cairan dalam tubuh atau bengkak.

Apa saja syarat diet rendah garam? Yaitu :

  • Makanan beraneka ragam mengikuti pola gizi seimbang.
  • Jenis dan komposisi makanan disesuaikan dengan kondisi penderita.
  • Jumlah garam disesuaikan dengan berat riangannya penyakit.

Berikut adalah bahan makanan yang dianjurkan yaitu :

  1. Makanan yang segar.

Sumber karbohidrat, protein, sayuran dan  buah.

  1. Makanan yang diolah tanpa atau sedikit menggunakan garam natrium, vetsin, kaldu bubuk.
  2. Sumber protein hewani.

Penggunaan daging / ayam / ikan paling banyak 100 gram / hari.  Telur ayam / bebek 1 butir / hari.

Berikut adalah bahan makanan yang sebaiknya dibatasi :

  • Pemakaian garam dapur.
  • Penggunaan bahan makanan yang mengandung natrium seperti soda kue.

Lantas sobat sehat perlu mengetahui bahan makanan yang harus dihindari yaitu :

  • Otak, ginjal, paru, jantung, daging kambing
  • Makanan yang diolah menggunakan garam natrium
  • Makanan dan minuman dalam kaleng
  • Makanan yang diawetkan
  • Mentega dan keju
  • Bumbu-bumbu
  • Makanan yang mengandung alkohol

Lalu bagaimana cara mengatur diet rendah garam ? yaitu dengan :

  • Rasa tawar dapat diperbaiki dengan menambah gula merah, gula pasir, bawang merah, bawang putih, jahe, kencur, salam dan bumbu lain yang tidak mengandung atau sedikit garam / Na (secukupnya).
  • Makanan lebih enak ditumis, digoreng, dipanggang, walaupun tanpa garam.
  • Bubuhkan garam saat di atas meja makan, gunakan garam beryodium, tidak lebih dari ½ sendok teh/hari.
  • Dapat menggunakan garam yang mengandung rendah natrium.