Tim Humas RSST – Flu atau influenza adalah infeksi virus yang menyerang hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Penderita flu akan mengalami demam, sakit kepala, pilek, hidung tersumbat, serta batuk, sehingga banyak orang mengira flu sama dengan batuk pilek biasa (common cold). Walaupun gejalanya mirip, kedua kondisi ini disebabkan oleh jenis virus yang berbeda. Gejala flu lebih parah dan menyerang secara mendadak, sedangkan gejala batuk pilek biasa cenderung ringan dan muncul secara bertahap. Flu merupakan penyakit yang mudah menular ke orang lain, terutama pada 3-4 hari pertama setelah penderita terinfeksi. Bahkan pada beberapa kasus, penderita flu dapat menularkan penyakitnya sebelum gejala muncul.

Adapun penyebab flu sendiri :

–      Seseorang tidak sengaja menghirup percikan air liur di udara yang dikeluarkan oleh penderita ketika bersin atau batuk.

–      Ketidaksengajaan menyentuh mulut atau hidung setelah memegang benda yang terkena percikan air liur penderita bisa menjadi sarana penularan virus flu.

Gejala umum yang terjadi pada penderita flu di antaranya : demam, pilek, hidung tersumbat, dan sakit kepala. Meskipun sama dengan gejala batuk pilek biasa, gejala flu terasa lebih parah dan sering kali menyerang tiba-tiba.

Pengobatan dan Pencegahan Flu

Flu ringan dapat diatasi dengan banyak beristirahat, mengkonsumsi makanan sehat yang mengandung vitamin C dan minum banyak cairan. Namun bila gejalanya berat, sebaiknya  segera memeriksakan diri ke dokter agar dapat diberikan obat untuk mempercepat kesembuhan dan mencegah komplikasi. Cara mencegah flu yang paling efektif adalah menjalani vaksinasi influenza. Selain itu, juga diajurkan untuk rajin cuci tangan serta menghindari berdekatan dengan penderita flu.

Komplikasi flu yang dapat terjadi, flu yang sembuh kemudian kambuh dan memburuk bisa menjadi tanda komplikasi serius, seperti paru-paru basah, gangguan jantung, meningitis, atau infeksi virus pada otak.

Sedangkan Virus Corona atau COVID-19 yang beberapa bulan ini terjadi merupakan jenis virus yang menginfeksi sistem pernafasan, virus tersebut dapat menyebabkan gangguan pernapasan dari mulai ringan, hingga yang berat seperti pneumonia, MERS dan SARS. Virus ini dapat menyerang siapa saja baik dari bayi baru lahir, anak remaja, ibu hamil, bahkan lansia. Gejala yang ditimbulkan secara umum pada pasien ini adalah :

–      Demam > 38 derajat celcius

–      Batuk

–      Pilek

–      Hingga sulit untuk bernafas

Gejala ini dapat muncul dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu setelah seseorang terpapar virus corona. Belum ada penelitian yang pasti apakah hewan menjadi cara penularan dari virus tersebut, namun beberapa cara penularan Virus Corona dari manusia ke manusia adalah :

–      Tidak sengaja memegang mulut, hidung ataupun mata setelah menyentuh benda yang terkena percikan batuk atau droplet orang lain yang positif Corona tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.

–      Kontak dekat dengan orang lain yang positif Corona seperti bersentuhan atau berjabat tangan.

–      Tidak sengaja menghirup udara yang mengandung percikan bersin atau batuk dari orang lain yang positif Corona.

Cara mendiagnosis seseorang positif COVID-19 adalah dengan melakukan beberapa pemeriksaan seperti :

–      Pengambilan sampel darah

–      Swab tenggorok

–      Rontgen dada

Sebaiknya segeralah periksa ke dokter, jika memiliki keluhan seperti di atas, baik apakah itu merupakan flu atau influenza ataupun COVID-19 dan jika tidak membaik walaupun sudah diberikan pengobatan, sudah minum obat daya tahan tubuh, hingga istirahat yang cukup, terutama apabila gejala muncul setelah berinteraksi dengan penderita. Namun apabila tidak memiliki gejala tersebut, sebaiknya istirahat di rumah, dan batasi bepergian keluar rumah selama 14 hari (masa inkubasi Virus Corona), karena secara tidak langsung membantu memutus rantai penularan virus tersebut. (Dn)

 

 

 

 

 

Referensi :

www.alodokter.com