drg. Lydia Astari, Sp.Ort – Virus Corona yang kini tengah mewabah di seluruh dunia mengancam semua orang. Tak hanya dokter yang langsung berhadapan dengan pasien positif atau mereka yang suspect COVID-19, dokter gigi juga berpotensi menghadapi risiko tinggi tertular virus ini. Adapun penularan / tranmisi Virus Corona (SARS-CoV 2) yaitu melalui :

  1. Splatter (percikan cairan yang keluar ketika berbicara).
  2. Droplet (merupakan partikel berat dan tidak dapat berpindah > 1,5 meter). Droplet keluar saat aktivitas berbicara, batuk atau bersin.
  3. Aerosol (terbentuk oleh partikel padat dan cair, tersebar dan dapat bertahan di udara). Virus melalui batuk, bersin, berbicara, bernafas yang cepat atau perawatan gigi.

Tingkat risiko dokter gigi dalam menjalankan prosedur kedokteran gigi dibagi menjadi 4 kategori sebagai berikut :

Kategori risiko     : risiko rendah

Jenis tindakan     :

Tidak ada kontak dengan pasien, asisten dokter gigi atau kontak langsung pada aerosol.

Tindakan preventif : instruksi untuk menjaga dan meningkatkan kebersihan rongga mulut dan diet pasien.

Tindakan diagnostik : konsultasi dan pemeriksaan radiografi ekstraoral (Panoramic, Cephalometri atau gambaran radiografis lainya).

Kategori risiko     : risiko sedang

Jenis tindakan     :

Adanya kontak dekat tapi minimal, tanpa aerosol (tanpa menggunakan three-way syringe).

Tindakan preventif : aplikasi fluoride.

Tindakan diagnostik : pemeriksaan klinis dan radiografi intraoral.

Tindakan kuratif : tindakan emergency seperti drainase abses, teknik testorative atraumatic, pencabutan gigi sederhana, kontrol pasca operasi, kontrol alat orthodontis, percetakan model studi.

Kategori risiko     : risiko tinggi

Jenis tindakan     :

Melibatkan prosedur aerosol pada pasien secara terkontrol.

Tindakan preventif : scaling manual, pemolesan yang terkontrol dengan penggunaan pasta yang minimal, sealant disertai rubber jam.

Tindakan kuratif : insersi / sementasi implant endodontic, restorasi dan prosedur disertai pemakaian rubber dam, scalling dan root planning manual, kuretase gingiya yang terkontrol, penggunaan handpiece grinding ekstra oral, prosedur gigi tiruan tanpa penyesuaian ekstra oral.

Kategori risiko     : risiko sangat tinggi

Jenis tindakan     :

Melibatkan semua prosedur aerosol pada pasien yang sulit dikendalikan.

Tindakan preventif : scaling menggunakan Ultra Sonic.

Tindakan kuratif : occlusal adjustment, pemakaian high/low speed handpiece, preparasi gigi-restorasi gigi.

 

Untuk mengurangi risiko terjadinya penularan virus COVID-19, diperlukan pengaturan ruang praktek dokter gigi dengan memperhatikan aliran udara di dalam ruang praktek.  World Health Organization (WHO) merekomendasikan agar disediakan ventilasi memadai pada semua area fasilitas pelayanan kesehatan, dengan menggunakan bahan aliran udara bersih untuk masuk ke dalam ruangan, dan dikeluarkan menggunakan penyedot (exhauster). Tata kelola ruangan yang optimal dapat dicapai dengan cara mengurangi kepadatan orang di dalam ruang praktek dokter gigi (maksimal 3 orang yaitu dokter gigi, perawat gigi dan pasien); memposisikan dental unit diatur sedemikian rupa sehingga posisi kepala pasien berada pada arah masuk aliran udara bersih, dan dihisap dengan exhauster yang di letakan 20 cm dari lantai. Pembersihan udara pada ruang praktek dokter gigi dapat dilakukan dengan alat portable dalam ruangan yang dilengkapi filter HEPA dan sinar UV; serta menggunakan high volume evacuator atau vacuum machine extraoral untuk menyedot saliva dan aerosol.

Tips Aman Periksa Gigi di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro pada Era Tatanan Kehidupan Baru

KSM Gigi dan Mulut RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro telah menerbitkan Panduan Praktik Klinis Tatanan Kehidupan Baru 2021 dan siap untuk memberikan pelayanan gigi dan mulut secara komprehensif kepada masyararakat dengan mengedepankan patient safety. Masyarakat tidak perlu takut untuk memeriksakan serta melakukan perawatan gigi dan mulut di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro. Dokter gigi dan dokter gigi spesialis di KSM Gigi dan Mulut RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro siap untuk melayani masyarakat di era tatanan kehidupan baru ini.

Berikut beberapa tips agar aman periksa gigi di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro :

  1. Mendaftar lewat WA – 081 669 1927 / www.rsupsoeradji.id
  2. Patuhi protokol kesehatan.

Gunakan masker medis saat ke rumah sakit, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau melakukan hand rub dengan cairan antiseptik dengan kandungan alcohol 70%.

  1. Aman di ruang tindakan.

Tidak perlu kuatir, tindakan di Poliklinik Gigi dan Mulut RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro sudah disesuaikan dengan kondisi tatanan kehidupan baru sebagai berikut :

  • Dokter gigi, dan perawat gigi dan mulut wajib menggunakan APD yang sesuai.
  • Sirkulasi udara yang memadai untuk pergantian udara.
  • Pasien dianjurkan untuk berkumur menggunakan Povidone Iodine gargle 1% selama 15-60 detik sebelum dilakukan perawatan gigi dan mulut dan saat-saat yang diperlukan.
  • Penggunaan Vacuum Aerosol Suction pada tindakan yang menimbulkan aerosol.
  • Seluruh alat kedokteran gigi yang sudah digunakan langsung dimasukkan ke dalam container kotor dan tertutup untuk di sterilkan di CSSD (Central Sterile Services Departement).
  • Pembersihan dental unit dengan menggunakan alcohol swab setiap kali pergantian pasien.
  • Pembersihan lingkungan kerja dan ruang tunggu pasien dengan cairan desinfektan secara berkala.
  1. Langsung bersihkan diri begitu sampai rumah.

Saat sampai rumah, segera mandi, ganti pakaian, bersihkan barang bawaan seperti tas dan HP.

 

 

 

 

 

Referensi :

Paduan Dokter Gigi dalam era new normal (satuan tugas COVID 19 Pengurus Besar PDGI 2020).