Tim Promkes RSST – Penyakit Tidak Menular (PTM) masih banyak ditemukan di Indonesia. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007 dan 2013 melaporkan bahwa prevalensi PTM cenderung meningkat seperti Hipertensi, Diabetes Mellitus, Stroke, dan penyakit sendi. Beberapa faktor risiko dari penyakit tidak menular di antaranya adalah merokok, aktivitas fisik yang kurang, pola makan yang tidak sehat, kegemukan / obesitas, darah tinggi, dan pre-diabetes.

Pada saat ini Indonesia sedang mengalami pandemi COVID-19. Pemerintah menganjurkan untuk tidak berlama-lama melakukan aktivitas di luar rumah dan menganjurkan untuk melaksanakan aktivitas di dalam rumah. Karena jika masyarakat berada di luar rumah lebih besar tertular COVID-19.

Agar masyarakat tetap produktif selama pandemi COVID-19, sebaiknya tetap melakukan aktivitas fisik di dalam rumah. Aktivitas fisik sangatlah penting dilakukan agar terhindar dari berbagai macam penyakit, terutama Penyakit Tidak Menular (PTM). Sangatlah penting melakukan aktivitas fisik selama masa pandemi COVID-19 terutama untuk orang yang berisiko terkena PTM. Aktivitas fisik yang dapat dilakukan ketika sedang di rumah antara lain :

Latihan fisik / olahraga dengan intensitas sedang yaitu :

  • Latihan aerobik contohnya yang dapat dilakukan di rumah seperti jalan cepat keliling rumah, naik turun tangga di dalam rumah selama 10-15 menit, lompat tali, senam aerobik, olahraga dengan sepeda statis, treadmill.
  • Latihan an-aerobik (latihan beban atau kekuatan otot), latihan an-aerobik bisa dilakukan di rumah dengan memanfaatkan perabotan rumah seperti kursi, meja, tempat tidur atau dinding untuk melakukan latihan ini. Contoh beberapa latihan an-aerobik di rumah seperti push-up, jongkok – berdiri, gerakan lunges, gerakan crunches. Aktivitas fisik dan olahraga di rumah yang rutin dengan cara yang tepat dapat meningkatkan daya tahan / imunitas.

Latihan aerobik dan an-aerobik disarankan sesuai kemampuan dan kondisi fisik anda. Jika anda ingin meningkatkan intensitas dan durasi latihan, anda sebaiknya melakukan secara bertahap dan sesuai dengan saran dokter.

Untuk mengurangi risiko cedera dan mendapatkan hasil yang optimal, orang dengan faktor risiko PTM sebaiknya menjalani prinsip baik, benar, terukur dan teratur saat menjalani aktivitas fisik yaitu :

  1. Aktivitas fisik yang baik, aktivitas fisik dilakukan sesuai kondisi fisik dan kemampuan.
  2. Aktivitas fisik yang benar, aktivitas fisik tidak dilakukan secara terburu-buru, tetapi dilakukan secara bertahap dengan urutan yang benar mulai dari pemanasan sebelum olahraga diikuti oleh latihan inti atau latihan utama dan diakhiri dengan pendinginan setelah olahraga.
  3. Aktivitas fisik yang terukur, aktivitas fisik tidak dilakukan secara berlebihan. Intensitas dan lamanya latihan harus disesuaikan dengan kondisi tubuh dan ditingkatkan secara bertahap.
  4. Aktivitas fisik yang teratur, aktivitas fisik dilakukan secara teratur setidaknya 3-5 kali dalam seminggu. Pastikan ada jeda waktu yang cukup untuk mengistirahatkan tubuh, memulihkan otot dan mengembalikan energi yang hilang saat berolahraga.

Selain meningkatkan kerja sistem imun, aktivitas fisik atau olahraga bermanfaat untuk mengurangi stres dan menjaga kesehatan mental selama pandemi COVID-19. Jika anda berisiko menderita PTM, sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter untuk mengetahui tindakan pencegahan apa yang perlu anda lakukan termasuk jenis olahraga dan pola makan yang sesuai dengan kondisi anda. (Tn)

 

 

 

 

 

Referensi               :

  1. Primiyani Yulia, Masrul, Hardisman. 2019. Analisis Pelaksanaan Program Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular di Kota Solok. Dinas Kesehatan Kota Solok, Bagian Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang, Prodi S2 Kesehatan Masyarakat FK Unand. Jurnal Kesehatan Andalas, Hlm. 399-400.
  2. https://www.medcom.id/rona/kesehatan/zNAY3owN-anjuran-bagi-pasienpenyakittidak-menular-di-masa-pandemi-covid-19.
  3. https://pkmmlati2.slemankab.go.id/pentingnya-aktivitas-fisik-untuk-orang-denganfaktor-resiko-ptm-di-masa-pandemi-covid-19/.
  4. https://www.alodokter.com/aktivitas-fisik-di-masa-pandemi-covid-19-bagi-orangyang-berisiko-terkena-ptm.