Tim PKRS RSST – Pandemi COVID-19 belum juga sirna dari negeri kita. Berbagai cara telah dilakukan pemerintah untuk mengatasi wabah ini, namun juga belum berhasil. Sebenarnya jika ingin usaha pemerintah berhasil, maka seyogyanya juga dibarengi dengan kedisiplinan masyarakat melakukan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah. COVID-19 berhasil mengubah kebiasaan yang kita lakukan sehari-hari baik di rumah, di sekolah, di tempat kerja, di jalan, dan dimanapun. Kita dibuatnya seakan tak berdaya, karena gerak langkah kita dibatasi dengan adanya COVID-19, sehingga membuat kita tidak produktif yang berdampak pada masalah ekonomi keluarga, masyarakat, daerah dan negara.

Seperti yang telah diketahui bahwa COVID-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh Virus Corona, sebuah makhluk sangat kecil berukuran sekitar 125 nanometer namun bisa menyebabkan kematian. Gejala COVID-19 ditandai dengan munculnya batuk pilek, flu, demam, gangguan pernapasan, namun ada juga yang tidak nampak / muncul gejalanya, dan dalam kondisi parah bisa menyebabkan gagal napas dan berakhir pada kematian. Penularannya melalui droplets atau percikan batuk atau bersin.

Selain itu virus dapat berpindah secara langsung melalui percikan batuk atau bersin dan napas orang yang terinfeksi yang kemudian terhirup orang sehat. Virus juga dapat menyebar secara tidak langsung melalui benda-benda yang tercemar virus akibat percikan atau sentuhan tangan yang tercemar virus. Virus bisa tertinggal di permukaan benda-benda dan hidup selama beberapa jam hingga beberapa hari, namun cairan disinfektan dapat membunuhnya.

Penyakit ini belum ada obat / vaksinnya dan sudah menjadi pandemi yang menyebabkan banyak kematian dan sampai saat ini kasusnya masih terus meningkat.

Untuk melawan virus hal utama yang perlu kita lakukan adalah melakukan tindakan pencegahan seperti : sering cuci tangan pakai sabun, menerapkan etika batuk / pakai masker, meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga jarak dan hindari kerumunan.

Pada masa pandemi masyarakat diharuskan hidup dengan tatanan hidup baru, yang dapat ‘berdamai’ dengan COVID-19.

Secara singkatnya akan dijelaskan sebagai berikut.

New Normal adalah suatu tindakan atau perilaku yang dilakukan oleh masyarakat dan semua institusi yang ada di wilayah tersebut untuk melakukan pola harian atau pola kerja atau pola hidup baru yang berbeda dengan sebelumnya. Bila hal ini tidak dilakukan, akan terjadi risiko penularan.

Tujuan dari new normal adalah agar masyarakat tetap produktif dan aman dari COVID-19 di masa pandemi.

Selanjutnya agar new normal lebih mudah diinternalisasikan oleh masyarakat maka “new normal” dinarasikan menjadi “Adaptasi Kebiasaan Baru”. Maksud dari Adaptasi Kebiasaan Baru (ABK) adalah agar kita bisa bekerja, belajar dan beraktivitas dengan produktif di era Pandemi COVID-19.

Kebiasaan baru untuk hidup lebih sehat harus terus-menerus dilakukan di masyarakat dan oleh setiap individu, sehingga menjadi norma sosial dan norma individu baru dalam kehidupan sehari-hari.

Kita harus bisa mengadaptasi / menyesuaikan kebiasaan baru dimanapun kita berada, seperti di rumah, di kantor, di sekolah, di tempat ibadah, dan juga di tempat-tempat umum, seperti terminal, pasar, dan mal. Diharapkan dengan seringnya menerapkan kebiasaan baru dimanapun, semakin mudah dan cepat menjadi norma individu dan norma masyarakat agar kita bisa bekerja, belajar, beribadah dan beraktivitas lainnya dengan aman, sehat dan produktif.

Adapun adaptasi kebiasaan baru yang dimaksud adalah :

  1. Sering cuci tangan pakai sabun. Jika bepergian selalu membawa hand sanitizer.
  2. Memakai masker
  3. Jaga jarak atau menghindari kerumunan.
  4. Istirahat cukup dan rajin olahraga.
  5. Makan makanan bergizi seimbang.
  6. Jika mengucapkan salam tidak perlu bersalaman dan cium pipi kanan kiri (cipika cipiki), kini diganti dengan “salam namaste” atau salam dengan kedua tangan mengatup di depan dada.
  7. Gunakan uang elektronik, mengurangi membayar dengan uang cash.
  8. Setiba di rumah langsung membersihkan diri / mandi.
  9. Jika tidak ada keperluan mendesak, sebaiknya lansia dan balita tetap tinggal di rumah.

Inilah pesan kunci yang perlu dilakukan secara disiplin, agar dapat mengurangi penyebaran Virus Corona.

Saatnya menjadi pelopor adaptasi kebiasaan baru, biasakan kebiasaan baru! (Lt)

 

 

 

 

 

Referensi               :

  1. https://health.grid.id/read/352338555/5-masker-yang-direkomendasikan-who-cegah-covid-19-kain-katun-boleh-scuba-jangan?page=all.
  2. https://kesehatan.kontan.co.id/news/yuk-mengenal-jenis-masker-rekomendasi-terbaru-who-untuk-melawan-virus-corona?page=all.
  3. https://covid19.go.id/p/berita/gunakan-masker-dengan-tepat-cegah-penularan-covid-19.
  4. Tulisan ibu Theresia Irawati, SKM, M.Kes dari Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat. Diadopt dari ditjenpromkes.go.id.