dr. Adika Mianoki, Sp.S – Stroke sampai saat ini masih merupakan penyebab kematian dan kecacatan paling tinggi. Penyakit ini juga akan menurunkan status kesehatan dan kualitas hidup penderitan pasca mengalami serangan Stroke. Selain itu tentu akan menimbulkan beban tambahan bagi keluarga terkait biaya kesehatan dan juga beban biaya yang harus ditanggung negara.

Meskipun demikian, penyakit Stroke sangat bisa untuk dicegah karena mayoritas faktor risiko Stroke ternyata bisa dikendalikan. Jadi dibanding mengobati, akan jauh lebih baik jika mencegahnya sejak dini. Jalani pola hidup yang sehat agar terhindar dari Stroke. Berikut beberapa hal yang harus dilakukan untuk mengendalikan faktor risiko agar kita terhindar dari Stroke.

  • Mengontrol Tekanan Darah

Tekanan darah adalah faktor risiko yang paling signifikan memengaruhi Stroke sekaligus yang paling mudah untuk dikontrol. Tekanan darah yang ideal adalah di bawah 130/80. Salah satu cara untuk menurunkan tekanan darah adalah dengan membatasi jumlah garam yang dikonsumsi per hari. Selain itu, kurangi jenis makanan yang mengandung banyak kolesterol. Jika tekanan darah masih tinggi dengan pangaturan pola makan, maka harus dikontrol dengan pemberian obat rutin sesuai petunjuk dokter.

  • Mengontrol Penyakit Diabetes

Diabetes juga merupakan salah satu faktor risko penting terjadinya serangan Stroke. Pada penderita diabetes, risiko Stroke akan naik sebesar 1,5 kali lipat. Oleh karena itu, jagalah pola makan dan batasi jumlah gula agar terhindar dari diabetes. Bagi yang sudah memiliki penyakit diabetes, perlu mengontrol lebih ketat pola makan dan juga pemberian obat-obatan jika memang diperlukan.

  • Mengontrol Penyakit Jantung

Kondisi ketiga yang merupakan faktor risiko Stroke adalah adanya penyakit jantung. Apabila seseorang sudah didiagnosis dengan salah satu dari tiga penyakit di atas, risiko untuk mengalami Stroke akan meningkat apabila tidak mengontrol penyakitnya dengan baik. Apabila penyakitnya bisa terkontrol, maka akan sangat mengurangi risiko terjadinya Stroke. Bagi pasien yang sudah didiagnosis memiliki penyakit jantung, harus selalu kontrol rutin ke dokter untuk mencegah risiko Stroke.

  • Mengatur Pola Makan

Hampir seperempat kasus Stroke berkaitan dengan pola diet yang tidak sehat, terutama konsumsi sayur dan buah yang sedikit. Asupan sayur dan buah yang cukup akan menurunkan risiko Stroke. Hendaknya mengurangi bahkan menghentikan konsumsi junk food. Selain itu pastikan makanan yang disantap terdiri dari berbagai macam komponen atau dikenal dengan istilah food combining, yang mengandung karbohidrat, lemak, protein, dan mineral yang dibutuhkan tubuh.

  • Olahraga dan Aktifitas Fisik Rutin

Olahraga secara teratur dapat membuat jantung dan sistem peredaran darah bekerja lebih efisien. Olahraga juga dapat menurunkan kadar kolesterol dan menjaga berat badan serta tekanan darah sehingga menurunkan risiko Stroke.

  • Menjaga Berat Badan Tetap Ideal

Kegemukan dan obesitas akan meningkatkan risiko terjadiya Stroke. Oleh karena itu, kita harus menjaga agar berat badan agar tidak melebihi batas normal. Idealnya Indeks Masa Tubuh (IMT) adalah antara 18,25-25. Apabila melebihi batas normal, maka akan meningkatkan risiko terjadinya berbagai penyakit termasuk penyakit Stroke. Cara menjaga berat badan yaitu dengan mengatur pola makan dan olahraga teratur.

  • Mengendalikan Kolesterol

Kolesterol juga memegang peranan yang vital dalam menentukan risiko Stroke pada seseorang. Pasalnya, zat tersebut dapat memicu tersumbatnya pembuluh darah sehingga alirannya ke otak tidak lancar. Sekitar 1 dari 4 kasus Stroke berkaitan dengan kadar kolesterol “jahat” atau LDL yang tinggi. Jika kadar kolesterol tidak turun hanya dengan pengaturan pola makan, komunikasikan dengan dokter apakah diperlukan pemberian obat penurun kolesterol.

  • Hindari Merokok, Minum Alkohol, dan Penggunaa Obat Terlarang

Perokok berisiko dua kali lipat lebih tinggi terkena Stroke, karena rokok dapat mempersempit pembuluh darah dan membuat darah mudah menggumpal. Rokok tercatat sebagai faktor risiko utama dari Stroke dan diperkirakan berkontribusi terhadap 15 persen kematian dari penyakit tersebut. Zat yang terkandung di dalam rokok bisa membuat darah menjadi kental dan menimbulkan plak dalam pembuluh darah. Tidak hanya berbahaya untuk perokok aktif, mereka yang menghirup asapnya juga bisa terkena imbasnya.

Hindari konsumsi minuman beralkohol. Jika dikonsumsi secara berlebihan, seseorang akan rentan terhadap berbagai penyakit pemicu Stroke, seperti diabetes dan hipertensi. Konsumsi minuman beralkohol berlebihan juga dapat membuat detak jantung menjadi tidak teratur. Hindari juga penggunaan NAPZA. Beberapa jenis NAPZA dapat menyebabkan penyempitan arteri dan mengurangi aliran darah.

Inilah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah Stroke. Seluruh faktor risiko di atas bisa diatur, dikontrol, dan dikendalikan sehingga kita bisa terhindar dari penyakit Stroke.