dr. Kanina Sista, Sp.F, M.Sc – Pandemi Corona Virus 2019 atau yang lebih dikenal dengan pandemi COVID-19 masih berkembang secara global. Semua orang memiliki risiko untuk tertular COVID-19, namun lansia serta orang yang tinggal atau bepergian di daerah dimana Virus Corona bersirkulasi memiliki risiko yang lebih tinggi. Pada tanggal 13 Juli 2020, World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa terdapat 12,685,374 kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di seluruh dunia dengan 565,000 kasus kematian, sedangkan di Indonesia terdapat 76,981 kasus terkonfirmasi positif COVID-19 dengan total kematian 3,656 kasus.

Setiap orang memiliki reaksi berbeda terhadap COVID-19, sebagian besar orang akan mengalami gejala ringan sampai sedang serta dapat sembuh tanpa dirawat di rumah sakit. Gejala COVID-19 yang paling sering dirasakan adalah demam, batuk kering dan sesak nafas. Beberapa pasien merasa nyeri, hidung tersumbat, pilek ataupun diare. Akan tetapi, terdapat kelompok orang yang memiliki kecenderungan untuk menjadi lebih parah, yaitu orang tua dan orang dengan komorbid atau penyakit penyerta. Penyakit penyerta merupakan kondisi dimana terdapat penyakit lain yang dialami selain dari penyakit utamanya. Penyakit kronis memiliki kesamaan fitur dengan penyakit infeksi, yaitu keadaan pro-inflamasi dan pelemahan respon imun bawaan. Berikut adalah 5 penyakit penyerta tersering yang memiliki risiko untuk menderita COVID-19 lebih parah : (1, 2)

  1. Hipertensi

Hipertensi merupakan keadaan dimana tekanan darah sistol > 130 atau tekanan darah diastolik > 80 milimeter air raksa. Prevalensi keparahan penyakit COVID-19 pada penderita hipertensi sebesar 15%-21,1%.

  1. Diabetes Mellitus

Penderita diabetes mellitus atau yang tidak terkontrol dapat menurunkan kekebalan tubuh serta kerusakan organ dalam tubuh. Hal ini membuat orang dengan diabetes mellitus lebih rentan tertular COVID-19 serta mengalami gejala yang lebih parah. Infeksi COVID-19 diduga dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi dan mempercepat kerusakan organ pada penderita diabetes.

  1. Penyakit Sistem Pernapasan

Orang dengan riwayat menderita penyakit sistem pernapasan seperti Penyakit Pernapasan Obstruktif Kronis (PPOK) dan asma memiliki risiko mengalami gangguan pernapasan berat seperti pneumonia atau gagal nafas karena umumnya COVID-19 menyerang saluran pernapasan.

  1. Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah

Penderita penyakit jantung dan pembuluh darah seperti penyakit jantung koroner, gagal jantung, dan stroke secara garis besar mempunyai kondisi jantung yang kurang baik dan kekebalan tubuh yang lebih lemah sehingga rentan mengalami COVID-19 dengan tingkat keparahan penyakit yang lebih berat.

  1. Keganasan

Orang yang mengidap kanker mempunyai kekebalan tubuh yang lemah yang disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya adanya gangguan pada sel darah putih atau efek samping obat kemoterapi yang berfungsi menekan sistem imun.

Bagaimana menurunkan risiko untuk tertular COVID-19?

Sangat penting bagi orang dengan penyakit penyerta serta orang yang tinggal bersama mereka, untuk melindungi diri dari COVID-19. Cara terbaik untuk melindungi diri adalah dengan cara :

  1. Sebisa mungkin mengurangi kontak dengan orang lain.
  2. Menjaga kebersihan diri, seperti dengan mencuci tangan dengan sabun.
  3. Menggunakan masker wajah yang digunakan untuk menutupi hidung dan mulut.
  4. Melakukan perilaku hidup bersih dan sehat.
  5. Bagi yang memiliki penyakit penyerta, tetap mengkonsumsi obat rutin sesuai anjuran dokter.

 

 

 

 

 

Referensi :

  1. Hu Y, Sun J, Dai Z, Deng H, Li X, Huang Q, et al. Prevalence and Severity of Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) : A Systematic Review and Meta-analysis. J Clin Virol [Internet]. 2020; 127 (April) : 104371. Tersedia pada: https://doi.org/10.1016/j.jcv.2020.104371
  2. Yang J, Zheng Y, Gou X, Pu K, Chen Z, Guo Q, et al. Prevalence of Comorbidities and Its Effects in Coronavirus Disease 2019 Patients : A Systematic Review and Meta-analysis. Int J Infect Dis. 2020;94:91-5.
  3. Covid19.who.int
  4. Cdc.gov
  5. Covid19.kemkes.go.id