Yuk Ketahui Jenis-jenis Batu Ginjal

dr. Adhika Restanto Purnomo, Sp.U – Batu ginjal merupakan suatu massa yang keras yang terbentuk dari kristal-kristal dari endapan urine dan tumbuh pada bagian dalam ginjal. Urolithiasis adalah istilah untuk menggambarkan batu yang terjadi pada saluran kemih.

Beberapa jenis batu ginjal menurut komposisi kimiawi :

–   Calcium oxalate calculi. Ditemukan pada sekitar 80% penderita batu ginjal di USA, yang terbentuk dari asam oksalat. Bayam, coklat, kopi, teh, cola, kacang-kacangan dan strawberry adalah makanan yang meningkatkan pembentukan batu. Juga terbentuk dari pemecahan vitamin C dalam tubuh.

–  Uric acid calculi. Batu ini berkembang dari kristal asam urat yang terbentuk dari urine yang keasamannya tinggi. Merupakan 5% dari seluruh kejadian batu ginjal. Pada beberapa keadaan, batu jenis ini berkombinasi dengan batu oksalat.

–  Cystine calculi. Merupakan 2 % dari seluruh kejadian batu ginjal. Cystine merupakan asam amino dari protein yang berbentuk kristal heksagonal saat diekskresikan dalam jumlah banyak. Batu jenis ini menunjukkan bahwa klien mengalami cystinuria, suatu kondisi herediter dimana ginjal tidak dapat menyerap asam amino.

–  Struvite calculi adalah bentuk kristal keras dari magnesium aluminium fosfat. Batu ginjal terjadi dari substansi-substansi yang terbentuk pada klien dengan infeksi saluran kemih karena bakteri.

Faktor risiko terjadinya batu ginjal adalah : pria, adanya riwayat batu ginjal dalam keluarga, usia lebih dari 30 tahun, diet tinggi oksalat, dehidrasi atau kurang minum, gangguan metabolisme yang mempengaruhi ekskresi garam. Batu ginjal sering kali tidak menimbulkan gejala. Namun, jika timbul gejala, maka nyeri adalah masalah utama. Nyeri ini timbul saat batu melewati saluran kemih. Nyeri dirasakan tiba-tiba saat batu bergerak di saluran kemih, sehingga menimbulkan iritasi dan sumbatan. Secara spesifik, pasien akan merasakan nyeri tajam, terutama di pinggang bagian belakang dan sisi area ginjal atau di perut bagian bawah. Kadang kala disertai mual dan muntah.

Sebenarnya, tindakan pembedahan bukanlah hal yang terpenting. Tindakan pembedahan batu ginjal dilakukan jika pasien tidak menujukkan respon terhadap terapi konservatif, batu berukuran besar, adanya obstruksi batu, atau pada pasien dengan kelainan anatomi pada saluran kemih, sehingga batu berukuran kecil pun tidak dapat lewat.

Pembedahan dilakukan jika batu ginjal :

–   Tidak dapat keluar dan menimbulkan nyeri menetap.

–   Ukuran terlalu besar dan terletak di tempat yang sulit.

–   Menghambat laju urine.

–   Menimbulkan infeksi saluran perkemihan.

–   Merusak jaringan ginjal dan menyebabkan perdarahan.

–  Terlihat semakin membesar (sesuai gambaran radiologi).

Terdapat 4 (empat) tindakan untuk membuang batu ginjal, yaitu Extracorporeal Shockwave Lithotripsy (ESWL), Percutaneous Nephrolithotomy (PNCL), Ureteroscopic Stone Removal (URS) dan Open (Incisional) Surgery. Kecuali ESWL, maka tindakan yang lain digolongkan dalam tindakan pembedahan.

Setelah batu dikeluarkan, tindak lanjut yang tidak kalah pentingnya adalah upaya mencegah timbulnya kekambuhan. Angka kekambuhan batu saluran kemih rata-rata 7% per tahun atau kambuh >50% dalam 10 tahun. Prinsip pencegahan didasarkan pada kandungan unsur penyusun batu yang telah diangkat. Secara umum, tindakan pencegahan yang perlu dilakukan adalah :

  1. Menghindari dehidrasi dengan minum cukup, upayakan produksi urine 2-3 liter per hari.
  2. Diet rendah zat / komponen pembentuk batu.
  3. Aktivitas harian yang cukup.
  4. Medikamentosa
  5. Beberapa diet yang dianjurkan untuk untuk mengurangi kekambuhan adalah :
    • Rendah protein, karena protein akan memacu ekskresi kalsium urine dan menyebabkan suasana urine menjadi lebih asam.
    • Rendah oksalat
    • Rendah garam karena natriuresis akan memacu timbulnya hiperkalsiuria.
    • Rendah purin
    • Rendah kalsium tidak dianjurkan kecuali pada hiperkalsiuria absorbtif type II.