Waspadai Penyakit Ginjal

dr. Sapto Harsoyo, Sp.PD, KGH – Manusia normal terlahir dengan dua ginjal, kiri dan kanan. Letak ginjal berada di pinggang, besarnya kira-kira ginjal berukuran panjang 11 – 12 cm, lebar 5 – 7 cm, tebal 2,3 – 3 cm. Ginjal (kidney, nephrone / nefritis) merupakan salah satu organ utama dan penting dalam tubuh. Ginjal adalah organ yang mempunyai pembuluh darah yang sangat banyak (sangat vaskuler) tugasnya memang pada dasarnya adalah “Menyaring / membersihkan” darah. Setiap menit sebanyak 1.300cc darah mengalir ke ginjal. Ia berfungsi menyaring dan membersihkan darah dari zat-zat sisa metabolisme tubuh. Zat-zat sisa itu biasa disebut zat-zat toksik (racun). Karena tidak lagi berguna, racun tersbut dikeluarkan dari tubuh lewat air seni (urin).

Penyakit ginjal sering tanpa keluhan sama sekali, tidak jarang seseorang kehilangan 90% fungsi ginjalnya sebelum mulai merasakan keluhan. Pasien sebaiknya waspada jika mengalami gejala-gejala seperti : tekanan darah tinggi, perubahan jumlah kencing (mula-mula sering kencing malam hari, kemudian kencing berkurang atau sama sekali tidak kencing), ada darah dalam air kencing, bengkak pada mata kaki dan pergelangan kaki, rasa lemah serta sulit tidur, sakit kepala, sesak nafas dan merasa mual dan muntah. Kumpulan gejala gagal ginjal yang disebut syndrome uremi tersebut, tanda-tandanya masih dapat di identifikasi lagi anatara lain berupa :

  1. Nyeri pinggang hebat (kolik).
  2. Nafsu makan menurun.
  3. Sering masuk angin, kembung, diare.
  4. Demam dan sering cegukan.
  5. Pada keadaan berat terdapat penurunan kesadaran disertai kejang-kejang.

Namun secara umum, gejala gangguan ginjal dapat dilihat dari adanya gangguan berkemih, seperti nyeri saat buang air kecil, berdarah, berpasir, keluar batu, sering berkemih dan volume sedikit, nyeri pinggang, sembab di kelopak mata kanan dan kaki pucat dan gampang capek.

Yang menjadi penyebab utama penyakit Gagal Ginjal antara lain :

  1. Diabetes Mellitus (sakit gula), penyakit ini apabila tidak terkendali mengakibatkan kelainan fungsi ginjal. Pasien diabetes kerap menderita gagal ginjal. Pasalnya diabetes merupakan penyebab utama penyakit gagal ginjal. Sebanyak  25 hingga 40 persen  penyakit gagal ginjal diderita oleh penderita diabetes. Ironisnya, meski menjadi pemicu penyakit lainnya, prevalensi penderita diabetes kian meningkat tiap tahunnya.
  2. Hipertension, penyakit ini menyebabkan kerusakan nefron yang menimbulkan fungsi ginjal  memburuk permanen. Tekanan darah yang meningkat bisa mengancam organ-organ tubuh. Organ tubuh yang utama yang menjadi target kerusakan akibat hipertensi antara lain, otak : menyebabkan stroke, mata menyebabkan retinopati hipertensi dan dapat menimbulkan kebutaan, jantung koroner (termasuk infark jantung), gagal jantung dan ginjal : menyebabkan penyakit ginjal kronik, gagal ginjal terminal (akut).
  3. Infeksi ginjal atau glomerulonephritis kronik, yakni infeksi pada system glomerulus (pembuluh kapiler), sehingga mengakibatkan tekanan darah meningkat dan fungsi ginjal memburuk. Ditandai dengan gejala; muka sembab, tekanan darah tinggi, kencing berkurang bahkan hilang.
  4. Kelainan anatomi / struktur ginjal.
  5. Tersumbatnya saluran kemih oleh batu ginjal.
  6. Keracunan obat-obatan atau jamu.
  7. Life style (menyebabkan tingkat gagal ginjal meningkat 1-2 persen dari penduduk indonesia).

Dalam kehidupan, kita harus memulai dengan pencegahan penyakit. “Mencegah lebih baik daripada mengobati”. Pencegahan terhadap penyakit gagal ginjal dapat dilakukan melalui 3 (tiga) aspek pencegahan, yaitu :

Primer (misalnya : disiplin melakukan imunisasi pada bayi sesuai dengan waktunya, menjaga pola makan sehat, istirahat cukup, pengaturan diet dan olah raga yang cukup).

Sekunder, bila sudah terkena penyakit yang menjadi penyebab utama gagal ginjal, misalnya diabetes, hipertensi, dan lain-lain (bagi pasien penderita hipertensi harus mengendalikan tekanan darahnya dengan cara memantau pola makan (diet), mengubah gaya hidup (life style) dan mencegah komplikasi.

Tertier (mencegah co-morbid / penyakit lain yang menyertainya dan pencegahan kematian).

Pertama, pencegahan primer dapat dilakukan dengan (1) Periksa Diagnosa : Pengenalan dini untuk pencegahan gagal ginjal (GG) (2) Kontrol : Monitoring progresivitas GG (3) Penyebab Deteksi dan dilakukan koreksi terhadap penyebab GG yang resersible yang masih bisa disembuhkan.

Kedua, pencegahan sekunder dapat dilakukan dengan cara : a) Memperlambat, yaitu melakukan intervensi pengobatan / tindakan untuk memperlambat progresivitas GG b) Menghindari kerusakan tambahan pada ginjal sensitive, misalnya tidak minum obat / jamu yang toksik terhadap ginjal mengobati infeksi yang ada dan mengatasi kekurangan cairan misalnya pada muntaber.

Ketiga, pencegahan tertier yaitu mengobati komplikasi dengan a) Memberikan terapi terhadap komplikasi GG b) Merencanakan terapi pengganti ginjal. Sebagai orang beragama, setelah melakukan  ikhtiyar (usaha) secara maksimal, kita harus menyerahkan hasilnya kepada Tuhan (Tawakkal).