Sosialisasi Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) Bersama Tim PKRS Humas RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten

Pada saat masuk musim penghujan, kita perlu waspada terhadap penyakit atau masalah kesehatan yang timbul pada saat musim penghujan yang tidak bisa dianggap sepele, misalnya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Jumlah penderita penyakit DBD kembali meningkat dengan mulainya musim penghujan seperti ini.

DBD merupakan penyakit akut yang disebabkan oleh virus dengue yang masuk ke peredaran darah manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti maupun Aedes albopictus.

Beberapa tanda dan gejala orang yang terkena DBD antara lain seperti demam / panas tinggi yang berlangsung 5-7 hari dengan gambaran panas seperti pelana kuda (naik – turun – naik), mual, muntah, nyeri otot, tulang atau sendi, timbul bintik-bintik merah pada kulit, sakit kepala berat, penurunan jumlah sel darah putih, penurunan trombosit, kadang terjadi pendarahan, dan apabila penyakit DBD berlanjut terus sehingga penderita menjadi shock dan kesadaran menurun, maka keadaan inilah yang sangat berbahaya dan sering menimbulkan kematian.

Untuk pengobatan pertama bisa dengan memberikan minum sebanyak mungkin untuk menghindari dehidrasi, dilakukan kompres dan pemberian anti piretik yang tepat untuk menurunkan panas / demam. Akan tetapi apabila demam tidak turun atau malah naik serta muntah terus menerus kondisi bertambah parah segera bawa ke rumah sakit atau pelayanan kesehatan terdekat.

Kita dapat melakukan langkah-langkah pencegahan terjadinya DBD dengan 3M PLUS, yaitu menguras tempat penampungan / penyimpanan air dengan rutin, menutup semua wadah / tempat penampungan air, dan membuang atau mengubur barang bekas di sekitar rumah yang dapat menampung air. Sedangkan PLUSnya, kita bisa lakukan dengan menghindari gigitan nyamuk terutama pada pagi dan sore hari, pemasangan kelambu anti nyamuk, menggunakan anti nyamuk oles, memelihara ikan pemakan jentik, fogging / pengasapan, membersihkan rumah secara rutin, tidak membiarkan baju atau pakaian menggantung terlalu lama. Dengan memberantas tempat bersarangnya nyamuk dan jentik-jentik nyamuk kita dapat  meminimalisir adanya nyamuk pembawa virus dengue.

Beberapa hal tersebut di atas merupakan materi yang disampaikan kepada pasien, keluarga pasien, pengunjung, kelompok komunitas rumah sakit, dan pegawai di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten dalam sosialisasi WASPADA DEMAM BERDARAH DENGUE yang pada saat ini kasusnya mulai meningkat di  masyarakat.

Kegiatan sosialisasi dilaksanakan dengan metode ceramah, sapaan pagi, tanya jawab, dan siaran melalui radio sentral rumah sakit.

Mari bersama-sama menciptakan lingkungan rumah yang sehat dan bersih dengan 3M PLUS sebagai bentuk kewaspadaan terhadap DBD…