Sayangi Pendengaran Anda!

dr. M. Arief Purnanta, Sp.THT, M. Kes – Remaja Sayangi pendengaranmu! Boleh mendengarkan musik, tetapi awas! Volume jangan terlalu keras dan jangan terlalu lama, karena dapat menyebabkan ketulian.

Remaja masa kini cenderung tuli, mengapa?

Alat musik digital yang sangat populer serta kebiasaan remaja mendengarkan sepanjang hari dengan suara keras.

Apalagi melalui earbuds yang dipasang langsung ke dalam liang telinga. Sebabkan remaja masa kini terancam risiko Gangguan Pendengaran Akibat Bising (GPAB).

Ipod generation

5,2 juta (12%) anak Amerika usia 6-19 tahun menderita gangguan pendengaran, disebut Ipod Generation. Jangan sampai terjadi pada remaja kita!

Dampak Tuli :

  • Anak sulit belajar;
  • Komunikasi terganggu;
  • Kurang cerdas;
  • Tidak naik kelas;
  • Masa depan kurang cemerlang karena akan sulit mencapai jenjang akademi tinggi; dan
  • Cenderung alami kecelakaan lalu lintas.

Pakailah Pelindung Telinga di Area Bising

Pakai earplug / earmuff di area bising, area dimana sulit bercakap-cakap karena bising sekitar, seperti saat mendengarkan konser musik rock, di tempat perbelanjaan yang besar, tempat hiburan, tempat kerja/sekolah yang bising, bioskop, dan lain-lain.

Batas aman area bising tanpa APP (Alat Pelindung Pendengaran), yaitu 80 desibel.

Konser musik rock 100 dB, tanpa earplug hanya boleh 15 menit berada disana.

Mesin gergaji bengkel SMK 100dB, tanpa earmuff hanya boleh 15 menit berada disana.

Bisa menyebabkan ketulian.

Jika Tuli terjadi :

  • Gangguan komunikasi;
  • Gangguan belajar; dan
  • Sulit mencari kerja.

Pendengaran rusak jika melebihi BATAS AMAN.

Tips :

  1. Hindari earbud dan earphone. Alat-alat ini meningkatkan suara lebih dari 9dB, karena diletakkan dekat sekali dengan organ pendengaran.
  2. Gunakan headphone khusus, yang dapat memblokir suara background yang tidak diinginkan, ini mengurangi perlunya mengeraskan volume.
  3. Pilihlah peralatan yang memiliki kendali volume suara.
  4. Perhatikan kebiasaan anak :

Para orang tua dianjurkan memperhatikan kebiasaan anak :

  • Apakah anak mendengarkan musik melalui iPod lebih dari 1 jam?
  • Apakah mengeraskan volumenya lebih keras dari suara di sekitarnya?
  • Apakah secara berulang mengeraskan volume lebih keras dan lebih keras lagi?
  • Apakah setiap kali diajak bicara akan mengatakan “Hah” dan minta diulangi kalimat pembicaraan?
  • Apakah anak berbicara dengan berteriak?
  • Selalu mengeraskan TV?